SUARABMI.COM - Pemerintah Indonesia nampaknya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil langkah untuk menghentikan pengiriman tenaga kerja Indonesia (WNI) ke Hong Kong. Menyusul, ketegangan terjadi akibat aksi unjuk rasa pro-demokrasi selama lebih dari dua bulan sejak Juni yang kini semakin memanas.

Plt Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah mengatakan, pengiriman TKI ke Hong Kong masih dibicarakan oleh lintas kementerian di Indonesia.

Pihak Kemenlu sendiri, masih memantau kondisi di Hong Kong melalui perwakilan KJRI yang secara langsung melihat situasi dan kondisi di tengah aksi unjuk rasa yang meluas.

“Kami terus monitoring dan evaluasi melihat dari derajat kondisi internal di Hong Kong. Kami terus memperbaharui informasi dari KJRI Hong Kong,” kata Faiza di Jakarta, Kamis (15/8).
[ads-post]
Menurut Faiza, KJRI pasti mengerti terkait kondisi terkini di Hong Kong, sehingga selalu memberikan masukan serta informasi perkembangan kepada pihak Kemenlu.

“Masukan tersebut nantinya menjadi inti di mana kita bisa menunda sementara pengiriman TKI,” ujarnya.

Kendati demikian, pihak Kemenlu juga telah mengeluarkan imbauan perjalanan bagi WNI yang hendak ke Hong Kong. Khusnya, bagi yangmenggunakan maskapai hendak transit di Hong Kong.

“WNI sudah harus mulai berhitung kemungkinan terdampak dari situasi dan kondisi yang terus dinamis di Hong Kong. Gunakan aplikasi Safe Travel, aplikasi itu akan terus diperbaharui sehingga dapat diketahui derajat kondisi keamanan dalam berpergian ke satu negara,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Migrant Care, Wahyu Susilo meminta, Pemerintah Indonesia untuk menghentikan sementara pengiriman TKI ke Hongkong, menyusul kondisi politik negara tersebut semakin genting.

“Ada sekitar 250.000 TKI yang saat ini berada di sana. Langkah yang harus segera dilakukan adalah untuk sementara menghentikan arus masuk calon pekerja migran ke Hong Kong,” kata Wahyu.

Menurutnya, apabila situasi makin tak terkendali, perlu ada langkah lanjutan oleh pemerintah. “Jika suatu semakin memburuk, opsi evakuasi merupakan langkah yang bisa dipertimbangkan terutama untuk kawasan-kawasan dengan tingkat konflik yang tinggi,” ucapnya. (der/fin)

SUARABMI.COM - Ngatemi (49), Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia asal Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur dikabarkan hilang kontak dengan keluarganya sejak tahun 2014.

Informasi yang diketahui keluarga, Ngatemi bekerja di sebuah rumah makan di kawasan Johor, Malaysia. Namun, pihak keluarga tidak mengetahui alamat lengkapnya.

Menurut keterangan keluarganya, Ngatemi pertama kali berangkat ke Malaysia pada tahun 2012. Selama dua tahun di Malaysia, Ngatemi masih sering memberi kabar keluarga, tetapi sejak tahun 2014, dia tidak pernah memberi kabar sama sekali hingga sekarang.
[ads-post]
"Komunikasi terakhir dengan keluarga tahun 2014. Dia pernah cerita kerja di kedai makan milik orang Melayu di daerah Pedamaran Indah, Johor. Tapi kami tidak tahu sekarang dia masih di situ atau sudah pindah kerja," kata Irpansyah, sepupu Ngatemi.


Lebih lanjut Irpansyah mengatakan, pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti status Ngatemi TKI resmi atau tidak resmi. Keluarga, kata Irpansyah, juga tidak mengetahui PJTKI yang memberangkatkan Ngatemi.

Saat ini, pihak keluarga, terutama anak-anaknya sangat mengharapkan Ngatemi pulang. Di kampung halamannya, Ngatemi meninggalkan seorang suami dan lima orang anak, yaitu Harianto, Ayu Puspita Sari, Andi Setiawan, Arif, dan Astuti.

"Melalui pemberitaan ini, kami berharap dapat terhubung dengan Ngatemi. Kasihan anak-anaknya. Mereka sangat merindukan dan sangat mengharap ibunya pulang," ungkap Irpansyah.

Untuk itu, Irpansyah berharap dan meminta tolong kepada siapa pun yang pernah mengenal dan/atau mengetahui keberadaan Ngatemi di Malaysia atau di mana pun berada agar menghubungi nomor telepon/WA +62 812-6381-8445.

"Mohon kepada teman-teman di Malaysia yang mengetahui keberadaan Ngatemi asal Desa Penataran, Nglegok, Blitar agar menghubungi WA saya. Keluarga sangat mengharap dia pulang," pungkas  Irpansyah.

kompasiana

Taiwan - Gempa bumi berkekuatan 4,8 mengguncang Hualien di Taiwan timur pada pukul 12:05 siang hari Minggu ini, menurut Biro Cuaca Pusat. 

Tidak ada laporan segera kerusakan atau cedera. 

Gempa itu berpusat sekitar 27,8 kilometer barat daya Hualien County di Shoufeng Township dan melanda pada kedalaman 5 km, kata Pusat Seismologi biro. 
[ads-post]
Intensitas gempa, yang mengukur efek aktual sebuah gempa, paling tinggi di Kabupaten Hualien, di mana ia mengukur 5 pada skala intensitas 7-tier Taiwan. 

Intensitas gempa diukur 2 di Kabupaten Nantou, Kabupaten Taitung dan Taichung. 

Menyusul gempa, dua gempa berkekuatan 3,2 dan 3,3, masing-masing, mengguncang Hualien, kata biro cuaca. 
Powered by Blogger.
close