SUARABMI.COM  - Dalam pembahasan yang telah lalu, telah diutaran bahwa puasanya orang yang tidak shalat adalah ditolak, setelah artikel itu banyak yang membaca, kini timbul pertanyaan lain yaitu bagaimana jika sudah shalat, puasa tapi tiap hari bermain daging babi? Apa berpengaruh dalam shalat dan puasanya?

Jawabannya sangat berpengaruh untuk shalat jika dalam membersihkan diri setelah pegang daging babi tidak sesuai dengan tuntutan Islam dan adapun untuk puasa tidak akan membatalkannya selama syarat dan rukun puasa terpenuhi. Berikut penjelasannya.

Daging babi itu haram dimakan buat umat Islam. Dan bukan sekedar haram dimakan, daging babi juga benda najis level tinggi (mughalladzah).

Allah SWT telah menegaskan hal ini pada banyak ayat Al-Quran, salah satunya adalah ayat berikut ini:
[ads-post]
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disebut selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah: 173)

Dari sisi kenajisan, para ulama meletakkan najis babi ini setara dengan najis air liur anjing. Keduanya dianggap sama-sama najis berat. Kita katakan najis berat, karena cara mensucikan secara ritualnya memang terbilang berat. Yaitu dengan cara mencucinya dengan air sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan tanah.

Cara pensucian ini kami katakan berbentuk ritual, bukan semata-mata masalah kebersihan atau kesehatan pisik. Meski najis babi itu anda cuci dengan alkohol dan beragam jenis sabun anti septic, secara nilai di sisi Allah najisnya belum hilang. Karena ritualnya tidak terpenuhi.

Sebenarnya ritual pembersihan najis mughalladzah ini secara dalil milik air liur anjing yang masuk ke dalam suatu wadah air. Rasulllah SAW perintahkan untuk mencuci wadahair yang sempat diminum anjing sedemikian rupa. Lalu oleh para ulama, ditarik kesimpulannya bahwa demikianlah cara mensucikan najis berat, tidak terbatas hanya pada air liur anjing saja. Maka najis babi, karena termasuk najis berat, cara mensucikannya sama.

Dalil tentang keharusan mencuci najis berat dengan air 7 kali dan salah satunya dengan tanah adalah hadits berikut ini:

Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sucinya wadah air milik kalian yang diminum anjing adalah dengan mencucinya pakai air tujuh kali, salah satunya dengan tanah." (HR Muslim)

Kalau kita lihat dari sudut pandang keberlakuan suatu hukum, maka seorang muslim seperti para TKI yang bekerja di negeri kafir yang umumnya penduduknya makan babi, tidak berdosa bila bekerja pada bidang yang ada kaitannya dengan babi. Yang penting anda sendiri tidak memakannya. | referensi: berbagai

Sudah Shalat, Puasa Tapi Masih Pegang Daging Babi, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasannya

loading...
Powered by Blogger.
close