loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Masih ingat kasus Pria India yang juga melibatkan BMI di Singapura yang melakukan bisnis rentenir, meminjamkan uang dengan bungan 20% perbulannya kepada BMI? Baca: Bisnis Rentenir ke Para TKW Dengan Bungan 20%, Pria India Ini Akhirnya Ditangkap Polisi.

Keduanya ditangkap polisi Singapura pada 4 September 2017 lalu. KT (31) ditangkap di sebuah pusat perbelanjaan disepanjang Paya Lebar Road.

"Penyelidikan awal menunjukkan tersangka, seorang warga negara India, telah mengeluarkan pinjaman sebesar sekitar $ 26.000 kepada lebih dari 30 pembantu rumah tangga dan pekerja asing dengan bunga 20%(dua puluh persen) per bulan" kata polisi.

"Pihak berwenang menerima informasi tentang aktivitas tersangka tersebut di daerah Katong Tanjong pada bulan Agustus lalu", kata SPF. 

Polisi lalu melakukan penjebakan terhadap KT untuk memperkuat bukti. Setelah ditahan setidaknya 3 hari, KT menemui seorang klien dengan didampingi oleh Polisi.

KT membuat janji dengan seorang BMI berinisial "S" untuk bertemu di tempat tyang sudah dijanjikan.

S yang akan menyicil hutangnya ditemani oleh Y, BMI yang menjadi kekasih KT sekaligus ikut berperan menjalankan bisnis haram ini sebagai pencari mangsa. 

Dalam peristiwa tadi malam, Polisi langsung menangkap kedua BMI tersebut untuk diperiksa dan dikembangkan.

Dari hasil pengembangan, Polisi menyampaikan temuannya bahwa KT telah lebih dari 2 tahun menjalankan bisnis ilegal peminjaman uang dengan bunga yang sangat tinggi.  KT mematok bunga 20% kepada setiap nasabahnya. 

Sejak pertama ditangkap, KT sudah buka mulut dihadapan polisi, bahwa dia tidak seorang diri. KT menyebut, usahanya tidak akan bisa berjalan tanpa Y. Sebab, keseluruhan peminjam uang mereka adalah pekerja asal Indonesia di Singapura.
[ads-post]
"Polisi berhasil menyita uang tunai sekitar S$ 3.000, kartu ATM, token bank Internet DBS dan telepon genggam ", kata polisi.

Atas tindakan ini, Polisi menetapkan KT dan Y sebagai tersangka. Mereka bisa terancam hukuman pidana penjara maksimal 4 tahun penjara dengan denda maksimal S$300.000 ditambah dengan hukuman cambuk sebanyak 7 kali.

"Polisi telah mengamati bahwa pekerja asing, termasuk pembantu rumah tangga asing, meminjam uang dari para rentenir tanpa izin karena berbagai alasan, seperti berada dalam kesulitan keuangan atau untuk membantu teman mereka menyelesaikan hutang dengan rentenir tanpa izin lainnya," kata polisi.

"Para pekerja asing yang berprofesi ganda sebagai rentenir ini mengiklankan jasa keteman-teman atau melalui iklan SMS pinjaman ilegal, "katanya.

Polisi mendesak para Pekerja Migran untuk menjauh dan tidak bekerja dengan jasa peminjaman uang ilegal lainnya.

Pekerja asing yang terlibat dalam kegiatan semacam itu akan "ditangani dengan tegas di bawah undang-undang kami dan pekerja mereka akan dicabut", tambah polisi.

Anggota masyarakat yang menduga ada orang yang terlibat dengan pemberian pinjaman dapat menghubungi hotline X-Ah Long di nomor 1800-924-5664.

Masih ingat kasus Pria India yang juga melibatkan BMI di Singapura yang melakukan bisnis rentenir

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.