SUARABMI.COM - Pekerja Migran Indonesia (PMI) korban pelecehan seksual oleh majikan mulai bersuara. Sani (bukan nama sebenarnya-red), Pekerja Rumah Tangga (PRT) asal Indonesia di Hong Kong, selama 1,5 tahun terpaksa bekerja dalam kondisi was-was karena majikannya kerap melakukan pelecehan s*ksual terhadap dirinya.

"saya ngga bisa ngapa-ngapain, cuma bisa nangis, saya ngga berani lapor” ujar Sani sebagaimana dilansir suara.

Sani, bekerja di Hong Kong lagi setelah bernasib sial pada kontrak pertamanya 2013 lalu. Setelah masuk kembali pada tahun 2014, dimajikan baru nya ini, Sani bekerja lebih dari 3 tahun. Pelecehan s*ksual yang dialaminya itu dimulai setelah dirinya menandatangani  kontrak yang kedua.
[ads-post]
“Awalnya alasan minta tolong dibajunya bagian dada kotor sambil memperagakan ke saya, saya tolak tangannya, lama kelamaan dia menggoda sambil merangkul dari belakang, akhirnya megang-megang bagian intim, saya cuma bisa nangis” terang Sani.

Tidak hanya sekali, majikan Sani melakukan hal itu hampir setiap pekan sekali, selama 1,5 tahun. Korban sudah berulang kali menyatakan keberatannya dengan perlakuan itu, dan sempat melawan namun hal itu tetap terjadi.

“saya sampai gulung-gulung dilantai karena mau melawan, dan mengancam akan pergi, namun dia malah meluk saya, sampai akhirnya dia berhenti sendiri. Dia besar, saya kecil, saya ndak bisa apa-apa” ujarnya

Majikan Sani bukan pria lajang, sudah berkeluarga dengan 1 anak, sementara majikan perempuan jarang dirumah.

Menurut Sani, majikannya berani melakukan hal itu karena merasa sudah membantu Sani dalam hal keuangan, terutama jika PRT itu sedang ada kebutuhan mendesak.

“Saya merasa, dia berani begini karena sudah membantu saya. Soalnya dia sebenarnya pelit, dan ini pun dihitung hutang” katanya.

Bantuan keuangan yang diberikan oleh majikannya merupakan hutang yang harus dibayar melalui pemotogan gaji setiap bulannya. Hutang Sani paling besar adalah 4000 HKD, waktu saat Sani pulang cuti ke tanah air.

“Sebelum cuti, saya diperlakukan hal itu lagi, malah parah, sampai saya ditidurin di kasur, dan dia duduk diatas, padahal dikamar sebelah ada anaknya. Hampir setiap malam atau kalau berdua dirumah sama dia, saya selalu kayak orang gila, bingung” terangnya

Sani mengaku bahwa sudah dua bulan terakhir majikannya tidak melakukan hal itu kembali. |suara

TKW Hongkong: Dapat Majikan Begini Rasanya Mau Mati Saja

loading...
Powered by Blogger.
close