SUARABMI.COM - Berbagai upaya masih terus dilakukan agar dua TKI asal Majalengka bebas dari eksekusi mati di Arab Saudi. Kedua TKI itu yakni Tuti Tursilawati warga Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji, dan Eti Rohaeti warga Cidadap, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka.

Pihak keluarga berharap pemerintah melobi Arab Saudi agar hukuman mati itu bisa ditiadakan. “Ya kami hanya harap begitu. Pemerintah, melalui Bapak Presiden, kami berharap ada keringanan hukuman,” kata Engkoy, kakak kandung Eti Ruhaeti.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Majalengka juga terus memantau perkembangan informasi terkait nasib Tuti dan Eti. “Kami terus mencari informasi, memantau perkembangan informasi dengan pemerintah pusat melalui Kemenlu,” terang Kepala Bidang Pengawasan dan Ketenagakerjaan Drs Sangap Sianturi.
[ads-post]
Sebenarnya, sambung Sianturi, kedua TKI ini tinggal menunggu eksekusi. “Karena sudah inkracht. Kami pesimis soal nasib keduanya karena berbagai upaya sudah ditempuh oleh semuanya. Karena hukum di sana jauh berbeda seperti di Indonesia,” ujarnya kepada Radar.

Menurutnya, hukum di negara manapun tidak bisa diintervensi. Seperti kasus narkoba di Indonesia beberapa waktu lalu, ada narapida yang langsung dieksekusi. Di Arab Saudi, sambung dia, harus ada pengampunan dari pihak keluarga. Atau membayar uang dalam jumlah yang cukup banyak.

Dikatakan Sianturi, sudah tiga presiden mengupayakan agar Tuti dan Eti bebas. Tapi tetap tidak ada jalan keluar.   Pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena Disnakerin hanya bisa memfasilitasi ketika ada pengaduan kasus TKI bermasalah. “Soal jalur hukum para TKI, ada akses lain. Yaitu oleh Kemenlu,” tuntasnya.

Seperti diketahui, Eti dan Tuti divonis hukuman mati di Arab Saudi. Dalam prosesnya, Eti bisa bebas dari eksekusi mati asal membayar uang Rp105 miliar. Sementara Tuti tak dimaafkan keluarga majikan atau ahli waris. Keduanya dituduh melakukan pembunuhan terhadap majikan masing-masing. Eti dituduh telah bersekongkol dengan tenaga kerja lain dari India, meracuni majikan mereka hingga meregang nyawa. Sedangkan Tuti divonis membunuh sendiri majikannya.

Vonis mati terhadap Eti dan Tuti kembali mengemuka setelah Minggu (18/3) lalu Arab Saudi mengeksekusi TKI asal Bangkalan, Madura, Muhammad Zaini Misrin. Eksekusi atas Zaini membuat Indonesia mengajukan protes karena dilakukan tanpa pemberitahuan. |radarcirebon

2 TKW Ini Akan Dihukum Mati, Orang Tua Berharap Presiden Membantu Membebaskan

loading...
Powered by Blogger.