SUARABMI.COM - Demo pekerja migran di Taipei minggu (7/1) kemarin diikuti oleh ribuan pekerja dengan berbagai tuntutan khususnya untuk kesetaraan sektor informal.

Diantara tuntutan itu adalah adanya Hak libur pasti bagi TKW/PRT, adanya kesamaan gaji, dimasukkannya informa ke undang-undang, diberikannya hak suara jika ada pembahasan tentang pekerja migran, kenaikan gaji dan jam kerja yang pasti serta penghapusan agensi.

Banyak yang berharap semau tuntutan itu dikabulkan oleh pemerintah Taiwan, namun dari kalangan BMI sendiri masih ada pro dan kotran terkait aksi demo ini.

Seorang TKI Taiwan yang mempunyai akun facebook Grandong Hadi Sutejo yang kemarin tidak bsia hadir dalam demo, mengajak kepada teman-temannya untuk melakukan demo susulan besar-besaran jika tuntutan demo 71 kemarin tidak dikabulkan.
[ads-post]
"Mulai Pingtung sampai Taipei, asal semua berangkat pasti langsung di sahkan, kalau gak percaya ayo kita coba..." Tulisnya diakun media sosialnya.

Kemduian ia melanjutkan, "pokok nunggu keputusan demo tadi siang minggu 7 Januari, kalau tidak disahkan....ayohlah pada kompak bareng bareng mangkat setiap para PRT mulai kenting sampe TAIPE" Tulisnya.

Ia juga mengatakan kalau pekerja migran harus nekad melawan, karena kalau tidak melawan pasti diinjak-injak. "PRT manusia bukan mesin" Katanya.

TKI yang tak bisa ikut demo karena menurut pengakuannya sedang sakit ini juga membandingkan Hongkong dengan Taiwan.

"lihatlah peraturan dinegara hongkong, semua berlaku karna kekompakan mereka para PRT hongkong yang rela berbondong bondong ber demo dalam satu barisan kepanasan kehujanan demi memanusiakan manusia" Tulisnya

Berikut adlah postingannya yangs udah dibagikan ratusan kali.

Demo pekerja migran di Taipei minggu (7/1) kemarin diikuti oleh ribuan pekerja dengan berbagai tuntutan khususnya untuk kesetaraan sektor informal.

loading...
Powered by Blogger.