SUARABMI.COM Pemerintah Kabupaten Karawang tidak main-main membersihkan kota berjuluk lumbung padi itu dari praktik rentenir. Terlebih lagi, banyak rentenir berkedok koperasi atau perorangan datang ke kampung-kampung dengan mematok bunga tinggi.

Demikian disampaikan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat ditemui di Gedung Singaperbangsa, Kompleks Kantor Pemkab Karawang, Jumat (26/1/2018).

Tekad tersebut dibuktikan dengan dikeluarkannya Surat Edaran No. 660.2/67/Dinkop/I/2018 yang ditujukan kepada semua camat, kepala desa, para pelaku usaha perbankan, dan koperasi yang beroperasi di wilayah Kabupaten Karawang.

"Surat edaran ini saya buat setelah kami melakukan kajian bahwa praktik rentenir yang marak hingga masuk ke pelosok pedesaan," kata Cellica.

Menurut Cellica, larangan praktik rentenir dikeluarkan lantaran banyak koperasi atau perorangan secara terang-terangan mendatangi masyarakat hingga pedesaan dan mematok bunga tinggi.
[ads-post]
"Kami prihatin karena yang menjadi nasabahnya warga miskin yang membutuhkan uang," ujar politisi Partai Demokrat itu.

Menurut dia, sudah banyak anggota masyarakat yang menjadi korban sehingga hidup mereka bertambah miskin. Sebab, harta bendanya dijual untuk menutupi utang. Parahnya lagi, kata Cellica, kebanyakan TKI asal Karawang yang bermasalah bekerja di luar negeri untuk membayar utang rentenir.

"Mereka nekat menjadi TKI ilegal, yang penting bisa bayar utang. Pada gilirannya kami pemerintah daerah yang ikut direpotkan," ucap Cellica.
Selain membuat repot masyarakat, maraknya praktik rentenir juga menjadi beban Pemkab Karawang. "Makanya kami tidak bisa lagi kompromi dengan praktik rentenir, pokoknya harus hilang dari Karawang," tuturnya.    

Pemkab Karawang akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memberantas rentenir. Dia juga sudah menginstruksikan semua camat dan kepala desa untuk aktif memberantas rentenir.

"Saya sudah bicara dengan Bapak Kapolres dan beliau sangat mendukung rencana kita ini," katanya.

Cellica mengancam akan mencabut izin koperasi yang menjalankan praktik rentenir di Karawang. Saat ini, kata dia, ada tim khusus dari dinas koperasi yang akan mengevaluasi koperasi-koperasi simpan pinjam yang menjalankan praktik rentenir.

"Cukup banyak juga koperasi hanya dijadikan kedok untuk menjalankan praktik rentenir. Makanya akan kami evaluasi. Setelah kami temukan bukti ada koperasi menjalankan praktik rentenir, akan kami cabut izinnya dan dilarang beroperasi di Karawang," ujarnya. | kompas

Pemerintah Kabupaten Karawang tidak main-main membersihkan kota berjuluk lumbung padi itu dari praktik rentenir. Terlebih lagi, banyak rentenir berkedok koperasi atau perorangan datang ke kampung-kampung dengan mematok bunga tinggi.

loading...
Powered by Blogger.