loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM Cerita pilu mantan TKW datang dari Kecamatan Losari. Adalah Dairoh (31), warga Desa Kalisari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, yang kini hidup dalam segala keterbatasan usai pulang merantau dari Timur Tengah.

Sebuah benjolan berukuran besar sekitar ukuran buah kelapa, hinggap di bahu kanannya. Setiap hari benjolan tersebut makin membesar dan mengeluarkan darah dari bekas luka akibat digaruk.

Menurut Dairoh, penyakitnya timbul saat dia terjatuh ketika bekerja di rumah majikannya di Oman. Dia yang saat itu dalam kondisi sakit, terpaksa dipulangkan karena sudah tidak bisa bekerja maksimal.

“Majikan saya tidak tanggung jawab. Semua biaya saya tanggung sendiri. Majikan tidak mau tanggung jawab soal biaya pengobatannya,” keluhnya.

Saat itu, menurut Dairoh, ada pergeseran atau dislokasi pada sendi bahu kanannya saat pulang ke Indonesia. Dia sempat mencoba beberapa kali terapi dan pengobatan, termasuk urut dan lainnya. Namun belum juga sembuh.
[ads-post]
Dia kemudian mencoba memeriksakan ke rumah sakit yang ada di Solo untuk mengetahui kondisi cederanya tersebut. Karena keterbatasan biaya dan kesempatan, akhirnya kondisi Dairoh tak tertangani dengan baik.

“Setelah itu tiap hari makin nyeri dan makin membesar. Saya juga masih pakai penyangga lengan karena kalau dilepas rasanya nyeri dan berat. Aktivitas sehari-hari juga sulit,” imbuhnya.

Akibat kondisi tersebut, dia kesulitan mengurusi kebutuhan keluarganya. Bahkan, anak pertamanya yang kini berusia 15 tahun terpaksa berhenti sekolah dan memilih bekerja untuk membantu meringankan beban keluarga.

“Suami saya nikah lagi. Uang tabungan juga sudah tidak ada, habis semua. Dulu saya kirim uang hampir setiap bulan waktu jadi TKW. Anak saya tiga orang. Yang sekolah satu orang, yang satu masih kecil, usia sekitar tiga tahunan,” bebernya.

Sementara itu, aktivis perlindungan anak yang juga Kepala UPT Pengembangan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Dinsos Kecamatan Lemahabang, Hj Uun Kurniasih mengatakan, saat ini pihaknya concern pada penanganan anak-anak dari Dairoh agar bisa mendapatkan haknya sebagai anak dan bisa melanjutkan sekolah.

“Kita fokus ke penanganan anak-anaknya. Kalau untuk penyakit dan kesehatan, tentunya ada dinas yang lebih berkompeten. Segera akan kita lakukan home visit untuk mengetahui secara detil tentang kondisi keluarga Bu Dairoh dan lingkungannya,” kata dia.

Terpisah, Aktivis Relawan Kemanusian Cirebon, Heri mengatakan, saat ini fokus untuk mendampingi Dairoh hingga proses penyembuhan selesai. Saat ini juga dia sedang menunggu hasil pemeriksaan dari RSUD Waled untuk mengambil langkah selanjutnya.

“Kalau memang diagnosanya kanker, ya kita segara minta rujukan untuk ditangani di rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap. Tapi ini masih menunggu pemeriksaan dulu,” ungkapnya. (dri)

Cerita pilu mantan TKW datang dari Kecamatan Losari. Adalah Dairoh (31), warga Desa Kalisari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, yang kini hidup dalam segala keterbatasan usai pulang merantau dari Timur Tengah.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.