SUARABMI.COM - Kesedihan Jiah (60) warga RT 01 RW 5 dusun Jatibanggi Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat tak bisa disembunyikan. 

Istri dari Saki (65) itu mengaku malu dan terpukul dengan pembongkaran rumah anaknya memakai buldozer karena masalah keluarga yang tidak bisa diselesaikan baik-baik. 

"Anak saya ke Taiwan (TKW) sudah 1,5 tahun. Dulu dia juga pamit dan dapat izin dari suaminya (Sumar) baik-baik. Entah apa masalahnya kok cerai dan tidak bisa didamaikan," cerita Jiah di rumahnya. 

Dirinya bersama keluarga mengaku telah meminta bantuan pihak desa agar rencana pembongkaran rumah tidak jadi dilaksanakan. Namun rupanya usahanya tidak berhasil. 

"Pak Yahman (Kades) bahkan sudah menghubungi anak saya di Taiwan, rumahnya tidak usah dibongkar. Kan bisa untuk anaknya kelak," katanya memakai bahasa Jawa. 

Usaha yang dilakukan kepala desa tidak berhasil, entah siapa yang sulit dimediasi, Jiah mengaku tidak tau. 

"Saya benar-benar tidak tau, siapa yang sulit dituturi (nasehati), sebelum membongkar pakaian anak dan suami saya yang ada di rumah itu dibawa kemari dengan karung dan katanya segera mau dibongkar," lanjut Jiah sambil tak kuasa menahan air mata 
[ads-post]
Merasa tidak kuat melihat pembongkaran rumah anaknya, Jiah mengaku memilih pergi dari rumah dan tinggal sementara di rumah anaknya yang berada di Campurdarat. 

"Saya pilih mengungsi, saya tidak kuat melihat rumah yang dibangun dan sudah dikeramik itu dibongkar dengan buldozer," jelasnya 

Sumar, menantunya tinggal bersama satu anaknya yang duduk di kelas VII SMP dan merupakan pekerja serabutan yang juga ikut menjadi kuli angkut ikan di depan rumahnya sendiri. 

Rumah yang dibongkar juga hanya terletak jarak satu rumah dari rumah Jiah yaitu tepat Barat rumah anak satunya (kakak Asih). 

"Kita sudah berusaha mendamaikan, melakukan mediasi agar dibicarakan lagi. Tapi ternyata keduanya sudah sepakat membongkar rumah itu," kata Kepala Desa Tanggung, Suyahman

Suyahman mengaku tidak tau persis ihwal perceraian keluarga Sumar dan Asih, namun dirinya hanya tau jika semenjak merantau ke Taiwan, istri Sumar mengurus surat cerai dari Luar Negeri. 

"Masalah cerai tidak tau persis, tapi saya pernah menghubungi Asih dan ternyata memang sepakat membongkar rumah yang dibangun dari hasil mereka berdua," jelas Yahman 

Kades Tanggung itu hanya pernah mendengar cerita jika Sumar takut setelah bercerai, rumah akan ditempati oleh Asih bersama suaminya kelak. 

"Karena kakaknya juga pernah seperti itu, Kakaknya dulu juga bercerai, namun rumah dari suami yang dulu sekarang ditempati bersama suami yang baru," jelas Kades. 

Kini rumah itu telah rata dengan tanah. Seluruh material dan isi rumah telah diangkut pergi. Dari Postingan Video di akun yang merupakan milik Asih (Wiasaih Asih), dirinya memposting dua video pembongkaran rumahnya dengan statusnya. 

"buat kawan" seperjuangan q'moga" nasib kalian tidak seperti nasib yg kualami.. "

Tak Kuasa Rumah Anaknya Dibuldozer Menantu, Ibu TKW Taiwan Ini Pilih "Mengungsi", Begini Curhatnya..

loading...
Powered by Blogger.