SUARABMI.COM - Dalam meningkatkan pelayanannya, Ditjen Imigrasi yang bekerjasama dengan Kemenaker dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), kini mereka meningkatkan pengawasannya untuk yang ingin mendapatkan paspor. Terutama bagi Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI).

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno, pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah daerah yang memiliki banyak TKI maupun CTKI.

"Kegiatan serupa dilakukan juga di Mal Pelayanan Publik yang dibangun oleh KemenPAN-RB yang menyatukan pelayanan keimigrasian," ujarnya, Kamis (19/4).

Menurutnya kini, pihaknya memiliki beberapa strategi yang telah diimplementasikan. Pertama, ia akan lebih berhati-hati terhadap para pemohon yang mengajukan permohonan tanpa melalui prosedur yang benar. 

"Kantor Imigrasi akan melakukan penundaan pemberian paspor terhadap calon TKI yang datang tanpa melalui prosedur yang benar," tambahnya.

Kedua, Agung menambahkan, keimigrasian akan meningkatkan perlindungan untuk CTKI. Terutama untuk mereka yang sudah memiliki paspor.  "Biasanya, para CTKI tersebut menggunakan modus dengan menggunakan fasilitas BVK (Bebas Visa Kunjungan)," ujarnya. 
[ads-post]
Dengan peningkatan pengawasan ini, Ditjen Imigrasi berhasil mencegah banyak penyalahgunaan prosedur. Misalnya, sejak 2017 hingga April 2018 saja, Ditjen Imigrasi berhasil menunda 7.793 permintaan paspor yang menyalahi prosedur.

Sedangkan untuk penundaan keberangkatan di periode yang sama, Ditjen Imigrasi mencatat ada sekitar 1.087 orang yang keberangkatan ditunda karena menyalahi prosedur. "Ini merupakan bentuk kepedulian Ditjen Imigrasi. Agar CTKI terlindungi dari upaya perdagangan manusia," tambahnya.

Akibat  inovasinya ini, menurut Agung, Ditjen Imigrasi mendapat pernghargaan HASSAN WIRAYUDA AWARD dari Kementerian Luar Negeri pada 2017 lalu.

Ditempat yang berbeda, Kantor Imigrasi Kelas I Mataram meresmikan media center, Rabu (18/4) lalu. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Barat (NTB), Sevial Akmily, menyambut baik peresmian media center ini. Baginya, ini bisa menjadi sarana mempererat hubungan dengan media. 

Sebab baginya, media akan menjadi pusat informasi masyarakat soal keimigrasian kelas I Mataram.
Senada dengan Sevial, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Dudi Iskandar, saat ini media memiliki peranan penting, yakni sebagai jembatan informasi dalam penyampaian informasi kepada publik.

"Teman-teman media bisa memanfaatkan tempat ini untuk mengirimberita jika ada kegiatan di tempat kami, sehingga berita bisa langsung diproses untuk tayang," ujar Dudi. | kumpran

Lindungi TKI, Ditjen Imigrasi Perketat Permintaan Pembuatan Paspor - Semakin Susah Jadi TKI dan Susah Cari Kerja Dinegeri Sendiri

loading...
Powered by Blogger.
close