SUARABMI.COMPara pekerja migran di Taiwan akan kembali mengadakan demo untuk memprotes kebijakan pemerintah terkait akomodasi pekerja migran dan juga hak libur setiap pekan yang selama ini belum sepenuhnya mereka dapatkan.

Aksi demo ini akan dilakukan pada 16 Juni nanti di depan gedung departemen tenaga kerja Taiwan untuk melobi pihak-pihak yang berkompeten.

Rapat umum, menandai Hari Pekerja Rumah Tangga Internasional, telah diselenggarakan oleh Serikat  Pengurus Rumah Tangga, kelompok pekerja terbesar kedua di Taiwan, yang dipimpin oleh pekerja migran Filipina dan Indonesia.

Para pekerja itu berpendapat bahwa hari libur yang mereka maksud adalah dimana pekerja benar-benar dapat istirahat selama 24 jam penuh, jauh dari aktifitas kerja di rumah majikan dan pemerintah harus mensubsidi majikan untuk mencari pengganti pekerja saat mereka libur, sehingga beban pekerja tidak akan bertambah ketika mereka mulai bekerja lagi.
[ads-post]
Tidak seperti saat ini, dimana jika seorang pekerja migran libur pada hari minggu misalnya, saat mereka kembali ke rumah majikannya tumpukan pekerjaan sudah menanti. Hal seperti ini tidaklah dinamakan libur namun hanya menunda pekerjaan saja.

Perlu diketahui sebagaimana data yang diperoleh suara BMI dari kementerian tenaga kerja Taiwan sebagaimana menjadi rujukan serikat pekerja tersebut, saat ini lebih dari 60% pengasuh domestik atau pekerja rumah tangga di Taiwan tidak pernah mendapatkan libur yang benar.

Organisasi perburuhan internasional sebenarnya telah menetapkan bahwa pekerja rumah tangga mempunyai hak istirahat mingguan setidaknya 24 full tanpa pekerjaan. Aturan ini dicanangkan oleh Organisasi Buruh Internasional pada 16 Juni 2011 silam, namun hingga kini masih banyak pekerja rumah tangga yang belum mendapatkan hak tersebut.

Para Pekerja Migrant Taiwan Akan Melakukan Demo Memprotes dan Meminta Perbaikan Kondisi Pengasuh Domestik dan PRT Serta Hak Libur 24 Jam Sepekan

loading...
Powered by Blogger.
close