SUARABMI.COMMantan Buruh Migran Indonesia (BMI) Taiwan, Maizidah Salas (41), bikin film menarik tentang perdagangan manusia (Human Trafficking) berjudul “Impian Negeri Berkabut.”

Film yang selesai digarap pada Desember 2017 lalu ini, adalah hasil kerja sama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Wonosobo. Hal itu diutarakan Ketua SBMI Wonosobo, Maizidah Salas, dalam diskusi di Kantor Kementerian PPPA, Jumat kemarin (2/2/2018)

“Sangat konkret yang dilakukan oleh KPPPA terutama pada pencegahannya. Kalau dulu kita hanya dengan ngomong, orang cepat lupa dan cepat bosan,” ujar Maizidah di Kantor Kementerian PPPA, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2018).
[ads-post]
Soal bikin film, ini bukan kali pertama Salas lakukan, sebelumnya sebuah film berjudul “Rindu Utami” juga dibuat berdasarkan kisah nyata BMI asal Wonosobo. Melalui film, Salas berharap kepada kaum perempuan Indonesia yang berniat untuk bekerja ke luar negeri mendapatkan informasi yang cukup perihal ber migrasi.

“pesan ini sangat mudah diterima masyarakat, sehingga mereka, ketika akan bekerja ke luar negeri itu sudah punya gambaran. Oh berarti saya bekerja ke luar negeri itu tidak melalui calo dan lain sebagainya,” tutup Maizidah.

Selain menjadi produser film, mantan BMI yang dikarunai anak kembar ini, juga ikut main dalam kedua film tersebut. Film “Impian Negeri Berkabut” akan diluncurkan pada tanggal 15 Februari 2018 mendatang di Jakarta.

Mantan Buruh Migran Indonesia (BMI) Taiwan, Maizidah Salas (41), bikin film menarik tentang perdagangan manusia (Human Trafficking) berjudul “Impian Negeri Berkabut.”

loading...
Powered by Blogger.
close