loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Seorang BMI sempat mencabut laporannya ke polisi atas penganiayaan disiram air panas oleh majikannya. 

Iis (nama panggilan) ketakutan gara-gara agen berinisial SEA menyatakan BMI ini akan masuk bui jika dia nanti kalah di pengadilan.

“Soalnya agen bilang, kamu memang bener-bener mau lapor? Nanti malah kamu yang masuk penjara kalau kasusnya kalah di pengadilan,” kata Iis kepada SUARA.

Kasus terjadi pada 29 Maret 2017 sekitar pukul 6 sore. Berdasarkan laporan tertulis ke polisi dan KJRI, Iis saat itu tengah memasak di dapur. Dai Dai lalu masuk dan bertanya apakah BMI itu sudah selesai memasak sesuai perintah.

Saat Iis menjawab belum, Dai Dai yang masih memiliki darah Indonesia itu langsung mengomel. Menurutnya kerja Iis sangat lamban dan tak berguna.

Dai Dai sebenarnya bermaksud mempekerjakan Iis dengan tugas utama menjaga Sing Sang yang lumpuh. Beres-beres rumah hanyalah tugas tambahan untuk BMI ini. Namun saat visa kerja BMI turun pada 24 Maret 2017, Sing Sang ternyata keburu meninggal dunia.

Dalam laporan ke polisi dan KJRI, Iis bersaksi bahwa dari semula Dai Dai kerap menyalahkan BMI ini atas kematian Sing Sang. Dai Dai kerap menyatakan seandainya Iis cepat masuk kerja maka Sing Sang lebih terurus dan tidak sampai meninggal.

Hal yang sama juga terjadi hari itu. Iis yang panas hati sempat membantah dan percekcokan pun terjadi. Sampai akhirnya BMI ini memilih diam dan berbalik memunggungi Dai Dai untuk meneruskan memasak brokoli.

Tiba-tiba, Iis merasakan punggungnya seperti panas terbakar. Kaos abu-abu yang dikenakan menjadi basah seperti disiram air.

Sontak, Iis berjongkok ketakutan sambil berusaha melindungi kepalanya. Saat tak terjadi apapun, Iis berdiri dan melihat Dai Dai ada di belakangnya.

BMI ini langsung lari ke kamar mandi untuk memeriksa punggung dan mengganti baju. Saat Iis kembali ke dapur, Dai Dai tampak mengepel tumpahan air di lantai seakan tak terjadi apa-apa. Dai Dai juga tetap diam, saat beberapa menit kemudian Iis mulai kesakitan karena merasakan sensasi panas terbakar di punggungnya.
[ads-post]
Singkat cerita, Iis minta dikembalikan ke agen. Saat suruhan agen datang menjemput, ikut hadir pula 2 petugas polisi. Iis langsung dibawa polisi ke rumah sakit, dan setelahnya diantar pulang ke agen SEA.

Menurut Iis, staf agen hanya menanyakan apakah dirinya ingin dipulangkan ke Indonesia atau tidak. Namun tidak mempedulikan apakah bagaimana nasib kasus pengaduan BMI ini ke polisi, dan juga kapan-kapan saja jadwal periksa ke rumah sakit.

Iis sempat beberapa kali dipanggil ke kantor polisi untuk bersaksi lagi. Namun staf agen balik menakut-nakuti Iis dan menyatakan BMI ini akan balik dijebloskan ke bui seandainya kasusnya kalah di pengadilan. Untungnya, seorang penerjemah Indonesia menganjurkan Iis berkonsultasi dahulu ke Christian Action.

Christian Action lalu membantu Iis (nama panggilan) tetap melanjutkan melaporkan tuduhan penganiayaan tersebut ke polisi, sekaligus melaporkan agen SEA yang berlokasi di Prince Edward tersebut ke KJRI.

“Ingat, BMI jangan pernah takut melapor ke polisi jika memang dianiaya, apalagi untuk kasus ini jelas-jelas ada bukti visum dari rumah sakit,” kata Tania Sim dari Christian Action.

Saat berita ini diturunkan, Iis ditampung di shelter Christian Action sambil didampingi menuntut hak-hak ketenagakerjaannya ke Labour, meneruskan laporan ke polisi dan juga melaporkan agen SEA ke KJRI.

Majikan dan Iis akhirnya sepakat damai untuk tuntutan kasusnya di Labour Tribunal, namun untuk tuntutan kasus kriminal penganiayaan terus diinvestigasi polisi.

Artikel dimuat di SUARA edisi Agustus Mid 2017, terbit 25 Agustus 2017

Seorang BMI sempat mencabut laporannya ke polisi atas penganiayaan disiram air panas oleh majikannya.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.