SUARABMI.COM - Banyak pekerja termasuk pekerja Indonesia yang menghabiskan waktu libur mereka ditaman Tsui Sha Tsui Kwoolon Park Hongkong dengan bergerumul bahkan bernyanyi bersama menggunakan pengeras suara dan microfon.

Hal yang dianggap biasa oleh para pekerja ini ternyata menganggu warga setempat dan oleh karenanya banyak warga yang melaporkan mereka ke otoritas Hongkong atas perilaku mereka.

Setiap akhir pekan ada lebih dari 100 TKW yang menghabiskan waktu libur mereka dengan menggunakan musik yang bising untuk latihan menari, karaoke atau sekedar berjoget bersama.

Tak hanya itu, bahkan beberapa orang juga terlihat minum minuman keras dan merokok padahal didalam taman tersebut ada larangannya.

Dalam pantauan Oriental Daily, setidaknya ada 4 pengeras suara dilengkapi dengan layar monitor untuk berkaraoke, dimana hal ini telah mengubah taman menjadi tempat karaoke.
[ads-post]
Menurut seorang wartawan yang sengaja mendengarkan suara lantunan musik, kekerasan suara musik dari alat karaoke mereka mencapai 88 desibel dan saat dibarengi dengan suara dari microfon bisa mencapai 93,5 desibel, sungguh keras sekali.

Dalam tingkat kenormalan suara yang dapat diterima oleh telingan dengan baik berkisar antara 40 sampai 80 desibel, dimana suara diatas 80 desibel dapat menganggu dan menyebabkan hilangnya pendengaran sementara kalau tidak segera di obati.

Kwan Sau-ling, anggota Dewan Distrik Yau Tsim Mong, menerima sejumlah keluhan atas polusi suara di dalam taman. Beberapa warga juga khawatir tentang keamanan publik di distrik tersebut.

Law Wai-yan, manajer Hong Kong Bird Watching Society, mengatakan kebisingan yang dihasilkan oleh pengeras suara akan mempengaruhi spesies burung yang hidup di dalam taman.

Seorang pejabat Departemen Layanan Hiburan dan Budaya mengatakan bahwa menurut Undang-undang Layanan Kesehatan Umum dan Kota, orang-orang dapat bernyanyi dan menari di dalam tempat rekreasi dan staf tidak akan melakukan intervensi jika tidak menimbulkan gangguan.

Pejabat itu menambahkan bahwa Minggu lalu, staf telah mengeluarkan peringatan lisan tiga kali kepada satu kelompok bahwa musik mereka terlalu keras.

Taman Kwoolon di Hongkong Sering Dijadikan Ajang Karaoke dan Bermusik Saat Liburan Akhir Pekan Oleh Pekerja, Warga Hongkong Murka dan Lapor ke Otoritas Karena Mereka Merasa Terganggu

loading...
Powered by Blogger.
close