SUARABMI.COM - Nahas menimpa Mustamin, 31 tahun, warga Dusun Dewe Some Desa/Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur. Pekerja migran Indonesia (PMI) gelap alias ilegal yang bekerja di negeri jiran Malaysia, ini bukannya pulang membawa membawa lembaran Ringgit. Tapi malah pulang dengan nama saja.

Mustamin dikabarkan meninggal dunia setelah jatuh terperosok di kebun kelapa sawit tempatnya bekerja di Malaysia. Gara-garanya, Mustamin lari pontang-panting terbirit-birit karena dikejar polisi Diraja Malaysia. Waktu kejadian, sedang ada razia pekerja asing ilegal/gelap (PATI) di tempatnya bekerja di Negeri Selangor, Malaysia, Rabu (11/07/2018).

Diberitakan Lombok Pos, Mustamin yang tak mau tertangkap konyol dan mendekam di penjara Malaysia, terpaksa menghindari kerumunan polisi yang merazianya. Dia pun lari dan kemudian akhirnya terperosok jatuh ke sebuah lubang di sekitar tempatnya bekerja.

Jenazahnya kemudian ditemukan setelah tiga hari oleh teman-temannya dalam keadaan sudah bengkak dan membusuk. Jenazah Mustamin kemudian dievakuasi dan langsung dikremasi setelah ada kerebatnya yang mengurus di negara pimpinan Mahatir Mohamad tu.
[ads-post]
‘’Dia (Mustamin, red) jatuh pada Rabu malam ketika ada razia. Mayatnya kemudian ditemukan setelah tiga hari atau pada hari Jumat,’’ ungkap Anto, salah satu teman Mustamin yang dihubungi  via ponselnya, kemarin (15/07/2018).

Beruntung, kata Anto, jenazah Mustamin masih bisa dikenali ketika ditemukan. Meski sudah membusuk dengan wajah menghitam, tapi teman-temannya masih bisa mengenalinya. Sehingga jenazahnya kemudian evakuasi dan dikremasi di pusat kesehatan terdekat.

‘’Mustamin baru bulan tiga bulan bekerja di sini (Malaysia, red). Tapi dia masuk tanpa dilengkapi dokumen. Dia tidak punya paspor dan masuk secara gelap,’’ bebernya.

Meski demikian, sambung Anto, teman-teman Lombok dan kerabat Mustamin akan berusaha memulangkannya. Hanya saja saat ini masih terkendala dana untuk mengurusi jenazahnya di kantor kepolisian Malaysia. Biaya pemulangannya juga sangat tinggi mencapai RM 7.000 atau berkisar Rp 20 juta lebih.

‘’Tapi kita sudah menghubungi keluarganya di Lombok. Dan kita akan urunan untuk bisa memulangkan jenazahnya,’’ pungkasnya.

Kasi IPK Dinas Tenaga Kerja Indonesia Lombok Timur, Lalu Sadli Bahtiar yang dikonfirmasi mengaku sudah mendengar informasi kematian Mustamin. Pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan Kementrian Luar Negeri dan Konsulat KBRI di Malaysia.

“Yang jelas kita akan segera bantu korban. Hanya saat ini kita memerlukan datanya dulu,” singkatnya.

SUARABMI.COM - Seorang TKW di Taiwan ditemukan oleh TKW lainnya dijalanan dalam kondisi stress dan sendirian.

Kabar ini diunggah oleh Yuliani beberapa jam yang lalu dimana ia menemukan TKW yang tak tau identitasnya itu dijalanan.

Saat bertemu dengan wanita ini,  Septy Chelsia hanya bisa bertanya sedikit namun tak ada jawaban pasti dari TKW yang diduga stress itu dan karena ia buru-buru lantas ia hanya bisa mengambil gambar ini. yang kemudian diunggah oleh Yuliani.
[ads-post]
Dengan diunggahnya foto ini,  Septy Chelsia berharap TKW yang ditemukan dalam kondisi linglung itu segera mendapat pertolongan dan diketahui oleh keluarganya.

Namun belum diketahui, dimana lokasi TKW itu saat ini dan saat difoto ia berada di Taipei. Bantu share agar ia segera mendapat pertolongan.

SUARABMI.COMMasih segar ingatan warganet, seorang pelayan di toko modern yang viral gara-gara perkataannya yang di update di media sosial "menghina" TKW. Justru sebaliknya, nasib buruk dialami seorang bapak tiga anak di Tulungagung, nasibnya ditinggal selingkuh istrinya sendiri yang kini berstatus TKW di Taiwan. 

"Sampaikan saja ke dia (istri) saya, yang selingkuh dengan TKI yang juga di Taiwan yang berinisal HW (40) asal Wonodadi Blitar. Saya dan ketiga anak saya hanya bisa merelakan kehilangan istri dan seorang ibu, tapi mbok jangan sembunyi-sembunyi," kata Mohan Yusma (36) warga Tanjungsari Kecamatan Boyolangu yang aslinya warga Lampung.

Mohan telah belasan tahun menikah dengan istrinya yang bernama Siti Yumaroh (36). Perkenalannya dimulai saat dirinya menjadi sales marketing di Tulungagung.  "Saya kenal istri dan menikahi dia saat saya jadi sales marketing," papar Mohan. 

Bapak tiga anak itu dapat kabar perselingkuhan dari istrinya sendiri, bahkan pada bulan April lalu, Yumaroh atau biasa dipanggil Jum memberi kabar pulang ke Indonesia, namun ternyata tidak pulang ke rumah. 

"Bulan April dia pulang, tapi tidak ke rumah. Awal puasa semua kontak dimatikan, anak-anak menunggu namun tidak tau ibunya dimana," curhat Mohan.
[ads-post]
Sejak tahun 2015 istri berangkat ke Taiwan, Mohan mengaku kerja di Yogjakarta dan ketiga anaknya dititipkan ke mertua di Tanjungsari. 

"Dari penelusuran dan penyelidikan saya, akhirnya ketahuan selama dia pulang justru ke rumah cowoknya di Blitar," paparnya. 

Mengetahui keberadaan istri dengan lelaki lain, Mohan langsung bertindak cepat dengan mengemas semua barang dan membawa tiga anaknya pulang ke Lampung. 

"Kemarin Rabu (12/07) istri terbang ke Taiwan lagi, hari itu juga saya pergi dari rumah mertua dan membawa tiga anak saya ke Lampung. Ini perjalanan," tambahnya. 

Membawa tiga anak dari mertua tidak mudah, perlawanan terjadi dari mertua yang mempertahankan ketiga anaknya untuk tinggal di Tanjungsari. 

"Sempat terjadi rebutan, tapi karena anak-anak memilih ikut saya maka semua kini ikut saya. Jika lihat anak saya menangis sedih, namun jika teringat kelakuan istri hati ini sangat sakit," jelas Mohan pilu.

Mohan menyayangkan cara berfikir mertuanya, saat dilapori jika anaknya yang merupakan istri Mohan selingkuh justru mertua tidak berbuat apapun. 

"Ibu mertua malah terkesan mendukung ulah anaknya, Ibu mertua saya ternyata hanya mikirin uang, saya tanya baik-baik dimana Jum (istri saya) jawabnya tidak tau yang penting dia kirim uang buat anak-anak. Lalu saat saya beritahu bahwa Jum telah nikah siri, ibu mertua malah bilang biarin. Disitulah sakit hati ini memuncak," tutur Mohan. 

Merasa sakit hati, Mohan nekat meninggalkan rumah dan kembali ke kampung halaman di Kotabumi Lampung. Dirinya belum bisa berfikir langkah kedepan, surat nikah dan dokuman lain juga telah dibawa istrinya.

Kini Mohan bersama anaknya dengan luka yang perih perjalanan  menuju Kotabumi, sementara istrinya dikabarkan terbang lagi ke Taiwan bersama selingkuhannya. 

Selama di perjalanan Mohan mengunggah kesedihan dan cerita sedihnya ke Facebook, Tulungagung TIMES berhasil melakukan konfirmasi terkait kasus yang dialaminya tersebut. 

loading...
Powered by Blogger.