SUARABMI.COM - Biaya berangkat ke Taiwan sebagai TKI Formal memang sangat mahal beberapa waktu lalu sebelum akhirnya ditutup pemerintah untuk menstabilkan harga.

Besarnya biaya ini juga dirasakan Yeni (30) salah satu warga Ponorogo yang mempunyai niat memberangkatkan suaminya ke Taiwan 2 tahun lalu agar perekonomian keluarga semakin oke.

Tahun 2013 lalu Yeni sebelumya berangkat terlebih dahulu ke Hong Kong untuk mencarikan modal suaminya ke Taiwan.

Di Hong Kong Yeni menjaga 4 anjing manjikannya hingga suatu waktu ia digigit anjing majikannya disiang hari, karena sepi lantas ia tak dapat penanganan secara langsung.

Karena gigitan itu, Yeni terkena rabies dan sempat kritis namun akhirnya sembuh dan bisa bekerja normal kembali.
[ads-post]
Tahun 2015 lalu Yeni pulkam dan gantian suaminya yang merantau ke Taiwan. Namun beberapa bulan suaminya di Taiwan, ia mulai merasakan keanehan.

Kecurigaan Yeni kepada Muhid suaminya berlanjut hingga masa potongan habis. Mahmud selalu berbelit jika ditanyai kiriman bahkan ia tak bisa kirim sama sekali walaupun potongan sudah habis.

Ternyata kecurigaan Yeni terbukti. Tahun kedua semua terbuka melalui media sosial dimana Mahmud ternyata berhubungan dengan janda asal Magetan Jawa Timur.

Janji-janji manis yang dulu akan memulangkan hasil kerja pun sirna karena adanya wanita baru itu hingga membuat Yeni gigit jari.

Mengetahui hal ini, Yeni dibingungkan oleh keadaan dimana ia ingin bercerai namun kasihan dengan orang tua Mahmud yang menderita stroke dan jantung yang bisa tewas ketika mendengar hal ini namun bila tidak bercerai, ia harus menderita diduakan dan tidak dinafkahi.

Biaya berangkat ke Taiwan sebagai TKI Formal memang sangat mahal beberapa waktu lalu sebelum akhirnya ditutup pemerintah untuk menstabilkan harga.

loading...
Powered by Blogger.
close