SUARABMI.COM Pada persidangan kasus penganiayaan majikan terhadap BMI HK asal Ngawi 'Erwiana tahun 2015', Tutik Lestari Ningsih adalah juga salah saksi korban perilaku jahat 'mantan majikanya' Law Wan Tung.

Pada persidangan itu, Law Wan Tung divonis penjara enam tahun.

Dalam perkembanganya, bulan lalu Erwiana memenangkan gugatan 'perdata' melawan law Wan Tung. Pengadilan memutuskan Erwiana mendapat ganti kerugian immateriil sebesar HK$809.430 dari mantan majikan yang kini menjadi nara-pidana.

Penganiayaan terhadap Tutik secara gradual terjadi antara 19 April 2010 sampai dengan 30 maret 2011, sekitar setahun sebelum Erwiana bekerja pada Law Wan Tung.

Jum'at 09/02, Tutik di persidangan menceritakan kembali 'siksaan' yang dialaminya selama bekerja di apartemen Law Wan Tung di kawasan Tai Kok Tsui.

Dia menggambarkan bagaimana mantan majikanya itu memukulinya menggunakan benda seperti penggaris, kain pembersih dan lap bulu juga membogem dengan tangan kosong. Siksaan itu merupakan hukuman terhadap Tutik yang dianggap lalai dalam bekerja, tertidur waktu kerja, pekerjaanya dianggap tidak benar.

Kepada pengadilan Tutik juga mengatakan bahwa dia tidak diizinkan keluar sendiri dan dilarang berhubungan dengan dunia luar. Bekerja tanpa hari libur, tidak boleh mengakses telepon ataupun internet.

"Law Wan Tung mengancam akan membunuh saya dan keluarga saya di Indonesia jika saya memberi tahu seseorang tentang penganiayaan tersebut," kata Tutik melalui seorang penerjemah kepada hakim.
[ads-post]
Pada bulan Desember 2010 dia dipukuli oleh majikanya itu karena berniat break kontrak. Tutik mengaku trauma, ketakutan dan tidak berani mengangkat maslah ini ke permukaan sehingga terjadinya kasus yang menimpa Erwiana. Dalam sidang ini Tutik didampingi kuasa hukumnya, Tony Ko.

Pengacara pembela Law Wan Tung, Ching Ming-yu berpendapat bahwa Tutik sedang menciptakan bukti dalam upayanya untuk memperkuat klaim gugatan perdata terhadap klienya. Pengacara pembela Law Wan Tung mengatakan bahwa yang disampaikan oleh Tutik itu sudah pernah dipersaksikan dalam sidang 'kasus Erwiana', tidak ada hal yang baru.

Ching Ming Yu juga mengungkapkan bukti bahwa kliennya telah memberi obat untuk merawat luka Tutik, dan klienya 'bernbaik hati' merayakan hari ulang tahun Tutik di apartemen Law Wan Tung di tahun 2011.

Terungkap di pengadilan, bahwa perayaan 'Happy Birth Day' Tutik di apartemen Law Wan Tung, menurut Tutik hanya 'foto' sandiwara. Setelah Tutik difoto sambil berpose (bergaya) membawa cake ultah, cake ultah tersebut diminta kembali dan dibadog Law Wantung sendiri.

Saat ini tentu saja Tutik telah pulih sepenuhnya dari luka fisiknya, tanpa meninggalkan bekas.

Hakim Pengadilan tingkat pertama (magistrate) Liu Man-kin akan menggelar sidang lagi pada hari Rabu depan. | KindoHK

Dianiaya Majikan Tahun 2010/ 2011, Tutik TKW Indonesia Ini Menggugat di Tahun 2018

loading...
Powered by Blogger.