loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Pengadilan Singapura memutuskan bahwa seorang wanita berusia 56 tahun bersalah pada jum'at lalu (29/9) atas 12 tuduhan yang dilayangkan kepadanya, salah satu tuduhannya adalah menyerang TKW asal Indramayu Indonesia dengan palu dan senjata lainnya antara bulan Juni hingga Desember 2012 lalu, dimana korban menderita cacat permanen.

Zariah Mohd Ali kini menghadapi 12 tuduhan dimana ia telah menyebabkan luka serius pada Khanifah (37) TKW asal Indramayu Jawa Barat, serta tuntutan lainnya berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Asing sebagaimana dilaporkan oleh Lianhe Wanbao.

Dia dinyatakan bersalah atas 12 tuduhan, termasuk memukul mulut dan kepala Khanifah dengan palu, menabok telinga kirinya dengan tiang bambu, menikam bahu kirinya dengan gunting dan dengan paksa mematahkan jari kelingkingnya.

Suaminya yang berusia 58 tahun, Mohamad Dahlan, juga dihukum karena memukul kepala Khanifah dengan gagang penggorengan.
[ads-post]
Zariah mulai memarahi dan memukul pekerja rumah tangganya setelah Khanifah mulai bekerja untuknya di rumah Perumahan Pengembangan di Woodlands Street. Saat Zariah marah, terkadang dia melemparkan pisau ke pembantu atau menyemprotkan detergen di matanya.

Khanifah hampir terbunuh dua kali dengan palu, dengan dua giginya pecah dan dua lainnya lepas. Dia pernah dihantam palu di belakang kepalanya, tapi hanya diberi pembalut untuk menghentikan perdarahannya.

Ketika Khanifah pergi berbelanja dengan putri majikannya, dia diperintahkan untuk memakai lengan panjang untuk menutupi memarnya. Dia disembunyikan di toilet saat pertemuan majikannya dengan teman-temannya. Dia tidak dapat menghubungi keluarganya karena teleponnya dikunci oleh majikannya.

Pada bulan Desember 2012, agen tenaga kerja diberitahu tentang kasus Khanifah. Zariah dan suaminya setuju untuk memberi kompensasi kepada pekerja rumah tangga dengan nilai S $ 15.580 (US $ 11.450) tapi hanya membayar S $ 2.000.

Khanifah kemudian dikirim kembali ke negara asalnya dan dirawat di rumah sakit selama 15 hari. Dia mengalami kerusakan permanen pada berbagai bagian tubuhnya. Pasangan tersebut akan dijatuhi hukuman pada 23 November 2017 nanti.

Lamanya proses hukum di Singapura....!

Pengadilan Singapura memutuskan bahwa seorang wanita berusia 56 tahun bersalah pada jum'at lalu (29/9) atas 12 tuduhan yang dilayangkan kepadanya, salah satu tuduhannya adalah menyerang TKW asal Indramayu Indonesia dengan palu dan senjata lainnya antara bulan Juni hingga Desember 2012 lalu, dimana korban menderita cacat permanen.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.