============

SUARABMI.COM - Seorang TKW bernama panggilan Atul, sempat ngeyel menyatakan diri tak bersalah sekalipun telah tertangkap basah petugas saat berjualan makanan di Victoria Park. Atul yang telah 4 tahun bekerja di Hong Kong ini beralasan tidak mengerti ada larangan berjualan di Victoria Park dan menyalahkan petugas razia yang menanyainya dalam Bahasa Kantonis tanpa didampingi penerjemah.

“Aku kan nggak terlalu bisa Bahasa Kantonis, nggak terlalu paham, jadi pas dia (petugas razia dari Departemen Leisure) tanya apa (air botolan) ini kamu jual HKD 5? Aku ngangguk-angguk aja, apalagi ada kamera begitu, aku jadi takut,” kata Atul di sidang di Pengadilan Eastern, 14/11/2018.

Pada 8 April 2018, Atul tertangkap basah sedang berjualan makanan dan minuman di Victoria Park. Hari itu sekitar pukul 2 siang, dua orang petugas dari Departemen Leisure Hong Kong diam-diam berkeliling mengintai para pekerja migran di sana.

Perhatian petugas tersedot gerak-gerik Atul yang saat itu sedang berjualan makanan dan minuman di dekat pintu gerbang nomor 3. Dari jarak sekitar 3 meter, petugas menunggu sampai Atul menyerahkan sekotak makanan kepada seorang wanita pelanggannya, dan menerima uang pembayaran.
[ads-post]
Setelahnya, petugas Hui dan Cheung langsung mendekati Atul sambil menunjukkan kartu identitas mereka. Petugas lantas menanyai Atul apakah dia benar berjualan. TKW itu mengangguk dan menjawab iya.

Petugas lantas menyita 3 air botol, 4 botol minuman green tea dan beberapa kotak makanan jualan Atul. TKW ini ditanyai berapa harga air botol jualannya itu, yang lantas dijawab Atul sebesar HKD 5 per botol. Atul juga sempat mengaku ke petugas bahwa dia mendapat untung HKD 2 per botolnya.

Di ruang sidang Pengadilan Eastern, Hakim Peter Yu menjelaskan kepada Atul bahwa ada 7 lembar foto-foto bukti serta 2 saksi petugas yang menyatakan TKW tersebut berjualan tanpa ijin.

Meski demikian, Atul sempat bersikeras bahwa dia tak bersalah dan semuanya hanyalah karena dia salah mengartikan pertanyaan petugas yang diucapkan dalam Bahasa Kantonis. Selain itu, Atul juga menyatakan dirinya tak mengerti bahwa ada larangan berjualan di Victoria Park.

“Sekarang saya beri tahu, ini semuanya tergantung keputusan kamu apakah mau mengaku bersalah atau tidak. Kalau sidang ini dilanjutkan dan  kamu dinyatakan bersalah maka kamu bisa denda maksimal HKD 2000 atau penjara 14 hari. Tapi kalau kamu mengaku bersalah, maka kamu bisa mendapat diskon hukuman karena telah menunjukkan penyesalan,” kata Hakim Yu.

Hakim Yu menunda sidang selama 20 menit dan menyuruh Atul yang datang didampingi kedua majikannya itu, untuk mempertimbangkan lagi keputusannya.

Setelah sidang kembali dimulai, Atul yang telah berdiskusi dengan kedua majikannya itu akhirnya bersedia mengaku bersalah. Karenanya, Hakim Yu pun berbaik hati mengurangi hukuman menjadi denda HKD 400 dan membiarkan Atul bebas tanpa catatan kriminal. | suara

SUARABMI.COMMenunaikan ibadah umrah dan haji menjadi impian hampir setiap muslim di dunia. Menginjakkan kaki di depan ka'bah dan beribadah di sana diyakini memberikan ketenangan dan kebahagiaan tersendiri.

Biaya ke Tanah Suci tidaklah murah. Tapi jika sudah rezeki, akan selalu ada jalan. Hal ini dibuktikan oleh seorang pengasuh yang sudah lanjut usia bernama Banon Priyati. Ia diberangkatkan umrah oleh majikannya yang ia asuh selama 24 tahun.

Kisah ini dibagikan oleh Wine Fallensky, anak yang ia asuh dan kini sudah beranjak dewasa. Melalui Facebook, Wine menceritakan keputusannya untuk memberangkatkan Banon Priyati ke Tanah Suci, karena pengasuhnya pekerja keras, setia, dan religius.

"Beliau adalah seorang pekerja keras, sudah tua dan beberapa kali ingin pensiun tapi, masih harus mengirimkan uang untuk anak cucu karena keluarga nya cukup besar. Beliau juga orang yang sangat religius dan sudah lama sekali bermimpi untuk pergi ke Tanah Suci. Namun uang tabungannya selalu terpakai untuk kebutuhan keluarga," tulis Wine di Facebook pada November 2011. 
[ads-post]
Meski berbeda agama, Wine memiliki keinginan kuat untuk menolong pengasuhnya. Ia pun bertekad memakai gaji pertamanya untuk biaya umrah Priyati. Ia pun bekerja sama dengan adiknya, dan mendapatkan izin dari orang tuanya.

Proses mengumpulkan dokumentasi tak mudah. Akta kelahiran Priyati sudah dimakan rayap. Pembuatan passport pun kurang lancar. Tak ada pemikiran di benak nenek tersebut untuk bisa pergi ke luar negeri.

"Usianya kita kurang tahu karena akte lahirnya dimakan rayap. Jadi cuma ada akta nikah saja," ungkap Wine.

Tak hanya proses dokumen yang menantang, teman-teman dan tetangganya di kampung tidak percaya Priyati akan berangkat umrah. Bahkan banyak orang yang nyinyir dengan berita tersebut.

"Berangkat, hari ini! Silahkan nyinyir sepuasnya!!! Ini salah satu alasan kenapa saya ambilkan paket yang paling mahal. Biar yang nyinyir itu makin sakit. Orang mau ibadah aja dinyinyirin! Kurang kerjaan!" tulis Wine di Facebook.

Di akhir tulisannya, Wine mengingatkan teman-temannya untuk tidak meremehkan profesi apapun. Pekerjaan apapun jika dilakukan dengan tulus dan ikhlas, akan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.

Postingan Wine di Facebook ini pun viral. Banyak orang membagikan cerita tersebut dan berkomentar positif. Netizen menghaturkan rasa kagumnya akan sosok Wine yang baik dan memiliki toleransi kuat meski memiliki keyakinan berbeda. 

detikdotcom

SUARABMI.COMNiat hati pulang dan tidak lagi meneruskan kontrak karena di Indonesia sudah ada seorang lelaki yang sebelumnya mengaku siap menikah dan menjalin rumah tangga dengannya, TKW ini shok dan berusaha mengakhiri hidupnya saat mengetahui kenyataan yang terjadi di rumahnya, di Pacitan.

Adalah Sri (39) TKW Hongkong asal Nanggungan Pacitan ini baru saja sehari di rumah namun ia shok saat mengetahui putrinya sudah berbadan 2 dengan usia kandungan 4 bulan.

Bagaimana tidak, kalau ternyata yang menghamili anaknya adalah calon suaminya yang sejatinya akan dinikahinya tak lama lagi. Sri pun berpamitan pada beberapa anggota keluarganya, akan mengakhiri hidupnya.

Dugaan kuat yang menjadi sebab, disimpulkan oleh keluarga adalah gagalnya rencana pernikahannya dengan Yanto  (39), pria yang selama ini tanpa diketahui oleh siapapun telah menjadi kekasihnya. 

Kegagalan tersebut terungkap lewat sepucuk surat yang dia tulis saat akan melakukan aksi gantung diri namun ketahuan dan gagal, yang mana dalam isinya SR menyampaikan harapan agar meskipun tidak jadi menikah dengan dirinya, Yanto bisa membahagiakan Siska (19) putrinya.
[ads-post]
"Rencananya ternyata yang mau nikah itu Sri, makanya dia tidak melanjutkan kontrak kerja karena serius menikah dengan Yanto. Tapi pas tahu kalau Yanto calon suaminya diam diam suka sama suka dengan Siska  anaknya Sri, malah saat ini Siska hamil 4 bulan, mbakyu (Sri) kaget." terang Sutikno salah seorang kerabat.

Keluarga tidak menyangka, kalau ucapan Sri mau bunuh diri merupakan ucapan sungguhan. "Mboten wonten sing nginten mas, nek jebule unine arep nggantung niku tenanan (tidak ada yang menyangka mas, kalau ternyata ucapannya (Sri) mau gantung diri itu serius, semua mengira hanya guyonan)" lanjut Sutikno.

Upaya gantung diri yang gagal, membuat keseharian Sri menjadi intens dibawah pengawasan. Sebab, sangat manusiawi jika keluarga khawatir Sri akan mengulangi lagi.

Namun apa daya, seintensif apapun pengawasan yang dilakukan, akhirnya Sri lolos juga. Menurut pengakuan Sutikno, terhitung sejak Rabu (26/10/2018), Sri tidak nampak lagi di rumahnya, dan tidak satupun yang mengetahui maupun dipamiti. Melalui berbagai media, Sutikno berharap Sri pulang dan iklhas menerima kenyataan.

Seluruh kartu identitas dan dokumen milik Sri berupa KTP, SIM, Paspor, Kartu BPJS serta Ijazah tidak ditemukan lagi di rumah semenjak Sri pergi meninggalkan rumah.
Powered by Blogger.
close