DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM Hanya karena menolak menandatangani surat persetujuan agar sang calon istri bisa bekerja sebagai TKW di luar negeri, Ikson Lasfeto (32) harus berlumuran darah. Ini karena pria satu anak itu dianiaya oleh calon istrinya Oris Tabun (22), dengan cara dipukul pakai batu karang persis di kepala bagian belakang, Senin (7/8) pukul 12.30.

Akibat kejadian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu maka Ikson Lasfeto harus menerima empat jahitan di bagian kepala setelah dibawa ke RS Bhayangkara Tingkat III Titus Uly untuk divisum. Tak hanya Ikson Lasfeto yang menderita luka, Oris Tabun juga menderita luka di bagian pelipis namun lukanya akibat cakaran kuku.

Kepada Timor Express (Jawa Pos Grup) petang kemarin di Mapolsek Kelapa Lima, calon istri Ikson Lasfeto yang juga mantan TKW itu mengaku, pagi kemarin ia mendatangi kantor Lurah Lasiana untuk mengurus surat keterangan berangkat kerja ke luar negeri.

Pasalnya, dia ingin menghidupi anak mereka yang saat ini sudah berusia enam tahun. "Saya satang ke kantor lurah untuk surat keterangan berangkat kerja ke luar negeri. Saya mau jadi TKW lagi karena selama ini calon suami saya tidak nafkahi saya dan anak saya. Uang ojek yang dia dapat tidak pernah dikasi ke saya," ungkapnya.

Ketika di kantor lurah, jelas Oris Tabun, ia diminta untuk membuat surat pernyataan yang disetujui oleh calon suaminya. Saat itu juga, ia langsung kembali ke rumah. Di rumah, ia tidak mendapati calon suaminya.
[ads-post]
"Saya di rumah telepon dia dan dia bilang sementara ada di tempat isi air. Saya langsung ke tempat isi air. Saya lihat motor ada parkir tapi dia tidak ada. Karena saya kesal, maka saat ketemu dia saya pukul dia pakai sendal. Saya juga sempat ambil batu karang dan pukul kepala dia," jelas ibu muda ini.

Warga Jalan Pariwisata, RT 25/RW 06, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima itu mengaku, ia nekad memukul calon suaminya pakai batu karena para saksi yang menyaksikan pertengkaran mereka di TKP yakni di tempat isi air menyuruh calon suaminya untuk memukul dirinya.

“Saya pukul dia pakai batu, karena orang-orang yang ada di sana suruh dia supaya pukul saya. Dia juga pukul pelipis saya sampai darah," aku Oris Tabun.

Korban KDRT, Ikson Lasfeto kepada Timor Express ceritakan, siang kemarin calon istrinya itu menelpon dirinya dan meminta dia untuk menandatangi surat persetujuan TKW di Kantor Lurah Lasiana. Tapi karena ada pekerjaan yang harus ia kerjakan maka ia terlambat.

"Dia telepon saya untuk tanda tangan surat jadi TKW. Tapi saya masih antar pesanan air maka saya terlambat," ujar Ikson.

Diduga karena kesal, maka calon istrinya itu mengikutinya di tempat isi air lalu menganiaya dirinya pakai batu. Calon istrinya itu, sebut korban, sangat emosional sehingga ketika dipukul, ia pasrah saja hingga kepalanya berdarah.

Sementara Kapolsek Kelapa Lima, AKP Didik Kurnianto kepada Timor Express jelaskan, pihaknya mendapat laporan dari korban bersama keluarganya pada petang kemarin.

"Kita dapat laporan tadi. Kita langsung jemput pelaku di rumah dan bawa ke Mapolsek. Korban sudah kita visum di RS Bhayangkara Tingkat III Titus Uly. Saat ini, mereka (pelaku dan korban, red) masih harus kita periksa termasuk periksa juga saksi-saksi," sebut mantan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota ini.

Tak Mau Tandatangani Surat Ijin Menjadi TKW, Calon Suami Dihajar Pakai Batu Karang Hingga Bocor Kepalanya

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.