DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Selama 2 dekade terakhir, upah minimum pekerja rumah tangga asing di Hong Kong hanya naik 23% dari HK$ 3480 hingga kini menjadi HK$ 4310, hal ini hanya naik 2% saja per tahunnya dimana hal ini tidak sesuai dengan inflasi dan meningkatnya gaya hidup.

Karena hal inilah daya beli pekerja rumah tangga di Hong kong dilaporkan menyusut dimana para pekerja hanya belanja kebutuhan pokok mereka saja dan selebihnya mengirimkan semua hasilnya ke kampung halaman mereka.

TNG Wallet, perusahaan yang bergerak dalam pembayaran yang berbasis di Hong Kong, mengatakan lebih dari 100.000 pekerja rumah tangga, atau satu dari tiga dari total TKW di Hong Kong telah menggunakan layanan perusahaan tersebut untuk mengirim uang ke negara asal mereka.

TNG melaporkan telah mengirimkan sekitar HK $ 400 juta ke Filipina dan Indonesia bulan lalu - jadi, ini jelas bisnis yang menguntungkan.

TNG merupakan perusahaan pertama yang fokus pada aktivitas pembantu Filipina dan Indonesia yang akan terdaftar di Hong Kong.

Sementara itu Hong Kong Asia Holding juga diuntungkan berkat adanya TKW di Hong kong. Perusahaan kartu prabayar ini memiliki 192.000 pengguna, termasuk 128.000 orang Filipina dan 64.000 orang Indonesia, dan menghasilkan sekitar HK $ 1.000 per tahun dari setiap pelanggan.

Mereka mengklaim lebih dari separuh penggunanya adalah TKW yang bekerja di Hong kong. Mereka juga membukukan keuntungan sebesar HK $ 26 juta dengan omset HK $ 200 juta tahun lalu. Omsetnya stabil sekitar HK $ 200 juta selama tiga tahun terakhir.
[ads-post]
Marjin laba perusahaan yang relatif tinggi menunjukkan bahwa sektor ritel untuk pekerja rumah tangga kurang terlayani. Padahal, konsumsi tenaga kerja pekerja rumah tangga asing di Hong Kong seharusnya tidak diremehkan. Beberapa toko kecil di Sham Shui Po dan Mong Kok melayani permintaan pekerja rumah tangga, yang harus membeli hadiah kecil untuk anak-anak dan keluarga mereka atau kebutuhan mereka sendiri.

Menurut Departemen Sensus dan Statistik, lebih dari 186.000 orang Filipina dan hampir 160.000 orang Indonesia bekerja di Hong Kong tahun lalu (346.770 orang). Dan jika masing-masing menghabiskan beberapa ratus dolar Hong Kong untuk barang-barang yang terjangkau, sektor pekerja rumah tangga memiliki arus kas sebesar HK $ 100 juta per bulan.

Penting TKW ini sampai - sampai seorang peramal Hong Kong,Dayo Wong mengatakan bahwa seorang pria Hong kong mungkin tidak akan begitu membutuhkan istri untuk merawat bayi namun ia wajib memiliki TKW untuk membantu membesarkan bayinya. ***asiatimescom

Selama 2 dekade terakhir, upah minimum pekerja rumah tangga asing di Hong Kong hanya naik 23% dari HK$ 3480 hingga kini menjadi HK$ 4310, hal ini hanya naik 2% saja per tahunnya dimana hal ini tidak sesuai dengan inflasi dan meningkatnya gaya hidup.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.