SUARABMI.COM - Baru - baru ini kasus seseorang menghancurkan barang mainan yang harganya cuman 450 ribu viral lantaran bea cukai mematok denda untuk biaya SNI senilai 7 hingga 8 juta rupiah.

Dalam keterangan tertulisnya, Dirjen Bea Cukai menyatakan mainan Faiz terpaksa dikembalikan atau dimusnahkan karena tak dilengkapi dengan dokumen SNI. Namun mainan seharga Rp 450 ribu itu akhirnya dihancurkan sendiri oleh Faiz. "Atas inisiatif sendiri (Faiz)," ujar pihak Bea Cukai dalam akun resminya.

Kasus ini membuat BMI yang lagi mudik ke Indonesia ketar-ketir akan mengalami nasib yang sama. Kebiasaan membawa mainan dari luar negeri untuk anak-anak mereka pun terancam tak bisa dilakukan.
[ads-post]
Ketua Asosiasi Mainan Indonesia (AMI), Sutiadji Lukas mengungkapkan, masalah terkait kewajiban sertifikasi SNI bagi produk mainan sangat banyak, mulai dari definisi detail soal jenis mainan hingga operasi pasar yang kerap dilakukan kepolisian terhadap produk lokal yang sudah mengantongi SNI.

Adapun jumlah maksimal mainan tidak kena SNI adalah 5 buah jika dibawa sendiri melalui pesawat sebagai barang bawaan. Jika lebih dari 5, maka wajib mengurus SNI terlebih dulu. Sedangkan untuk mainan yang dikirim melalui jasa pengiriman, jumlah maksimal tidak kena SNI adalah 3 buah.

Untuk mainan yang dikirim, ada aturan batasan waktu yaitu selama 30 hari. Jika dalam kurun waktu 30 hari pembeli mendapat kiriman mainan lagi, maka mainan tersebut wajib kena SNI meski jumlahnya di bawah 3.

Baru - baru ini kasus seseorang menghancurkan barang mainan yang harganya cuman 450 ribu viral lantaran bea cukai mematok denda untuk biaya SNI senilai 7 hingga 8 juta rupiah.

loading...
Powered by Blogger.