DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COMDubes Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana meluncurkan program 'Saya Mau Sukses' untuk para Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB) yang menghuni rumah perlindungan sementara (shelter) KBRI Kuala Lumpur. Para TKIB tersebut diajarkan keterampilan menjahit dan membuat souvenir serta pelatihan pijat tradisional.

Pantauan merdeka.com di KBRI Kuala Lumpur, Senin (11/9), usai menjabarkan program 'Saya Mau Sukses', Rusdi langsung menghampiri TKIB yang mengikuti pelatihan pijat tradisional.

"Minta tolong pijat saya, kamu kecil-kecil pijatan kamu hebat juga," ujar Rusdi kepada TKI yang bernama Debby.

Selesai dipijat, Rusdi kembali mengenakan jasnya. "Habis dipijat harus bayar, biar jadi penglaris," ujar Rusdi kepada staf KBRI yang dipijat setelahnya.

Dubes Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana meluncurkan program 'Saya Mau Sukses' untuk para Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB) yang menghuni rumah perlindungan sementara (shelter) KBRI Kuala Lumpur. Para TKIB tersebut diajarkan keterampilan menjahit dan membuat souvenir serta pelatihan pijat tradisional.
[ads-post]

Rusdi kembali menghampiri Debby dan memberikan uang sebesar RM 100 atau sebesar Rp 313.654 (kurs RM 1 = Rp 3.136,54). "Ini untuk kamu."

Debby yang menerima uang dari Rusdi terlihat terharu.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Indonesia untuk Malaysia di Kuala Lumpur meluncurkan program 'Saya Mau Sukses', Senin (11/9). Program ini merupakan pelatihan keterampilan yang secara khusus ditujukan kepada Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB) yang menghuni rumah perlindungan sementara (shelter) KBRI Kuala Lumpur.

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana mengatakan TKIB tersebut mendapat keterampilan menjahit dan membuat souvenir serta pelatihan pijat tradisional. Dalam menjalankan program ini, KBRI bekerja sama dengan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) untuk pelatihan menjahit dan membuat souvenir, dan Cemara Ayu Sdn. Bhd untuk pelatihan memijat traditional.

"Program ini bertujuan memberikan modal keterampilan kepada TKIB untuk menghentikan siklus kembalinya mereka menjadi TKI informal ke luar negeri," ujar Rusdi di KBRI Malaysia, Kuala Lumpur. 

Minta tolong pijat saya, kamu kecil-kecil pijatan kamu hebat juga

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.