SUARABMI.COM - Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Taiwan pada Kamis 18 April 2019, sekitar pukul 13.01 pagi waktu setempat.

Biro cuaca Taiwan mengatakan bahwa gempa berpusat pada kedalaman 19 kilometer Kota Hualien di pesisir timur. Guncangannya juga dilaporkan terasa hingga ibu kota Taipei, dan menggoyangkan beberapa bangunan bertingkat di sana.

Dikutip dari Volcanodiscovery.com pada Kamis (18/4/2019), sejauh ini, tidak ada laporan langsung tentang dampak kerusakan ataupun korban jiwa.
[ads-post]
Seorang saksi mengatakan: "Ada satu guncangan besar yang membuat kami bergerak, saya berada di lantai 2 saat itu, dan tidak bisa membayangkan jika berada di tempat yang lebih tinggi. Goyangan gempa terasa hingga sekitar 30 detik."

Warga lainnya mengabarkan di media sosial, bahwa besarnya gempa membuat dia dan temannya terjatuh saat berolahraga di taman.

"Rasanya seperti diguncang gempa magnitudo 7. Saya tidak pernah merasakan gempa ketika berdiri di taman," ujar saksi terkait di Facebook.

Beberapa warganet lokal juga menyebut bahwa gempa pagi tadi sebagai yang terkuat selama satu dekade terakhir.

SUARABMI.COM - Dikabarkan Calon Presiden Prabowo Subianto usir Sandiaga Uno setelah pengumuman quick count yang memenangkan Jokowi - Maruf Amin di Pilpres 2019. Prabowo usir Sandiaga karena Sandiaga tak setuju Prabowo deklarasi klaim kemenangan 62 persen.

Kabar itu tersebar dalam jejaring WhatsApp dan media sosial, Kamis (18/4/2019) pagi. Kabar tersebut menyampaikan adanya pertengkaran hebat antara Prabowo - Sandiaga.

Berikut informasi yang tersebar:

TADI MALAM TIM INTI 02 BERTENGKAR HEBAT
_(kabar kasak-kusuk dari para wartawan)_

Dari teman wartawan yang hadir di Rumah Jln Kertanegara kemaren, para pentolan partai pendukung 02 bertengkar hebat.

Sandiaga Uno (SU) diusir Prabowo Subianto (PS).
Untuk menjaga etika politik jangan sampai terulang spt 2014, SU memberi saran ke PS agar tidak membuat deklarasi apa pun dulu.

Tapi PS mempertanyakan ke SU, "Apa alasan Anda??!!" PS langsung gebrak meja dgn kasar dan keras.
"Dengan Anda tidak setuju dgn klaim kemenangan ini..., silahkan Anda keluar dr koalisi ini! Artinya Saudara secara tdk langsung mendukung pasangan “bajingan” yg menang itu!!"

Sempat dilerai Sohibul Imam (Presiden PKS) dkk.

SU bilang, "Saya lebih baik kehilangan nyawa dibanding kehilangan harga diri, klaim menang, taunya yang dilantik orang lain!!"

Makanya saat mengeluarkan pernyataan, PS tidak didampingi SU.

===
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Ferdinand Hutahaean membantah adanya keributan yang terjadi antara Prabowo dan Sandiaga.

"Itu fitnah. Tidak benar," kata Ferdinand kepada Suara.com, Kamis (18/4/2019) siang.

Presiden Partai Keadilan Sosial (PKS) Sohibul Iman pun kaget disebut ada saat Prabowo usir Sandiaga, Rabu (17/4/2019) malam kemarin. Sohibul Iman membantah kejadian itu.
[ads-post]
Adanya kabar Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno bertengkar hebat perihal deklarasi kemenangan. Nama Sohibul disebut sebagai penengah di antara keduanya.

Kabar pertengkaran Prabowo dan Sandiaga beredar cepat di grup-grup Whatsapp dan Twitter. Sohibul sempat kebingungan masih ada fitnah yang menyerang kubunya.

"Waduh cerita apalagi nih. Apalagi saya disebut menengahi," kata Sohibul melalui pesan singkat yang diterima Suara.com, Kamis (18/4/2019).

Sohibul kemudian menceritakan soal suasana di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Saat itu seluruh pimpinan partai Koalisi Indonesia Adil dan Makmur berkumpul termasuk Prabowo dan Sandiaga untuk memantau hasil penghitungan cepat suara Pemilu 2019.

Sohibul menjelaskan bahwa dirinya memang ada pada saat itu dari pukul 14.00 WIB hingga malam. Di sana kata Sohibul tidak ada ketegangan yang terjadi seperti yang dikabarkan. Malah para tamu-tamu yang hadir bersikap bijaksana saat menyikapi soal hasil suara Pilpres 2019.

"Tidak ada suasana perbedaan pendapat yang mengarah pada ketegangan, yang ada adalah saling tukar-tukar data dan informasi, lalu membicarakan penyikapan. Semua happy dan menunjukkan kedewasaan menyikapi sikon politik yang ada," ujarnya.

SUARABMI.COM - Kalau dari hitung cepat kemarin, Hongkong Taiwan memenangkan Jokowi, kini dari hasil hitung KPU pada prosentase 78,26% Korea Selatan juga dimenangkan Jokowi.

Data yang masuk ke KPU dari 18 dari 23 TPS Korea Selatan sudah mencapai 78% dimana perolehan suara dimenangkan oleh Jokowi.

Pasangan Jokowi - Ma'ruf unggul 65,83% dari pasangan Prabowo - Sandi yang mendapatkan suara 34,17%.

Jokowi menang di TPS POS 01 dengan 139 vs 67 suara, (Pos 2 - 6 belum ada laporan), Pos 7 dengan 100 vs 42 suara, TPS 01 dengan 273 vs 112 suara, TPS 02 dengan 355 vs 132 suara, TPS 03 dengan 225 vs 95 suara, [ads-post] TPS 04 dengan 104 vs 48, TPS 05 dengan 126 vs 44 suara, TPS 06 dengan 221 vs 171 suara, TPS 07 dengan 254 vs 134 suara, TPS 08 dengan 161 vs 60, TPS 09 dengan 175 vs 81 suara, TPS 10 dengan 155 vs 89 suara, TPS 11 dengan 164 vs 105 suara, TPS 12 dengan 85 vs 53 suara, TPS 13 dengan 242 vs 139 suara, KSK 01 dengan 60 sv 38 suara dan KSK 03 dengan 40 vs 33 suara.

Sementara pasangan Prabowo - Sandi menang di KSK 02 dengan perolehan suara 100 dan Jokowi 94 suara.

Total Jokowi mendapat 2.973 suara dan Prabowo mendapatkan 1.543 suara. Masih ada 5 TPS yang datanya belum masuk namun dinilai tidak akan memberikan perubahan suara yang signifikan.
Powered by Blogger.
close