SUARABMI.COM - Sebutlah namanya Mae (44), TKW Indonesia ini harus mendekam dipenjara selama 9 minggu karena ketahuan jualan minuman di Victoria Park pada perayaan Idul Fitri lalu. Mae mengaku pasrah dengan keputusan pengadilan yang memvonisnya 9 minggu penjara.

Kesialan Mae yang telah 17 tahun bekerja di Hong Kong ini terjadi pada Idul Fitri, 25 Juni 2017. Usai shalat ied berjemaah di Lapangan Rumput Victoria Park, Mae bersiap-siap untuk makan bersama 8 orang teman-teman sesama BMI di bawah pohon palem dekat lapangan bola. Mae yang bertanggungjawab untuk menyediakan air minum untuk kelompok, akhirnya meminjam kereta dorong berwarna biru dari seorang BMI temannya untuk pergi membeli air.

Mae lalu pergi ke kereta dorong di dekat air mancur di Victoria Park untuk membeli 10 botol air minum berukuran 500 ml dan 2 botol minuman teh merek Joy Tea. Mae membeli air minum itu seharga HK$ 4 per botol, sementara 2 botol Joy Tea akan disimpan untuk dibawa sebagai oleh-oleh untuk 2 anak majikan yang diasuhnya di rumah.

Namun saat menggerek kembali kereta berisi minuman untuk kembali, Mae disapa sekelompok BMI yang tengah duduk-duduk makan nasi bersama. Mereka rupanya ingin membeli 4 botol air minum yang dibawa Mae di kereta tersebut. “Saya dikira jualan, karena biasanya orang jualan bawa-bawa kereta tarik seperti itu,” kata Mae saat bersaksi di depan pengadilan.

Mae menyatakan merasa kasihan melihat para BMI tersebut usai makan namun tak punya air minum. Dia menyatakan hanya mengambil 4 dari 12 botol air minum yang barusan dibelinya itu untuk diberikan kepada para BMI tersebut.

Namun para BMI tersebut lantas memaksa ingin memberi HK$ 32 sebagai uang pengganti air minum itu. “Katanya (para BMI-Red), biasa harganya HK$ 8 per botol, jadi saya terima,” kata Mae.

BMI yang telah bekerja 17 tahun di Hong Kong inipun menerima uang tersebut dan memasukkan ke dalam kantong baju gamisnya. Mae tak sadar jika dari tadi gerak-geriknya telah diamat-amati oleh seorang petugas dari Cultural and Leisure Departement, Hong Kong.
[ads-post]
Petugas bermarga Lai tersebut segera mendekati dan menuduh Mae jualan air. Lai pula yang lalu menelepon Imigrasi Hong Kong sehingga tak berapa lama datang 6 petugas untuk membawa Mae ke kantor Imigrasi di Kowloon Bay. Kereta tarik serta 6 botol air minum dan 2 botol joy tea yang ada di dalamnya ikut disita sebagai barang bukti.

Saat di kantor Imigrasi Hong Kong, Mae sempat mengaku bersalah dan menandatangani surat pengakuan tersebut. Pada kalimat baris kelima di surat pengakuan tersebut, Mae menuliskan bahwa dirinya telah menjual 4 dari 12 botol air minum yang dibelinya HK$ 4 per botol, dan dijual lagi HK$ 8 per botol. Di surat pengakuan itu, Mae mengaku bersalah dan minta agar diberi kesempatan kedua. Surat pengakuan itu lantas ditandatangani di setiap lembarnya.

“Saya bilang kalau tidak jualan air, tapi katanya (penerjemah dan petugas Imigrasi-Red) mau bantu, jadi saya mau saja tanda tangan surat (pengakuan bersalah-Red),” kata Mae.

BMI tersebut semula tak mengira kasusnya akan dimajukan ke pengadilan dan akan dibebaskan setelah diberi peringatan saja. Saat kasusnya berlanjut, Mae akhirnya berusaha mencabut surat pernyataan bersalah itu. Didampingi pengacara dari Legal Aid, Mae berbalik menyatakan diri tak bersalah,  dan harus menjalani sidang final pada 26 dan 27 Oktober 2017.

Namun di sidang, upaya MM dan pengacara pembela untuk mencabut surat pengakuan bersalah di Kantor Imigrasi Hong Kong tersebut akhirnya gagal.

Hakim Winnie Law akhirnya memutuskan untuk lebih mempercayai argument pengacara bahwa Mae sebenarnya memang jualan. Selain sempat mengaku bersalah di Kantor Imigrasi, Hakim Law menganggap kesaksian Mae untuk membuktikan sebenarnya dirinya tak menawari atau berjualan air di Victoria Park adalah bohong. Ini karena di kantong geretan yang dibawa Mae untuk membeli air tersebut ditemukan barang bukti 12 botol air minum dan 2 botol joy tea. Jadinya, Mae seperti benar-benar telah membeli beraneka ragam air minum dan teh untuk dijual kembali.

Hakim Law pada sidang akhir 8 November 2017 akhirnya memutuskan bahwa Mae bersalah dan harus menjalani hukuman penjara selama 9 minggu. | suaraHK

Sebutlah namanya Mae (44), TKW Indonesia ini harus mendekam dipenjara selama 9 minggu karena ketahuan jualan minuman di Victoria Park pada perayaan Idul Fitri lalu. Mae mengaku pasrah dengan keputusan pengadilan yang memvonisnya 9 minggu penjara.

loading...
Powered by Blogger.
close