SUARABMI.COM - Seorang TKW yang bekerja di Hong Kong ini menolak untuk memperpanjang kontrak dengan majikannya lantaran alasan kesehatan, namun penolakan itu ternyata berujung paksaan untuk bekerja diluar nalar sebelum selesai masa kontraknya.

Karena pemaksaan dari majikannya itu, TKW yang berasal dari Philipina itu akhirnya jatuh sakit menderita TBC.

TKW yang bernama Waren B itu pada September lalu bilang kepada majikannya untuk tidak memperpanjang kontrak karena kesehatannya.

Majikannya kemudian mulai meningkatkan beban kerjanya, mengatakan kepadanya bahwa dia harus menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum tidur.

Hampir setiap hari, dia tidak bisa tidur sampai jam 3 pagi dan harus bangun beberapa jam kemudian. Waktu paling awal dia bisa tidur jam 11 malam. Dia menjadi lelah karena beban kerja yang berat dan kurang tidur.
[ads-post]
Pada tanggal 15 Oktober, seorang rekan kerja rumah tangga melihat Warren mengalami kesulitan bernafas, batuk sering dan demam tinggi. Dia membawa Warren ke Rumah Sakit Queen Mary, tempat dokter mendiagnosisnya dengan TBC.

Setelah menderita demam tinggi dan batuk selama 10 hari, dia dipindahkan ke Rumah Sakit Grantham di Aberdeen pada tanggal 25 Oktober. Dia berada di rumah sakit sampai kesehatannya membaik.

Dia menerima perawatan medis selama sebulan dan akhirnya dapat meninggalkan rumah sakit tersebut pada 14 November. Dengan kontrak kerja sekarang berakhir, dia akhirnya bisa kembali ke rumahnya di Cebu di Filipina.

Di Hong Kong, pengusaha atau karyawan diwajibkan memberikan pemberitahuan satu bulan (one month notice) jika mereka ingin mengakhiri kontrak kerja atau kontrak akan segera berakhir.

Seorang TKW yang bekerja di Hong Kong ini menolak untuk memperpanjang kontrak dengan majikannya lantaran alasan kesehatan, namun penolakan itu ternyata berujung paksaan untuk bekerja diluar nalar sebelum selesai masa kontraknya.

loading...
Powered by Blogger.
close