loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Seorang TKW untuk bekerja diluar negeri harus sesuai dengan kontrak kerja yang ditulis dan adalah larangan keras untuk bekerja diluar kontrak kerja yang ditetapkan dalam surat kontrak kerja.

Sebagaimana yang dialami oleh Setyowati (29), seorang TKW asal Ponorogo yang bekerja di Hong Kong ini harus menginap di hotel prodeo selama 5 setengah bulan karena terbukti melanggar pernjanjian kontrak kerja tertulisnya.

Setyowati ditangkap imigrasi saat mencuci piring di restoran majikannya karena suruhan majikannya, bukannya bertanggung jawab, kini majikannya malah bebas tanpa terkena hukuman sedikitpun.

Kejadian ini sebenarnya sudah berlangsung setengah tahun yang lalu, namun hingga kini proses peradilanya masih belum selesai juga.

Sidang terakhir Setyowati beberapa hari yang lalu memutuskan kalau ia bersalah dan divonis 5 setengah bulan penjara. Usai sidang di Pengadilan Shatin (12/9).[ads-post]
Baca: Bantu Majikan Direstoran, Eh BMI Asal Ponorogo Ini Malah Ditangkap dan Dipenjara
Awal cerita Setyowati bekerja di restoran itu adalah karena adanya tawaran dari Dai Dai pada September 2016 lalu untuk membantu mencuci piring dengan bayaran HK$ 100 perharinya.

Wati yang kasihan melihat majikannya kewalahan sedemikian, akhirnya setuju untuk membantu cuci piring di restoran dengan upah HK$ 100. Namun BMI ini tak sadar jika ternyata petugas Imigrasi telah lama mengintai restoran majikannya tersebut.

Dai Dai ternyata sudah sering mempekerjakan pendatang illegal namun belum juga bisa dituntut ke pengadilan karena belum ada saksi yang kuat. “Kata Imigrasi, kalau aku mau jadi saksi (untuk kasus majikan), hukumanku sendiri natni bisa diperingan,” kata Wati.

Namun menjadi saksi berarti Wati harus menunggu Imigrasi menginvestigasi dan menyusun tuntutan melawan Majikan ke Pengadilan Distrik. Selama itu, Wati ditampung di shelter Christian Action. Dia juga tak boleh keluar dari Hong Kong dan tak boleh bekerja.

“Tapi sudah terlalu lama,aku nggak sanggup lagi nunggu,” kata Wati, berbisik. BMI ini akhirnya putus asa. Dia memilih membatalkan diri sebagai saksi melawan majikan, dan langsung mengaku bersalah telah melanggar visa buruh migran dan melakukan kerja illegal.

“Kamu tahu kan, kalau dengan batal jadi saksi menuntut majikanmu ini berarti kamu akan langsung divonis? Kamu memang telah membantu petugas menuntut majikanmu ke Pengadilan Distrik, tapi dengan kamu menarik diri jadi saksi, artinya majikanmu otomatis bebas karena kasusnya juga akan batal,” kata Hakim Winnie Law di sidang Pengadilan Shatin, Selasa, (12/9/2017). suaraHK

Seorang TKW untuk bekerja diluar negeri harus sesuai dengan kontrak kerja yang ditulis dan adalah larangan keras untuk bekerja diluar kontrak kerja yang ditetapkan dalam surat kontrak kerja.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.