SUARABMI.COM - Pria asal Taichung, Taiwan, bernama Hsieh, mendapat potongan hukuman atau remisi atas kasus pemerk0saan dan penganiayaan yang ia lakukan pada Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia.

Dilansir dari laman atimes.com, Hsieh yang awalnya dijatuhi hukuman 9,5 tahun penjara dipotong menjadi 8 tahun penjara.

Seperti diberitakan The Liberty Times, Hsieh dilaporkan ke polisi setelah video tindak asusilanya kepada seorang TKW yang tak diketahui identitasnya beredar di media sosial.

Pada video berdurasi sekitar lima menit, Hsieh yang bertelanjang dada memaksa si TKW untuk berhubungan badan dengannya.
[ads-post]
Hsieh terbukti melakukan 10 kali tindak asusila dengan dua kali penganiayaan pada si TKW. Pelaku juga diminta untuk membayar uang kompensasi maksimal senilai Rp 157 juta. Remisi yang diterima oleh Hsieh ini pun membuat sejumlah publik tak terima.

Beberapa warganet terkejut karena masa hukuman terlalu singkat. "Hanya 8 tahun? Dia seharusnya hidup saja di penjara, sudah memperk0sa 10 kali. Sungguh bejat, uang pun tak bisa membayar rasa sakit korban," tulis seorang netter, Jane Dabon.

"Kenapa terlalu singkat? Kekerasan dibayar dengan uang untuk menutup kasus?" tulis Jhet Tion Wu.

Pria asal Taichung, Taiwan, bernama Hsieh, mendapat potongan hukuman atau remisi atas kasus pemerk0saan dan penganiayaan yang ia lakukan pada Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia.

loading...
Powered by Blogger.