SUARABMI.COM - Hidup di negeri megapolitan seperti Hongkong bukan berarti bebas dari copet, walaupun tak sebanyak di Jakarta, namun pencopet masih tetap ada.

Sebagian besar pencopet di negeri beton itu adalah residivis bahkan tidak sedikit warga Indonesia yang juga berprofesi sebagai pencopet.

WNI yang melakukan pencopetan di Hong Kong, kata Sri Kuncoro, sebagian besar adalah residivis di Indonesia. “Mereka setelah bebas dari masa hukumannya, ke Hong Kong dan menjadi pencopet, kambuhan,” katanya.

Sebagaimana dialami oleh TKW ini, menjelang lebaran berniat mengirimkan hasil keringatnya ke Indonesia senilai HK$ 10.000 setara 17, 750  juta lebih malah kecopetan di kawasan Sham Shui Po.
[ads-post]
Iapun menangis karena kehilangan uang tersebut. Sham Shui Po adalahs alah satu tempat rawan copet bahkan tidak sedikit BMI yang kecopetan disana.


Tak hanya itu, ternyata banyak hari ini yang kehilangan diantaranya adalah Marry Lay dimana ia kehilangan dompet dan isinya HK$ 15.700 dan Rividia ia kehilangan HK$ 3000.

Waspadalah membawa uang dengan jumlah banyak untuk dikirimkan karena kejahatan selalu mengintai kamu dimanapun berada.

Niat Hati Mau Kirim Uang Untuk Lebaran HK$ 10.000 (17 Jutaan), TKW Ini Malah Kecopetan di Sham Shui Po

loading...
Powered by Blogger.
close