============

SUARABMI.COM - Malang nasib TKI bernama Tarudin (25) asal Desa Kroya, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon.

TKI tersebut dikabarkan hilang di perairan Taiwan saat bekerja sebagi anak buah kapal (ABK), sejak 10 hari lalu.

Dari informasi yang dihimpun dari pojok satu, Tarudin merupakan warga RT 02 RW 01 Desa Kroya dan menjadi TKI pada salah satu kapal pencari ikan dengan nomor pasport B4043265 dengan kapal HUA LI 17.

Pria malang ini berangkat pada tahun 2017 lalu oleh PT Puncak Jaya Samudra di Pemalang. Namun pada hari Minggu (5/8/18) pihak perusahaan yang memberangkatkannya, datang ke rumah keluarga korban.

“Pihak PT yang memberangkatkan datang dan memberikan kabar kalau Tarudin hilang di tengah lautan perairan Taiwan saat bekerja, namun sampai sekarang belum ditemukan,” kata Keto Taskira selaku paman korban di rumah korban, Rabu  (15/8/18).
[ads-post]
Lanjut Keto, pihak perusahaan mengatakan kalau korban hilang di lautan saat berada di kapal. Saat itu ada keributan di dalam kapal, namun pihak perusahaan tidak menjelaskan keributan apa yang dimaksud.

“Setelah ada keributan tiba-tiba dikabarkan korban jatuh ke laut dan tidak ditemukan sampai saat ini, namun dari perusahaan tidak memberikan keterangan secara jelas kepada pihak keluarga akibat keribuatan apa,” ujarnya.

Dirinya sangat berharap keponakannya segera diketemukan dalam kondisi apapun. Ia meminta kepada pemerintah untuk bisa menemukan keponakannya. Pasalnya, pihak keluarga sudah sangat cemas meski dengan kondisi apapun.

“Katanya pihak perusahaan akan berusaha untuk mencari korban, tetapi perusahaan agak kesulitan karena sampai saat ini kapal korban bekerja belum juga berlabuh, sehingga agak sulit untuk mencari keterangan yang jelas,” ujar Keto.

Korban merupakan tulang punggung keluarga, Tarudin merupakan anak pertama dari 13 bersaudara. Korban merupakan anak yang sudah tidak memiliki ayah karena sudah meninggal dua tahun lalu.Korban juga merupakan eks dalam bekerja sebagai ABK.

SUARABMI.COM - Ibu Mujiati yang telah berusia 67th asal dusun Sukomulyo Rt 02 Rw 01 desa Gadungan kec. Gandusari kab. Blitar hidup seorang diri di dalam rumah yang kondisinya terbilang sudah tidak layak. 

Di dalam rumah berdinding anyaman bambu yang sudah jebol-jebol dan yang sebagian sudah ditutup terpal itu mbah Mujiati bertahan dan dengan hanya beralaskan tikar rusak.

Dengan kondisi mental yang agak keterbelakangan membuat sebagian orang takut untuk mendekatinya, sehingga membuat kondisi dan penampilannya semakin memprihatinkan. 

Untuk makan sehari-hari, beliau dapat dari tetangga dekat dan saudara tuanya, tapi juga hanya ala kadarnya mengingat juga masih banyak kebutuhan tetangga maupun saudaranya yang harus terpenuhi.
[ads-post]
Sebenarnya mbah Mujiati memiliki seorang putri Jarmiyati namanya. Sudah 12 th pamit merantau menjadi TKI di Hongkong tapi sampai sekarang tidak pernah ada kabar beritanya.

"Mungkin saking begitu kangennya dengan sang putri saat saya berkunjung ketempatnya, beliau langsung berkata "Jarmi ya?Jarmi" dalam pandangannya terhadap saya terlihat jika ia sangat rindu dan mengharap kedatangan putrinya." Tutur Retno Puji Astutik

Semoga dengan postingan ini, apabila mbak Jarmiyati melihat ia bisa mengingat ibunya dan bisa segera pulang untuk menemuinya, karena sang ibu butuh perhatian agar kondisinya bisa pulih seperti dulu lagi.

Ditulis oleh Retno Puji Astutik.

SUARABMI.COM - Pada tanggal 5 Agustus 2018 terjadi gempa berkekuatan 7 skala richter di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa tersebut menyebabkan ribuan rumah warga ambruk di daerah terparah seperti Lombok Utara, ratusan korban meninggal dunia dan ribuan korban terluka dan puluhan ribu warga mengungsi di tempat pengungsian. 

Pemerintah Taiwan dan masyarakat sipil Taiwan menyatakan keprihatinan dan kepedulian terhadap pemerintah Indonesia, memberikan bantuan tindakan langsung, seperti segera pergi ke daerah bencana untuk memberikan persediaan makanan dan bantuan medis, mengumumkan sumbangan sebesar 250.000 dollar AS (sekitar Rp3.625.000.000) untuk bantuan bencana, dan menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi dalam rekontruksi Lombok pasca gempa.

Setelah Taipei Economic and Trade Office di Surabaya (TETO in Surabaya) mengetahui berita bencana itu, segera membentuk tim kecil tanggap bencana untuk membantu wisata mancanegara (wisman) Taiwan yang terperangkap di sana untuk diantar ke hotel dan kembali ke Taiwan. Sekitar 20 orang wisman Taiwan yang dapat dibantu. Beberapa turis Taiwan secara sukarela tinggal di daerah setempat untuk membantu orang-orang yang terkena bencana, dan tim penyelamat sipil juga tiba di lokasi untuk memberikan pertolongan.
[ads-post]
Pada tanggal 6 Agustus 2018, Presiden ROC Taiwan Tsai Ing Wen melalui Twitter dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris menyatakan bela sungkawa kepada korban gempa Lombok dan menyatakan bahwa Taiwan siap membantu Indonesia. Pada tanggal 8 Agustus, berdasarkan pertimbangan kemanusiaan, Kementerian Luar Negeri ROC Taiwan mengumumkan sumbangan sebesar 250.000 dollar AS (sekitar Rp 3.625.000.000) untuk bantuan bencana. Serta akan menggabungkan bantuan dari Pemerintah ROC Taiwan dengan LSM lokal di Taiwan dan Indonesia, memberikan bantuan yang dibutuhkan para korban, membantu rekontruksi daerah-daerah yang terkena bencana di Indonesia sehingga membantu para korban untuk kembali ke kehidupan yang normal sesegera mungkin. 
    
Organisasi Buddha Tzu Chi dari Taiwan yang ada di Indonesia telah membentuk tim dokter dan bantuan, membawakan bahan makanan, pakaian, selimut, dan perlengkapan medis sebanyak 13 ton. Pada tanggal 7 Agustus 2018 tim tersebut menggunakan pesawat militer Indonesia ke daerah yang dilanda bencana di Lombok Utara untuk melakukan penyelidikan bencana dan membagikan penyuluhan serta membagikan sumbangan makanan dan barang serta obat-obatan. Selain itu Taiwan Business Club dengan semangat dan disiplin bekerja sama dengan TETO di Jakarta dan Surabaya menggagaskan donasi untuk bantuan bencana di Lombok. Setelah sumbangan terakhir terkumpul pada 16 Agustus, seluruh dana akan disumbangkan kepada para korban bencana dengan harapan dapat membantu korban bencana untuk mengatasi kesulitan.

Sebenarnya, pemerintah ROC Taiwan selalu berpartisipasi dengan semangat cinta tanpa batas dalam operasi bantuan bencana untuk Indonesia yang merupakan partner dekat Taiwan. Beberapa kali membantu Indonesia merekontruksi kota pasca bencana, diantaranya gempa Tsunami di Aceh pada tahun 2004, gempa di Jogjakarta pada tahun 2006, gempa di Padang pada tahun 2007, bencana letusan gunung Merapi pada akhir 2010 dan bencana besar lainnya. Pemerintah ROC Taiwan telah mengirim tim pencarian dan penyelamatan, tenaga medis, sumbangan dana, berbagai macam jenis barang lainnya untuk bekerja sama dengan penduduk lokal dalam pemulihan bencana dan rekontruksi pasca bencana.
loading...
Powered by Blogger.
close