loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COMSeorang BMI asal Jawa Tengah berinisial EH, kini harus jadi pesakitan Pengadilan Shatin setelah tertangkap basah jualan nasi bungkus di Tsuen Wan Park dekat Western Union.

“Waktu itu saya baru pulang liburan habis perpanjang kontrak dengan majikan lama, jadi saya ke Tsuen Wan Park, ada teman saya minta saya nungguin barang jualannya sebentar, tapi tahu-tahunya saya malah ditangkap,” kata EH kepada SUARA, usai sidang pertamanya, Selasa, (12/9/2017).

EH berkisah, saat itu dia mendekati temannya yang biasa berjualan nasi bungkus di Tsuen Wan Park. Sang teman, Wiwi, punya keperluan untuk pergi ke tempat lain dan memintanya ‘menunggui’ jualan itu.

“Terus ada orang datang mau beli nasi bungkus, ya saya kasihlah. Tahu-tahu sehabis itu ada polisi pakai baju preman langsung nangkap saya, dan bawa saya ke Kepolisian Kowloon Bay,” kata EH.

BMI yang telah bekerja selama 12 tahun di Hong Kong ini lantas ditahan sampai majikan datang menebus jaminan HK$ 300. Setelah itu, EH dikenai wajib lapor setiap minggu hingga 6 bulan sampai akhirnya sidang pertama digelar di Pengadilan Shatin.
[ads-post]
EH dikenai dakwaan melanggar ijin visa tinggalnya di Hong Kong, yang tidak membolehkannya bekerja selain sebagai buruh migran sesuai kontrak.

Pada sidang pertamanya, EH kukuh tak mau mengaku bersalah karena menganggap dirinya hanya ‘menunggui’ jualan nasi bungkus temannya. “Itu memang bukan jualan saya, cuma lagi apes sajalah,” kata EH.

Hakim Winnie Law memutuskan sidang EH ditunda dan akan dilanjutkan November 2017 di Pengadilan Shatin untuk menentukan apakah benar BMI ini bersalah melanggar ijin visa kerjanya di Hong Kong. Selama itu, EH tetap harus lapor seminggu sekali ke Kepolisian Kowloon Bay dan tak boleh keluar Hong Kong.

“Pesan saya untuk teman-teman, jangan jualanlah, nggak sesuailah sama resikonya, kalau ketangkep proses kasusnya sampai 6 bulan, iya kalau punya majikan yang baik nggak diterminit, kalau majikannya jahat, diteriminit kita harus nunggu sampai 6 bulan, belum lagi ongkos bolak-balik lapor dan ke pengadilan itu bisa sampai habis duit HK$ 100-200,” kata EH kepada SUARA.

BMI ini mengaku beruntung karena majikannya tak sampai hati meterminitnya karena kasus ini, sehingga EH tetap bisa tinggal dan bekerja sambil menunggu kasusnya tersebut selesai di pengadilan.

Artikel dimuat di SUARA edisi September Mid 2017, terbit 22 September 2017

Seorang BMI asal Jawa Tengah berinisial EH, kini harus jadi pesakitan Pengadilan Shatin setelah tertangkap basah jualan nasi bungkus di Tsuen Wan Park dekat Western Union.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.