loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Hubungan gelap memang enak karena selain tidak jelas juga kerap menjadi sasaran para lelaki yang tidak suka bertanggung jawab.

Seperti yang dialami oleh ST (26), selama suaminya menjadi TKI di Malaysia, ia sering berhubungan dengan tetangganya hingga menghasilkan anak yang tak diharapkan.

Anak tersebut ditelantarkan oleh ibunya sendiri karena ibunya takut ketahuan telah selingkuh selama ditinggal suaminya menjadi TKI.

Kapolsek Bayan Iptu I Made Sukadana mengungkapkan, polisi bergerak cepat untuk menemukan pelaku dan pelaku ditemukan adalah ST yang merupakan warga Dusun Lendang Mamben Desa Anyar Kecamatan Bayan.

Hasil interogasi, FT melahirkan bayi jenis kelamin perempuan itu Selasa (3/10) sekitar pukul 05.00 Wita di  kampung halamannya di Lombok Timur.

Bayi itu langsung dibawa ke rumah Inaq Marni (40) di Dusun Mandala Desa Bayan melalui ibu kandung FT bernama Inaq Fitri (70).

Modus penyerahan anak ini agar bisa diadopsi oleh Inaq Marni. Sebab sebelumnya Marni sudah berpesan, ketika bayi itu lahir langsung akan diadposi.

Kehamilan FT sudah diketahui oleh family Inaq Marni yang kebetulan tinggal satu kampung dengan pelaku. Sehingga ketika FT melahirkan, Marni sanggup menerimanya.

“Keluarga Inak Marni mengetahuinya. Jadi waktu melahirkan langsung di bawa ke sana. Inak Marni mau menerima bayi itu karena tidak punya anak,” jelas Kapolsek.

Kepada polisi FT mengaku jika penelantaran darah dagingnya itu dilakukan dengan terpaksa, untuk menghilangkan jejak aib. Karena anak itu lahir di luar hubungan sah pernikahan.

“Kami berhasil menangkap pelaku di rumahnya langsung tanpa mengelak mengakui perbuatannya,” ungkap Kapolsek,.
[ads-post]
Pelaku sendiri tak lain sudah memiliki suami yang saat ini mengadu nasib merantau menjadi TKI di Malaysia, nyaris tiga tahun lamanya.

Selama ditinggal  suaminya, FT sering pulang ke kampungnya di Lombok Timur. Di sana dia bertemu seorang pria usia 50  tahun, satu kampung dengannya.  “Dua pasangan  ini sering bertemu,” katanya sesuai keterangan pelaku.

Selama masa kehamilan, pelaku tidak pulang ke rumahnya di Lombok Utara, karena tidak ingin aib itu diketahui oleh suaminya.

“Selama hamil, sebagian besar masyarakat tidak tahu, karena pelaku sering menggunakan pakaian besar yang menutupi perutnya. Tapi ada sebagian kecil yang mengetahui,” bebernya.

Ketika  pelaku melahirkan, akhirnya menyerahkan anaknya ke Inak Marni tanpa diperkuat dasar hukum.

Atas perbuatannya, pelaku tetap dipidana sesuai pasal 76 ayat (d) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2017 tentang Perlindungan Anak dengan ganjaran hukum selama lima tahun penjara.

“Ini tetap masuk perkara penelantarana anak, karena apa yang mesti dilakukan seorang ibu tidak dilakukan oleh pelaku. Sedangkan teman hubungannya bisa diproses apabila suami pelaku keberatan dan melaporkannya ke aparat kepolisian,” pungkasnya. | kicknewstoday

Hubungan gelap memang enak karena selain tidak jelas juga kerap menjadi sasaran para lelaki yang tidak suka bertanggung jawab.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.