SUARABMI.COM - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat Korea Selatan menjadi negara favorit calon Tenaga Kerja Indonesia yang menginginkan bekerja di luar negeri. “Kalau dari peminatnya, Korea Selatan itu luar biasa karena gajinya,” kata Heryadi Agah, Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI, di Bandung.

Heryadi mengatakan, program penempatan tenaga kerja kerjasama antar negara yang dikelola BNP2TKI itu menunjukkan banyaknya peminat. Tiga tahun terakhir misalnya, pendaftar TKI yang berminat bekerja di Korea Selatan lewat kerjasama program antar pemerintah menembus 30 ribu orang pelamar.

Dia mencontohkan, tahun 2015 misalnya saat dibuka pendaftaran perekrutan, calon TKI yang melamar menembus 38 ribu orang. Tahun 2016 pendaftaran ditutup karean kuota pekerja Indonesia di sana dianggap relatif masih banyak.
[ads-post]
“Tahun ini ada 2016 ini dari pendaftaran online ke Korea, awalnya kita pesimis karena waktunya hanya 6 hari. Ternyata yang daftar itu 31 ribu orang lebih, padahal kuotaya hanya 5.200 orang,” kata Heryadi.

Menurut Heryadi, Korea Selatan jadi favorit karena gajinya yang tinggi. Upah minimum Korea Selatan tahun 2017 misalnya mematok 1.375 Won, setara Rp 16 juta per bulan. “Artinya tidak ada gaji di bawah itu. Dari salinan perjanjian kerjaya ada yang dibayar Rp 18 juta sampai Rp 20 juta per bulan. Itu ‘takehome-pay’, dengan lembur bisa mendapat Rp 30 juta per bulan,” kata dia.

Heryadi mengatakan, Korea Selatan juga tidak mematok persyaratan berat. Pendidikan minimal SLTP pun masih diterima. “Dengan persyaratan tidak terlalu berat, tapi bisa membawa ‘takehome-pay’ per bulan Rp 30 juta. Cukup lulusan SLPT, tidak perlu ahli, karena di sana akan di orientasi, dididik, didampingi, syaratya harus bisa bahasa Korea,” kata dia.

Pekerja Indonsia di Kroea Selatan sejak tahun 2004 sampai 2016 seluruhnya berjumlah 69.418 orang. Mayoritas berasal dari penempatan lewat jalur BNP2TKI berjumlah 63.477 orang. Korea Selatan membuka kuota tahun ini untuk Indonesia berjumlah 5.200 pekerja di sektor manufaktur dan yang sudah ditempati sejak Januari hinga Maret 2017 baru 647 orang.

Tap karena ketatnya persaingan, untuk menjadi TKI Korea tidaklah mudah semudah menjadi TKI di Taiwan, Malaysia atau Timor Tengah.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat Korea Selatan menjadi negara favorit calon Tenaga Kerja Indonesia yang menginginkan bekerja di luar negeri. “Kalau dari peminatnya, Korea Selatan itu luar biasa karena gajinya,” kata Heryadi Agah, Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI, di Bandung.

loading...
Powered by Blogger.