SUARABMI.COM - Untuk pertama kalinya, tiga pekerja rumah tangga perempuan memenangkan semua hadiah utama dalam Kompetisi Puisi Pekerja Migran keempat pada hari Minggu di Galeri Nasional di Singapura.

Kompetisi yang dimulai pada tahun 2014 ini sebagian besar didominasi oleh pekerja migran laki-laki Bangladesh.

Namun, kompetisi tahun ini peserta wanitanya mmebludak setidaknya dari 107 peserta, 80% diantaranya adalah TKW dari berbagai negara.

Deni Apriyani (27) seorang pekerja rumah tangga Indonesia, meraih posisi pertama dengan hadiah S $ 500 (US $ 370) dengan puisi berbahasa Inggrisnya yang berjudul "Further Away," yang mengangkat tema tentang pernikahannya yang KDRT. Dia mengatakan bahwa dia terinspirasi untuk menulis puisi tersebut setelah bertemu dengan orang asing di kota asalnya, Indramayu, Jawa Barat.
[ads-post]
Tempat kedua diberikan kepada seorang pekerja rumah tangga Filipina bernama Naive L Gascon untuk puisi bahasa Inggrisnya yang bertajuk "And Again", yang mengangkat tema tentang kecintaannya terhadap laut.

Fitri Diyah, seorang pekerja rumah tangga Indonesia, meraih posisi ketiga dengan sebuah puisi dalam bahasa Indonesia yang berjudul "Minggu Pagi di Paya Lebar."

Kompetisi tahun ini memiliki 107 peserta dari tujuh negara termasuk Indonesia, Filipina, Bangladesh dan Myanmar.
[youtube src="vQ4wbf581xA"/]

Untuk pertama kalinya, tiga pekerja rumah tangga perempuan memenangkan semua hadiah utama dalam Kompetisi Puisi Pekerja Migran keempat pada hari Minggu di Galeri Nasional di Singapura.

loading...
Powered by Blogger.