DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Sebuah program yang menawarkan pelatihan kejuruan untuk pekerja migran di Taiwan diluncurkan di Taipei pada hari Minggu kemarin (11/9), dengan tujuan membantu pekerja asing mempersiapkan skil setelah mereka kembali ke negara asal mereka. 

Sekitar 30 pekerja migran Indonesia menghadiri acara tersebut, sementara 15 lainnya menghadiri kursus e-commerce di Sekolah Tinggi Perdagangan dan Niaga KaiNan pada hari pertama program tersebut. 

Program Pusat Upskill Tenaga Kerja Global, yang diluncurkan oleh Global Workers 'Organization, Taiwan, sekarang menawarkan kursus 10 minggu, yang diadakan pada hari Minggu, dan memberikan sertifikat saat menyelesaikan pelatihan.

Kelas-kelas tersebut saat ini hanya ditawarkan kepada pekerja Indonesia, namun akan segera tersedia untuk orang Filipina dan Vietnam, terutama mereka yang akan segera kembali ke negara asalnya. 

Karen Hsu (徐瑞希), kepala Organisasi Pekerja Global, Taiwan, mengatakan bahwa inisiatif tersebut dimotivasi oleh keinginan untuk membantu pekerja asing perempuan memperluas keahlian mereka dan memperbaiki kesempatan hidup, namun juga terbuka untuk pekerja pria. 

Banyak pengasuh asing perempuan tidak pernah mendapat kesempatan untuk menerima pelatihan formal dan terpaksa meninggalkan keluarga mereka sehingga mereka bisa menghasilkan uang di luar negeri, kata Hsu kepada CNA.

"Jika kita memberi mereka beberapa pelatihan selama berada di Taiwan, mereka mungkin bisa mendapatkan pekerjaan saat mereka kembali ke negara asal mereka," kata Hsu, yang organisasinya memberi pekerja asing informasi dan layanan yang berhubungan dengan pekerjaan, pendidikan dan kehidupan di Taiwan. . 

Hsu mengatakan bahwa orang-orang yang menyelesaikan pelatihan juga dapat memulai bisnis atau bisnis mikro, atau bermitra dengan bisnis Taiwan di Indonesia, Filipina dan Vietnam. 

"Akan sangat disayangkan jika pekerja migran ini, dengan pengalaman melimpah mereka di Taiwan dan berbahasa Mandarin, harus kembali ke negara mereka sendiri tanpa prospek pekerjaan setelah bekerja rata-rata 3-4 tahun di Taiwan," katanya.
[ads-post]
Tari Sutarni, pengasuh Indonesia berusia 39 tahun yang telah bekerja di Taiwan selama lebih dari sembilan tahun, adalah salah satu pekerja yang terdaftar di kelas memanggang pada hari Minggu. 
Tari Sutarni (second from the left) and Dwi Tantri(third from the left)

Dia mengatakan kepada CNA bahwa dia berencana untuk membantu di ladang jagung keluarganya saat kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Ponorogo di Indonesia tahun depan. 

Dengan keterampilan memanggang dan kue kering, katanya, dia bisa membuat dan menjual kue di waktu luangnya. 

Dwi Tantri, seorang pengasuh Indonesia yang telah bekerja di Taiwan selama tujuh tahun, juga mengatakan bahwa keterampilan yang dipelajari dalam program pelatihan dapat dimanfaatkan dengan baik di Indonesia. 

"Kita bisa belajar banyak hal di sini," katanya. "Kita bisa membuka toko roti setelah kembali ke Indonesia," atau berbagi hidangan Taiwan dengan teman-teman di rumah.

"Saya sangat bersyukur untuk kelas ini, sangat membantu," kata Dwi, 49, yang berencana kembali ke Indonesia tahun depan. 

Namun, tidak semua pekerja migran yang ingin mengikuti kelas mampu melakukannya. 

Farid M., promoter of the Indonesian government's Exit Program di Taiwan, mengatakan bahwa beberapa pengusaha tidak mengizinkan pekerja mereka untuk hadir. 

Dia meminta majikan Taiwan untuk belajar lebih banyak tentang program tersebut dan mengizinkan pekerja mereka untuk mengikuti program pelatihan tersebut. 

Para pekerja ini bisa menjadi "bridges to Taiwan" setelah mereka kembali ke Indonesia, "katanya.

Pemerintah Indonesia telah secara aktif mempromosikan "exit programs" atau program pelatihan profesional, untuk membantu pekerja migran yang kembali melakukan transisi ke pekerjaan terampil. 

Hsu mengatakan bahwa organisasinya berencana untuk menawarkan lebih banyak kursus, termasuk program online, dan untuk memperluas pelatihan ke kota Taichung dan Taoyuan juga. 

Dia mendesak bisnis Taiwan yang menarik saat mengetuk pasar Asia Tenggara untuk menghubungi organisasinya untuk mendiskusikan kesempatan untuk bekerja sama dalam program pelatihan. 

Sebuah program yang menawarkan pelatihan kejuruan untuk pekerja migran di Taiwan diluncurkan di Taipei pada hari Minggu kemarin (11/9), dengan tujuan membantu pekerja asing mempersiapkan skil setelah mereka kembali ke negara asal mereka. 

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.