SUARABMI.COM - Kantor Polisi Kota Taichung menerima pemberitahuan dari Pekerja Sosial sebuah perumahan, bahwa ada seorang lansia berusia 95 tahun mengalami penganiayaan dari TKW yang menjaga nya. Kepolisian Taichung bagian Yong XIng 2 saat tiba dilokasi menemukan Sang nenek ternyata duduk bersantai di rumah tanpa ada luka sedikit pun.

Pihak kepolisian tidak berani mengambil tindakan penyidikan, dan hanya bisa membantu pengawasan sementara dengan membawa mereka berdua ke kantor polisi.

Setelah menghubungi menantu dari nenek tersebut baru didapat informasi bahwa nenek tersebut memang mengalami penyakit halusinasi lansia, dan sering melakukan hal seperti itu demi mendapat perhatian dari pihak keluarga nya. 

Menantunya menjelaskan bahwa mereka juga pusing dengan keaadaan ini, karena mereka juga telah berganti banyak sekali TKW karena jarang ada yang betah.
[ads-post]
Dan yang lebih menarik lagi, saat ketika pihak kepolisian mencoba menenangkan diri nya dengan mengucapkan " Tenang, nek. Kami disini sudah melakukan rekap history dari pelaporan anda" Nenek tersebut terlihat bahagia sekali, dan bersedia dibawa pulang oleh sang TKW, akur kembali seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.

Sang TKW juga terlihat sangat perhatian dengan memopoh dirinya naik ke mobil kepolisian dan diantarkan kembali ke kediamannya.

Untuk menantisipasi hal seperti ini terjadi lagi, kepolisian telah berkomunikasi ke pihak pengurus perumahan tersebut untuk lebih memperhatikan dan menyaring dahulu bila ada terjadi pelaporan lagi dari sang nenek. 

Diharapkan pihak pengurus agar dapat mengcheck dahulu ke lokasi sebelum membuat telpon pengaduan ke kantor polisi.

Editor : Faisal soh - Yurong.tw

SUARABMI.COM - Sudah menjadi kebiasaan kita ceroboh dan tidak mengikuti aturan sering membawa kita kepada masalah besar.

Seperti yang dialami oleh TKW Taiwan ini, kebiasaan menyelipkan uang saat berkirim barang melalui seven11 atau hilefe membawanya mengalami kerugian puluhan ribu NT.

Kisahnya sebagaimana diceritakan oleh Mbok Cikrak dalam livenya tadi pagi dimana korban kehilangan uang NT$40.000 dan tidak bisa dilacak. Hilang sudah.

"Untuk teman - temanku semuanya, yang jika kalian mengirim barang lewat seven, jangan didalamnya diselipin uang. Kalian banyak sekali kan yang kirim duit itu dikirimnya lewat situ" Ungkap Mbok Cikrak.

"Kemarin ada orang yang telpon sama saya, gimana minta solusinya, mbok saya kirim uang lewat seven, katanya. Uangnya semuanya berapa? kataku, Uangnya 40ribu katanya" Kisah Mbok Cikak.

"Dan akhirnya uang itu kemana? hilang" Kata Mbok Cikrak.
[ads-post]
Mbok Cikrak menjelaskan bahwa hal seperti ini tidak bisa diurus atau dicarikan solusinya kecuali taat aturan.

"Nah gimana mau dicari solusi sedangkan ditulisan barang hanya tertera baju dan pinkan (kue), tidak ada tulisan uang 40 ribu" Kata Mbok Cikrak.

Lalu orangnya nangis - nangis minta tolong, namun sudah barang tentu tak bisa diselamatkan uangnya karena tidak tahu kemana perginya, kesalahan pengirim bukan jasa kirimnya.

"Udah jangan kirim duit dengan cara beginian, diselipin dibarang kiriman lewat seven, karena mereka sudah tahu kebanyakan orang Indonesia kirim uang lewat situ, nggak mungkin mereka ngaku karena ditulisan kiriman hanya tertulis pinkan atau baju" pesanMbok Cikrak.

Simbok juga berpesan agar kirim uang lewat pos saja, karena itu yang memang resmi dan pasti sampai tujuan.

"Kalau kamu mau ngurus ke polisipun nggak ada gunanya karena disini cuman ada tulisan baju, pinkan tidak ada tulisan uangnya dan jumlahnya" Ungkapnya.
[youtube src="CzkyKwuQC44"/]

SUARABMI.COM - Mau kerja ke Taiwan namun uang saku gak cukup? modal yang diminta terlalu besar yaitu 45 jutaan oleh PJTKI atau sponsor? Nggak usah putus asa, kini ada program baru yang telah berjalan, khusus buat kamu - kamu yang negebet ke Taiwan tapi nggakpunya modal.

Skema atau program yang telah berjalan itu adalah SP2T atau Skema Special Placement Program to Taiwan.

Skema penempatan di mana pengusaha menanggung sebagian besar biaya mempekerjakan pekerja Indonesia yang diajukan ke perusahaan lokal oleh Kantor Ekonomi dan Perdagangan Indonesia (KDEI) yang dinilai saling menguntungkan bagi pengusaha dan pekerja.

Menganggap program ini disebut sebagai alternatif bagi pabrik Taiwan, Tatang mengatakan program tersebut merupakan "terobosan revolusioner" karena menawarkan kepada majikan perekrutan lainnya sambil melindungi pekerja migran dari eksploitasi oleh para agensi.
[ads-post]
Di bawah skema tersebut, yang saat ini hanya tersedia untuk pabrik, perusahaan Taiwan hanya menanggung biaya tiket pesawat, biaya aplikasi visa, biaya pemeriksaan medis dan asuransi, kira-kira totalnya hanya sekitar NT $ 11.000 (US $ 353), kata Tatang. Hal ini tentu lebih murah daripada majikan beli kepada para agensi.

Selain itu, pekerja Indonesia dapat bernegosiasi dengan majikan potensial mereka mengenai biaya aplikasi paspor, pelatihan dasar dan transportasi lokal dimana hal ini tidak membutuhkan banyak biaya, yakin semua orang Indonesia bakal mampu kalau ikut skema ini, mampu ke Taiwan tanpa hutang.

Skema perekrutan langsung tanpa biaya sudah dimulai oleh Kementerian Tenaga Kerja Indonesia dan Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan pada bulan Januari dan telah dijalankan berdasarkan uji coba sejak Juli.

Hingga saat ini, hanya ada 11 pekerja Indonesia yang dipekerjakan di bawah skema tersebut, oleh Shinkong Textile Co. di Taiwan.

Kamu minat? cobalah mencari informasi di Dinas Ketenagakerjaan setempat tempat tinggalmu atau jika ada saudara di Taiwan, cobalah mencari informasi ke KDEI Taipei.

Semoga kamu bisa bekeja ke Taiwan tanpa harus membayar 45 juta dan masih potong gaji. Ingat ke Taiwan dengan biaya segitu, susah bali midalnya (BEP) kawan.
Diberdayakan oleh Blogger.
close