SUARABMI.COM - Mulai 1 januari 2017 tahun lalu, Konsul Jenderal RI, Tri Tharyat mengumumkan pemberlakuan mekanisme perpanjangan kontrak kerja baru antara Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong dengan majikan yang sama secara mandiri tanpa melalui agen dan PPTKIS ("kontrak kerja mandiri").

Menurut beberapa BMI yang telah mencoba melakukan proses ini, tidak ada kesulitan saat mengurus kontrak mandiri. Selain itu juga biaya yang ringan daripada bergabung dengan agen.

Namun ternyata permasalahan kini kembali muncul. TKW yang melakukan kontrak mandiri tidak bisa melanjutkan proses pindah majikan jika kontrak sudah selesai.

[ads-post]
Hal ini sebagaimana dialami oleh Yani, ia mencoba memakai kontrak mandiri namun setelah akan selesai kontrak dan akan melakukan proses pindah majikan, ternyata di tolak oleh KJRI Hongkong.

"Saya telah jadi korban kontrak mandiri yg di adakan oleh kjri. Ternyata setelah kontrak mandiri usai, kita tidak boleh proses ganti majikan meskipun finish kontrak. Kita harus pulang indo dan memulai darinol lagi. Ini berarti kontrak mandiri hanya mempersulit kita para bmi" Cetus Yani kepada redaksi suarabmi.com, sementara ia tak mau pulang karena jika pulang harus proses dari awal lagi.

Namun jika ditilik dari aturan yang tertuang dalam mekanisme kontrak mandiri memang hanya memperbolehkan pada satu majikan saja dan bukan pindah majikan. 'Mekanisme ini hanya diberlakukan bagi perpanjangan kontrak kerja dengan majikan yang sama setelah berakhirnya kontrak kerja selama 2 (dua) tahun.'

Sementara pihak KJRI Hongkong belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi terkait hal ini.

Mulai 1 januari 2017 tahun lalu, Konsul Jenderal RI, Tri Tharyat mengumumkan pemberlakuan mekanisme perpanjangan kontrak kerja baru antara Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong dengan majikan yang sama secara mandiri tanpa melalui agen dan PPTKIS ("kontrak kerja mandiri").

loading...
Powered by Blogger.
close