SUARABMI.COM - Konsul Jenderal Indonesia di Hong Kong, Tri Tharyat, mengatakan bahwa perbedaan sikap terhadap 'unggahan foto dan video anak (momongan)  hanyalah perbedaan budaya antara Hong Kong dan Indonesia.

Tri Tharyat menanggapi pertanyaan media lokal menyusul penangkapan seorang pekerja rumah tangga berusia 28 tahun asal Indonesia yang diduga menyiarkan video berdurasi 17 menit di Facebook untuk dirinya sendiri dengan memandikan tiga anak tel@njang berusia antara enam dan delapan tahun pada hari Jumat lalu.

Dalam sebuah pernyataan untuk menanggapi pertanyaan dari surat kabar Hong Kong, Tri Tharyat mengatakan: "Ada perbedaan budaya antara Hong Kong dan Indonesia dalam mengungkapkan cinta pada anak orang lain, misalnya mencium atau memeluk anak-anak."

Bagi orang Indonesia, bukan masalah besar untuk memasang gambar atau video anak tel@njang di kamar mandi, lanjuntya
[ads-post]
Konsul jenderal tersebut mengakui bahwa undang-undang di Hong Kong menghargai "hak privasi" lebih tinggi dan bahwa memposting gambar atau video seseorang tanpa izin atau persetujuan mereka dapat menjadi ilegal.

Dia mengatakan konsulat jenderal akan membantu pekerja rumah tangga yang ditangkap dan akan melakukan kontak dekat dengan polisi Hong Kong. Dia juga mendesak warga negara Indonesia di Hong Kong untuk tidak mengambil dan memposting gambar atau video anak tanpa izin.

Namun pernyataan Tri Tharyat tersebut dibantah langsung oleh Elizabeth Quat, anggota parlemen dari Aliansi Demokratik dimana menurutnya hak privaci anak harus dilindungi dan tidak diumbar seperti itu. Dia juga meminta diplomat tersebut mengklarifikasi intervensinya.

Quat juga mengingatkan pengusaha bahwa mereka harus menghormati privasi pekerja rumah tangga dan tidak memasang peralatan pengawasan apapun di kamar mandi atau di kamar pelayan mereka.

Konsul Jenderal Indonesia di Hong Kong, Tri Tharyat, mengatakan bahwa perbedaan sikap terhadap 'unggahan foto dan video anak (momongan) hanyalah perbedaan budaya antara Hong Kong dan Indonesia.

loading...
Powered by Blogger.
close