loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Banyak pihak yang menyayangkan tindakan yang dilakukan Agas Saptoadi di media sosial yang menghina dan memandang rendah TKW Indonesia diluar negeri.

Postingan beberapa hari yang lalu itu membuat gaduh media sosial dan menjadi pemberitaan berbagai media terkait cuitannya.

Ada yang tidak terima ada pula yang menganggap biasa, salah satunya adalah keluarga KAMI (keluarga migran Indonesia) yang keberatan terhadap sikap Agas.

"Iya itu memang salah satu pegawai di Instansi kami. Dia pegawai Non PNS di SKB. Yang jelas kami sangat kecewa dengan apa yang telah terjadi terlebih itu dilakukan pegawai kami," terang Ahmad Soeharto, kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Bontang.

Ahmad juga mengatakan bahwa Agas bisa saja kehilangan jabatannya sebagai honorer jika ia terbukti melakukan hal itu.

Sementara belum ada permintaan maaf secara resmi dari pihak keluarga dan Agas sendiri, yang ada hanyalah permintaan maaf dari salah seorag pengguna facebook yang mengatakan kalau dirinya adalah adiknya.
[ads-post]
"Saya adik kandung dari Agas Saptoadi dan keluarga besar meminta maaf  keada semua para TKW dan TKI di seluruh Indonesia atas beredarnya berita ini. Sekarang kakakku lagi diproses persidangan, mohon doanya temen-temen. Bukan kakakku yang bikin status itu, akun facebooknya di hack orang. Semoga cepet ketemu siapa yang udah hack" Tutur seseorang yang mengaku sebagai adiknya dengan akun facebook Desi nabila Flashin.

Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi terkait kasus ini kepihak kepolisian, Kasatreskrim Polres Bontang Iptu Rihard Nixon Lumban Toruan mengatakan pihaknya belum menerima laporan dari oknum yang diduga penghujat TKI dan TKW ini.

“Sampai saat ini saya belum menerima berkas dari anggota terkait kasus ini. Baik itu berkas permintaan maaf bernama Agas Saptoadi melalui kami atau semacamnya,”cetusnya.

Menanggapi hal ini, Hermono, Sekretaris Umum BNP2TKI menyayangkan adanya postingan yang bernada merendahkan dan menghina TKI itu.

Hermono menjelaskan menjadi TKI adalah hak setiap warga negara. Selain itu pekerjaan sebagai asisten rumah tangga adalah salah satu profesi yang bermartabat. Menjadi pekerja domestik (asisten rumah tangga) diakui oleh ILO (Konvensi 189) sebagai profesi yang bermartabat, demikian penjelasan Hermono seperti dikutip detikcom, Selasa (5/9/2017). **red

Banyak pihak yang menyayangkan tindakan yang dilakukan Agas Saptoadi di media sosial yang menghina dan memandang rendah TKW Indonesia diluar negeri.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.