loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Agus Dardiri salah seorang Aktifis dan Advokat BMI mengecam keras tindakan N yang merupakan Bos PJTKI 'S' yang telah melakukan pemerasan kepada slah seorang BMI Hong Kong .

Bos PJTKI – PT “S” yaitu Mr. “N” mengintimidasi seorang BMI HK yang diinterminit majikan sebelum habis masa potongan gaji. BMI itu baru 3 bulan bekerja plus 1 bulan masa notice interminit (PHK dari pihak majikan). Total 4 bulan bekerja.

Intimidasinya antara lain agar 'korban' melanjutkan bekerja di HK, ganti majikan baru, tidak pulang dan potongan gaji berlanjut, atau tidak pulang sebelum mengganti dana external sebagai ganti potongan gaji yang belum selesai. Intimidasi ini melalui telepon dan direkam, disebarkan melalui group WA anak-anak asuhan PT-S.

Menelisik suaranya, kami duga bahwa Mr. N sadar bahwa bukti petunjuk intimidasi (rekaman audio) itu direkam ‘sendiri’ oleh Mr. ‘N’ atau orang lain sepengetahuan ‘N’.
[ads-post]
Setali tiga uang, sami-ugi sami mawon, menurut ‘korban’ bahwa agensinya meminta (“memeras”) uang yang alasanya untuk mengganti kerugian agensi sebesar HKD2145; kemudian baru dibelikan tiket agar bisa pulang. Uang itu telah dibayar dan besok (07/09/2017) baru akan dibelikan tiket.

Berdasarkan peraturan pemerintah, undang-undang, keputusan menteri dan BNP2TKI bahwa setiap TKI dilindungi asuransi. Sedangkan korban yang tercatat pemegang e-KTKLN nomor 3520517310719880001 adalah BMI yang berangkat melalui prosedur yang benar, syah dan PAP di wilayah Malang.

Salah satu poin dalam peraturan perihal ‘asuransi’ TKI, maka ‘korban’ yang ‘DI PHK” ini dilindungi oleh asuransi yang dananya dapat dicairkan untuk mengganti kerugian pihak-pihak terkait. Kok masih memeras TKI, di kemanakan peraturan dan undang-undangnya serta asuransinya untuk apa dan siapa?.

Agus juga mengeluarkan 3 ultimatum kepada N sebagai pemilik PJTKI 'S' yang cabangnya ada dimana-mana itu, isinya.
  1. Sdr. “N” sebagai stake holder pemilik PJTKI yang saat ini di Hong Kong, silahkan dengan hormat meminta maaf atas INTIMIDASI yang telah anda lakukan dan JANGAN mempersulit kepulangan korban.
  2. Sdr. “N” yang juga mengenal dan tahu siapa dan di mana agensinya harus membantu korban untuk MENINTAKAN KEMBALI UANG HKD2145 yang telah diserahkan kepada agensi.
  3. Menjamin keamanan korban dalam perjalanan pulang serta membantu memperoleh hak-haknya. Antara lain tiket pulang, akomodasi dan keperluan lainya sebelum dan selama perjalanan pulang sampai di kampong halamanya. **Agus

Agus Dardiri salah seorang Aktifis dan Advokat BMI mengecam keras tindakan N yang merupakan Bos PJTKI 'S' yang telah melakukan pemerasan kepada slah seorang BMI Hong Kong .

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.