Aku adalah mantan TKW Taiwan dan ini adalah rumah tanggaku yang kedua. Rumah tanggaku yang pertama berakhir lantaran suamiku yang seorang polisi meninggal dan aku mencoba lagi membina rumah tangga setelah sebelumnya aku juga bekerja di Taiwan 3 periode.

Aku sudah dua tahun menikah dengan suamiku yang sekarang, sebelum menikah dia adalah TKI Saudi.

Hubungan kami awalnya baik-baik saja tak ada badai menerpa hingga suatu saat karena keinginan suami yang tinggi inginmembeli sawah dan lainnya, ia berniat ke Taiwan.

Awalnya aku ragu namun karena rumah tanggaku baik-baik saja akhirnya aku mengamini niat suami dan membiayai dia ke Taiwan dengan uang pensiunan suami pertamaku yang sejatinya untuk anak-anak yatim.

Sebulan hingga 2 bulan pertama baik-baik saja namun menginjak bulan ketiga, suamiku sudah mulai susah dihubungi dengan alasan sinyal jelek, padahal mana mungkin di Taiwan sinyal jelek, secara aku sudah 3 periode bekerja di Taiwan.

Bahkan pada bulan ke - 3 itu semua aplikasiku di blokir, segala cara aku tempuh hingga habis biaya banyak namun hasilnya nihil hingga aku putuskan untuk pergi ke Taiwan lagi untuk memperbaiki rumah tanggaku.

Parahnya suamiku tak peduli dengan uang untuk keberangkatannya, tak mau tahu kalau uang itu uang anak yatim.

Selama 7 bulan di Taiwan, satu NT pun tak pernah ia mengirimkan pulang, alih-alih untuk membayar hutang, menafkahi akupun tidak.

Akhirnya setelah aku tiba di Taiwan dan mendatangi pabrik suamiku di Taichung, aku jadi tahu kenapa dia bisa berubah seperti itu.
[ads-post]
Waktu itu pas lebaran Idul Fitri, aku ijin bosku 2 hari dengan alasan menjenguk suami yang sakit, aku nginap di mes suamiku yang kebetulan ada mes ceweknya, aku tidur disana.

Namun suamiku tak ada di mes, aku menunggu dan menunggu hingga aku dipanggil mandor pabrik dan agensi, namun setelah aku jelaskan mereka bisa mengerti dan memahamiku.

Ternyata suamiku suka bermain wanita di sana, setiap libur tak pernah pulang karena menemani pacar-pacarnya yang ganti-ganti.

Setelah aku bertemu dengan mandor dan agennya serta dirinya, dia berjanji akan mengembalikan semua uang tanggungannya  sampai lunas yan tadinya 60 juta menjadi 100 juta.

Namun ternyata janji suamiku itu hanya isapan jempol belaka, dari sejak saat itu hingga saat ini ia hanya mengirimkan 11 ribu NT saja tak lebih.

Kini aku tak lagi mengharapkan suamiku, namun aku hanya berharpa ia mengembalikan semua hutang-hutangnya, karena itu harta anak yatim.

Suamiku bernama Sunardi berasal dari Bojonegoro, aku sendiri bernama Ropikoh. Semoga Sunardi yang telah memblokir semua aplikasiku membaca berita ini dan adaniat baik untuk mengembalikan hutang-hutangnya.

Janji Tinggal Janji, Suamiku Menghianatiku di Taiwan Setelah Mengecap Nikmatnya Taiwan

loading...
Powered by Blogger.
close