DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Focus Taiwan merilis bahwa  The Workforce Development Agency (WDA) pada hari Kamis mengeluarkan sebuah laporan yang menyatakan bahwa hampir 80.000 TKA (Tenaga Kerja Asing) yang bekerja kembali di Taiwan (skema perpanjang kontrak tanpa pulang) sejauh ini telah mendapatkan manfaat dengan adanya amandemen undang-undang yang mulai berlaku November tahun lalu yang membatalkan persyaratan tinggal maksimum sebelumnya. Dulu TKA diharuskan kembali ke negara masing-masing baru bisa masuk kembali ke Taiwan.

Amandemen terhadap Pasal 52 Employment Services Act,  yang mulai berlaku pada 5 November 2016, menghilangkan persyaratan bagi TKA untuk meninggalkan Taiwan setelah mencapai masa tinggal maksimum yang diizinkan (tiga tahun), sebelum kembali untuk melanjutkan kerja di Taiwan. Akhirnya sekarang ini, sejak bulan November sampai akhir Agustus, 78.917 pekerja migran tidak harus meninggalkan Taiwan, bisa langsung bekerja.

Sebelum amandemen tersebut, Pasal 52 mewajibkan TKA di Taiwan untuk meninggalkan Taiwan setidaknya satu hari setelah bekerja selama tiga tahun – (kontrak terpanjang yang diizinkan) - sebelum diizinkan untuk melanjutkan pekerjaan di Taiwan.
[ads-post]
Dalam sebuah wawancara melalui sambungan telepon, kepala divisi WDA Chiu Yueh-yun (邱月雲) memuji dampak positif dari amandemen yang dirasakan langsung oleh pekerja dan pengusaha, yang tidak lagi perlu khawatir dengan tiket pesawat atau untuk mengisi kekosongan dari pekerja yang tidak hadir.

Untuk mendapatkan manfaat sepenuhnya dari amandemen tersebut, Chiu mengingatkan pengusaha dan pekerja perlu mengikuti dua langkah penting dalam memperbarui kontrak kerja: mengeluarkan surat perekrutan baru empat bulan sebelum akhir kontrak awal dan menyelesaikan prosedur perekrutan ulang yang benar, termasuk perjanjian kerja yang ditandatangani, dengan memakan waktu dua sampai empat bulan sebelum berakhir kontrak.

Kepala divisi mencatat bahwa sebanyak 49,95 persen kasus aplikasi re-hiring ditolak, karena tidak adanya surat rekrutmen (letter of recruitmen) atau visa masuk (entry visa).

Kesepakatan kerja yang ditandatangani hilang adalah penyebab aplikasi ditolak sebanyak 22,53 persen kasus.

Focus Taiwan merilis bahwa The Workforce Development Agency (WDA) pada hari Kamis mengeluarkan sebuah laporan yang menyatakan bahwa hampir 80.000 TKA (Tenaga Kerja Asing) yang bekerja kembali di Taiwan (skema perpanjang kontrak tanpa pulang) sejauh ini telah mendapatkan manfaat dengan adanya amandemen undang-undang yang mulai berlaku November tahun lalu yang membatalkan persyaratan tinggal maksimum sebelumnya. Dulu TKA diharuskan kembali ke negara masing-masing baru bisa masuk kembali ke Taiwan.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.