SUARABMI.COM - Banyaknya permasalahan yang dialami oleh BMI di Hongkong dari mereka yang melakukan calling visa dan direct hiring dan maraknya iklan di media masa Hongkong, KJRI Hongkong menghimbau BMI untuk tidak melakukan calling visa.

KJRI Hongkong mengeluarkan himbauan ini karena maraknya penawaran calling visa akhir-akhir ini melalui media sosial.

Berikut surat edaran dari KJRI Hongkong.

KJRI Hongkong menemukan beberapa iklan di media masa berbahasa Indonesia di Hongkong yang menjual atau menawarkan jasa direct hiring atau calling visa bagi para WNI yang ingin bekerja di Hongkong. KJRI menekankan kembali bahwa proses penempatan ini tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
[ads-post]
KJRI menghimbau agar para WNI yang ingin bekerja di Hongkong mengikuti prosedur perekrutan dan penempatan yang telah ditetapkan yaitu melalui PPTKIS. Hal ini akan memberikan perlindungan yang memadai bagi para WNI sejak awal perekrutan, keberangkatan sampai dengan mulai bekerja di Hongkong. Para calon pekerja migran Indonesia juga akan mendapatkan berbagai pelatihan sebagai bekal saat mereka bekerja.

Tidak adanya pembekalan ketrampilan dan berbagai informasi penting lainnya bagi BMI yang bekerja secara direct hiring atau calling visa menjadikan BMI tersebut rentan terhadap berbagai permasalahan seperti overcharging, perdagangan orang dan berbagai permasalahan lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut terkait prosedur perekrutan dan penempatan BMI di Hongkong, Fungsi ketenagakerjaan KJRI Hongkong dapat dihubungi di nomor telepon 36510218 atau email @ naker@cgrihk.com

KJRI Larang BMI Hongkong Calling Visa dan Direct Hiring, Ini Alasannya

loading...
Powered by Blogger.
close