DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Tingkat perceraian yang tinggi di Tulungagung dan didominasi oleh cerai Gugat yang dilakukan oleh mayoritas Tenaga Kerja Wanita (TKW) mendapat reaksi dari Buruh Migrant Indonesia Hongkong (BMIH) Tulungagung.

Heni Wulandari ketua BMIH Tulungagung mengingatkan agar para TKW berlaku setia dan introspeksi. "Sangat disayangkan, mereka mengganggap remeh sebuah pernikahan. Kenapa mereka tidak kembali pada tujuan dan niat meninggalkan suami," kata Heni melalui pesan WhatsApp.

Untuk mengurangi angka perceraian yang meningkat, menurutnya lebih baik pemerintah meningkatkan tersedianya lapangan pekerjaan dan upah yang maksimal di Kota Tulungagung. 

"Saya yakin, merantau meninggalkan keluarga, faktor ekonomi lah yang melatar belakangi. So, kalau ada banyak lapangan pekerjaan dan gaji yang lumayan, gak perlu lah merantau jauh, karena semua bisa tercukupi," tambahnya. 

Pembekalan tentang kewirausahaan untuk TKW dan TKI perlu di terapkan agar setelah pensiun nanti dapat mengembangkan apa yang sudah didapat dari luar negeri. 

"Kalau modal sudah cukup segera kembali ke tanah air dan ketika di luar negeri cari-cari ilmu tambahan yang mendukung untuk planing usaha kita nanti," paparnya memberi solusi. 

Pembekalan ini menurutnya secara otomatis akan membuat para eks TKW mempunyai ketrampilan yang berguna saat di luar negeri dan sepulang ke tanah air. 
[ads-post]
Angka perceraian di Kabupaten Tulungagung masih tergolong tinggi. Data yang masuk untuk pengajuan gugat cerai di kisaran 200-400 pengajuan baru tiap bulan. 

"Kebanyakan di daerah yang banyak TKI atau TKW nya, dan rangkingnya berubah-ubah," kata Wakil Panitera Pengadilan Agama Tulungagung, Suyono. 

Data dari bulan Januari hingga September disebutkan Januari 375 dan dinyatakan dikabulkan 248. Februari pengajuan masuk 267 dan dikabulkan 234, Maret 288,dikabulkan 278, April 300 dikabulkan 253, Mei 258 dikabulkan 310, Juni 146 dikabulkan 234, Juli 408 dikabulkan 248, Agustus 317 dikabulkan 349 dan September hingga tanggal 18 ini data masuk 175 dikabulkan 177 perkara.

"Kadang yang dikabulkan lebih banyak dari data masuk itu karena sisa data di tahun atau bulan sebelumnya," tambah Suyono. 

Dari yang dikabulkan itu terdapat permohonan lain diantaranya pengajuan poligami, izin kawin, penunjukan orang lain sebagai wali di pengadilan, perkara tentang harta bersama hingga dispensasi perkawinan. Namun lebih dari 90 persen terbanyak permohonan gugatan cerai talak dan cerai gugat. 

"Gugatan perceraian itu ada dua hal, cerai talak dan gugat. Dilihat dari data kebanyakan justru cerai gugat yaitu pihak istri yang menggugat suami," tambahnya. 

Motif perceraian sendiri menurut Suyono bervariasi, namun faktor ekonomi dan berubahnya gaya hidup sering menjadi alasan gugatan cerai diajukan. 

"Biasanya mantan TKW yang pulang dari Luar Negeri gaya hidupnya berubah drastis, mulai dari dandanan rambut hingga pergaulan di medsos. Kasus yang begini itu sering dibuka di cerai gugat, yang mana suaminya capek-capek bekerja justru istrinya main hp dan berhubungan dengan orang lain di hp itu," pungkasnya. 

Meski tergolong tinggi angka perceraian di Kota Marmer masih jauh di bawah daerah besar seperti Surabaya, Malang, Jember dan Banyuwangi. Untuk wilayah eks Karesidenan Kediri Tulungagung menduduki peringkat ke tiga setelah Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri. **times

Tingkat perceraian yang tinggi di Tulungagung dan didominasi oleh cerai Gugat yang dilakukan oleh mayoritas Tenaga Kerja Wanita (TKW) mendapat reaksi dari Buruh Migrant Indonesia Hongkong (BMIH) Tulungagung.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.