loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Sepasang majikan di Singapura di laporkan ke Polisi oleh pembantunya sendiri karena telah melakukan penyiksaan seperti memukul kepala dan bokong serta memaksanya memakan muntahannya sendiri.

Moe Moe Than (29) TKW yang berasal dari Myanmar ini bersaksi di pengadilan melawan majikannya Tay Wee Kyat (39) dipengadilan negeri Distrik 25 september lalu.

Majikan setidaknya menghadapi 19 tuntutan diantaranya dengan sengaja menyakiti Than, bahkan pasangan ini telah bersekongkol untuk memaksa kedua pembantunya Than (Myanmar) dan Fitriyah (Indonesia) untuk saling memukul.

Sebagaimana dilaporlan laman yahoo Singapura, Maret tahun ini majikannya dijatuhi hukuman 2 tahun 4 bulan penjara dan 12 tuduhan lainnya yang juga menyebabkan TKW asal Indonesia, Fitriyah terluka dan berbohong pada Polisi.

Insiden tersebut terjadi antara bulan Juni dan Desember 2012. Pasangan tersebut mengajukan banding atas keyakinan dan hukuman mereka, dan masing-masing harus memberikan uang jaminan sebesar S$ 5.000 (Dollar Singapura ).

Berbicara melalui seorang penerjemah, Than menceritakan bahwa Chia telah mencambuk pantatnya, menamparnya, memukul kepalanya, dan memaksanya untuk hanya memakai bra dan celana pendek sebagai hukuman atas setiap kesalahan yang ia lakukan..
[ads-post]
Dalam satu kejadian, Chia tidak senang dengan Than karena tidak memberinya air secukupnya. Sebagai hukuman, Chia menyuruh pelayannya telanjang dan memotret dirinya. Chia menertawakannya dan menunjukkan foto itu kepada Fitriyah, tambah Than.

Sebelum Than dipulangkan ke Myanmar, Than mengatakan bahwa majikan perempuannya tersebut mengancamnya dengan mengatakan bahwa jika dia memberi tahu seseorang tentang pelecehan tersebut, Chia akan mempekerjakan seseorang untuk membunuh orang tuanya.

"Saya merasa sedih karena mereka memiliki uang dan mereka dapat melakukan apapun yang mereka inginkan."kata Than.

Pada bulan Desember 2012, Than kembali ke Singapura untuk mengajukan laporan polisi.

Than mengatakan bahwa dia tidak cukup tidur saat dia bekerja untuk pasangan tersebut saat jam istirahatnya dimulai dari pukul 12 malam sampai 5:30 pagi.

Than menambahkan bahwa dia tidak cukup makan. Dia diberi makan nasi dan air biasa untuk sebagian besar makanan, dan bahkan memakan kulit pisang jika dia kelaparan.

Ketika dia memberi tahu Chia tentang diberi sedikit makanan, Chia memberi makan campuran beras dan gula melalui corong. Setelah dia pergi ke toilet untuk muntah, Chia menyuruh Fitriyah membawa tas plastiknya, lalu menginstruksikan Than untuk muntah ke tas dan memakan muntahannya tersebut.

Than juga mengaku hanya diperbolehkan menggunakan toilet tiga kali sehari, dan akan dihukum jika dia menggunakan toilet lebih dari tiga kali.

Secara terpisah, Tay juga memukul Than dengan berbagai benda termasuk sapu dan tongkat.

Pertama kali, Tay memukul kepalanya berulang kali sampai dia berdarah dan memintanya untuk membersihkan darah yang telah menetes di lantai.

Dalam insiden lain, Tay menuduh Than memindahkan kain yang menutupi patung Buddha dari posisinya semula. Tay kemudian memintanya dan Fitriyah saling menampar 10 kali. Tay menyuruh mereka untuk sujud di depan altar Budha meskipun Than adalah seorang Kristen dan Fitriyah adalah seorang Muslim.

Kedua Buruh Migran tersebut juga diminta untuk melakukan hukuman serupa satu sama lain saat mereka tidak dapat menemukan dot anaknya.

Sidang yang diselengarakan pada 26 September 2017 kemarin, Tay dan Chia, yang diwakili oleh pengacaranya Wee Pan Lee, menghadapi hukuman penjara maksimal dua tahun atau denda sampai $ 5.000 karena secara sengaja menyebabkan kerugian bagi Than. SK

Sepasang majikan di Singapura di laporkan ke Polisi oleh pembantunya sendiri karena telah melakukan penyiksaan seperti memukul kepala dan bokong serta memaksanya memakan muntahannya sendiri.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.