SUARABMI.COM - Berikut adalah aneka ragam kejahatan dan pelanggaran yang sudah masuk di pengadilan Hong Kong. Termasuk pencurian dan pelanggaran 'kecil' lainya. ada kasus yang 'menggelikan' jika tidak 'lucu'. Baca sampai tuntas :)

Di Shatin Magistrate, Kamis, 8/2 mengadili Dewi Ernawati dengan kasus nomor STCC2957/2017 dengan dakwaan pelanggaran undang-undang keimigrasian.

Jum'at, 09/2 , Pengadilan Negeri Shatin mengadili Wiwin Rudianingsih terdakwa melanggar undang-undang keimigrasian. Nomor kasus STCC1749/2017

Selasa 13/2 Pengadilan negeri Shatin juga mengadili kasus nomor STCC190/2018 dengan terdakwa Umaeroh, terdakwa pelanggaran imigrasi.

Persidangan terhadap tiga terdakwa tersebut masih sedang berjalan pada level tuntutan. Dalam perkembanganya akan masuk pada level 'pembelaan'.

Di Pengadilan Negeri Eastern ( Eastern Magistrate) Jum'at 9/2 mengadili kasus nomor ESS2266/2016 dengan terdakwa bernama 'Saryatun Sarman'. Didakwa akibat perbuatanya "Menyeberang Jalan 15 Meter dari Zebra Cross". (Menyeberang bukan pada tempat yang disediakan).
[ads-post]
Saryatun "ditangkap" pada tahun 2016 dan baru disidang pada tahun ini. :)

Nah, bersiap-siaplah bertele-tele jika tidak merasa salah. Jika Saryatun merasa salah saat ditangkap, maka sebenarnya dapat segera membayar denda, karena pelanggaran sejenis itu merupakan hukuman 'denda' atau 'fine'. Jika tidak membayar denda, bisa-bisa dihukum penjara beberap hari/minggu/bulan.

Kasus pencurian didakwakan kepada Risky Hardianti dengan nomor kasus KTCC2514/2017. Risky didakwa melakukan pencurian dua items barang. Dia diadili di Pengadilan Tingkat Pertama (Magistrate) Kwun Tong pada Jum'at 09/2 yang lalu.

Pemeriksaan terhadap Riski Hardianti belum selesai, masih sedang berjalan.

Jum'at 9/2 memang hari mengerikan, di Pengadilan Negeri (Magsitrate) Tuen Mun seorang bernama Tri Indah Mawarti juga diadili dengan dakwaan mencuri empat items barang. Kasusnya bernomor TMCC2910/2017 dan masih dalam taraf pemeriksaan terdakwa.

Demikian pula Pengadilan Negeri West Kowloon, Jum'at 9/2 di ruang sidang nomor 9 di lantai 6 yang dipimpin oleh hakim Mr. LAM Tsz-hong, mengadili kasus nomor WKCC5961/2017 Yeni Dwi Lestari dengan dakwaan pencurian.

Nasib buruk menimpa Eri Purwati Binti Imam Purwanto yang menjadi terdakwa karena "Tidak Patuh Lampu Merah Penyeberangan Jalan". :) Tertangkap pada tahun lalu (2017) dengan nomor kasus KCS25618/2017. Sidangnya tidak cukup satu kali, dan belum selesai. :)

Sedangkan di West Kowloon besok, Selasa 13/02 akan mengadili Sumanto Chandra, dengan nomor kasus WKCC5639/2017 dengan dakwaan memiliki/menyimpan dan atau mengedarkan, narkoba. Sidangnya masih dalam taraf 'pemeriksaan'.

Ditulis oleh KindoHK

Berikut adalah aneka ragam kejahatan dan pelanggaran yang sudah masuk di pengadilan Hong Kong. Termasuk pencurian dan pelanggaran 'kecil' lainya. ada kasus yang 'menggelikan' jika tidak 'lucu'. Baca sampai tuntas :)

loading...
Powered by Blogger.