SUARABMI.COM - 
Sepeda listrik memang lagi ngetrend dikalangan PMI di Taiwan menggeser trend sepeda manual alias sepeda pancal yang dulu sering digunakan para TKI menuju ke stasiun terdekat dari pabriknya jika ingin liburan atau digunakan untuk pergi kepasar.

Bahkan kini klub - klub sepeda listrik sudah mulai marak di Taiwan walaupun harga sepeda listrik sendiri tidak murah, namun karena modelnya yang bagus dan bahkan lebih bagus dari sepeda BBM, dan bisa dibeli siapa saja, inilah yang menjadikan sepeda listrik trend dikalangan TKI.

Baru - baru ini, sebuah video viral di media sosial yang menggambarkan sebuah keraimaian yang ternyata adalah kasus pencurian baterai sepeda listrik di Fongyuan Taiwan.

Pelaku adalah juga pekerja migran yang berusaha mencuri baterai yang harganya memang tidak murah, satu baterai yang bagus bisa seharga satu kali gaji di Taiwan.

"Ketangkap barusan fongyen, maling baterai sepeda listrik" Tulis sebuah akun yang mengunggah video tersebut.

Saat ditanya pelaku diperlakukan oleh massa, orang yang mengunggah video tersebut mengatakan akhirnya pelaku diserahkan ke Polisi. Ia juga mengatakan pelaku adalah pekerja migran asal Vietnam bukan Indonesia.

Ada beberapa netizen juga yang tinggal dikawasan Fongyuen yang mengaku juga kehilangan sepeda listriknya. Waspadalah, jangan sembarangan memarkir sepeda listrik kalian, usahakan memarkir dibawah CCTV. 

 

SUARABMI.COM - Kamali (nama panggilan), seorang pekerja migran asal Indonesia di Taiwan harus menerima hukuman 6 bulan penjara dengan masa percobaan 2 tahun serta denda hingga 780 ribu NT karena menyebabkan kecelakaan yang melibatkan orang Taiwan, putusan keluar kemarin (30/8).

Kamali adalah PMI yang bekerja di kawasan Industri Yongkang, Tainan. Saat kejadian, 5 Februari tahun lalu, ia diketahui menyeberang jalan dikawasan jalan Beimen sembarangan, tidak melalui zebra cros yang tersedia. Kamali adalah orang desa dan tidak begitu paham masalah seperti ini yang menurutnya sepi tidak masalah.

Saat menyeberang, tiba - tiba ada sebuah sepeda motor yang dikendarai Chen dijalan tersebut. Chen yang kaget dan tidak bisa menghindar akhirnya menubruk Kamali hingga mereka tersungkur ditanah.

Zheng yang saat itu diboncengkan Chen juga terlempar agar jauh hingga ditabrak mobil yang dikendarai Lei dari arah belakang hingga menyebabkan Zheng mengalami luka pada otak, dada dan patah tulang pangkal tengkorak. Zheng meninggal dunia saat ia dilarikan kerumah sakit untuk upaya penyelamatan. 

Dari kronologi ini, pengadilan distrik Tainan menyatakan bahwa Kamali adalah penyebab kecelakaan tersebut dan ia dijatuhi hukuman 6 bulan penjara dengan masa percobaan 2 tahun atas kelalaian yang menyebabkan kematian. (red-jika dalam 2 tahun ia melakukan kesalahan lagi, maka ia akan dipenjara 6 bulan kurungan).

Dalam pengadilan dan selama pemeriksaan dan penyelidikan, Kamali mengakui ia salah dan ia menerima apapun keputusan dan permintaan keluarga korban.

Keluarga korban lantas meminta kompensasi atau uang damai sebesar NT$ 780.000 dari Kamali, telah dibayarkan diawal sebesar NT$120.000 dan sisanya NT$660.000 dibayarkan dengan cara dicicil setiap bulannya.

Tak disebutkan berapa bulan Kamali harus melunasi tuntutan keluarga korban ini dan atas kesepakatan ini, kasusnya ditutup.

Kasus - kasus yang sebenarnya memberatkan PMI seperti ini sangatlah banyak terjadi. PMI yang tujuan awalnya memperbaiki perekonomian, tidak sedikit yang harus kuras harta bendanya karena sedikit kesalahan yang sebenarnya mereka tidak sengaja.

Mereka mau meminta tolong, bak buah simalakama. Sewa pengacara harus bayar mahal sedangkan mereka datang untuk mencari nafkah bukan menghamburkan uang, minta bantuan ke perwakilan pemerintah terkadang juga slow respon.

Sebagai pendatang dari kalangan bawah, kita harus sangat berhati - hati dinegara orang, karena kesalahan sedikit kita bisa menjadi bomerang bagi kita dimasa depan.

Ilustrasi
SUARABMI.NET - Seluruh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Malaysia dan telah melewati pemeriksaan serta menjalani proses karantina di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) TKI Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), akan dibawa ke Jakarta sebelum dipulangkan ke kampung halaman.

Hal tersebut sesuai prosedur yang diterapkan oleh Kemensos kepada petugas pemulangan di RPTC TKI Tanjungpinang. Para TKI akan dibawa ke Jakarta untuk diserahkan kepada Satgas WNI-M KPO di Tanjung Priok, kemudian mereka di istirahatkan di Bambu Apus, Pondok Gede, Jakarta.

Setelah tahapan itu, baru dipulangkan. Prosedur ini juga berlaku kepada TKI dari zona Sumatera. Hal tersebut mendapat tanggapan tajam dari Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman.

Dalam keterangannya, pada Jum'at (5/6/2020), Senator yang akrab disapa Haji Uma ini menilai prosedur tersebut terlalu berbelit dan tidak efisien serta terkesan dipaksakan untuk menghabiskan anggaran penanganan covid-19.
[post_ads]
"Sangat tidak efisien, berbelit dan pemborosan anggaran jika para TKI zona Sumatera termasuk dari Aceh harus dibawa lagi ke Jakarta hanya untuk menjalani proses yang sama seperti mereka jalani selama karantina 14 hari di RPTC Tanjungpinang", ujar Haji Uma.

Menurut Haji Uma, informasi terkait prosedur itu diketahuinya setelah berkoordinasi dengan pihak Kemensos. Prosedur ini berlaku dalam upaya penanganan covid-19, padahal sebelumnya tidak demikian.

Hal ini berdasarkan pengalaman atas kasus yang sama sebelumnya. "Apa dasar dari zona Sumatera harus dibawa ke Jakarta untuk beristirahat dan selanjutnya akan dipulangkan lagi ke Sumatera.

Padahal mereka telah berada di RPTC Tanjungpinang selama 14 hari untuk di karantina dan diperiksa kesehatan. Jadi mau diapain lagi di Jakarta, kasian mereka yang kondisinya telah sangat lelah", pungkasnya.

Haji Uma menambahkan, idealnya para TKI ini segera dipulangkan ke kampung halamannya, termasuk 21 orang asal Aceh dan ada lebih kurang 400 orang secara keseluruhan dari berbagai propinsi di Indonesia.

Karena para TKI ini telah dikarantina 14 hari serta telah diperiksa covid-19 dan hasilnya negatif. Sebagian TKI ini juga sangat lelah kondisinya karena sebelum di deportasi ada yang menjalani kurungan di negeri jiran Malaysia.
[post_ads_2]
Haji Uma juga mengaku telah menerima aspirasi dari para TKI asal Aceh yang dikarantina di RPTC Tanjungpinang yang seluruhnya meminta agar mereka dibantu untuk segera dipulangkan ke Aceh karena kondisinya telah sangat lelah.

Atas dasar itu, Haji Uma sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pihak BP2MI Tanjungpinang terkait bantuan fasilitasi pemulangan.

Sementara itu, pandangan yang senada juga ikut disampaikan oleh Elviana, Senator asal Provinsi Jambi yang juga Ketua Komite IV DPD RI. Dirinya menilai bahwa WNI yang hasil tes Swap negatif harus dipulangkan segera ke keluarga.

"Membawa mereka ke Tanjung Priok dulu untuk untuk mengikuti seremonial covid-19 hanya akan memperpanjang derita mereka.

Jangan sampai rakyat menilai jika mantan TKI ini menjadi objek drama covid-19 dari pemerintah. Jika benar ini terjadi demikian, pemerintah telah dzalim pada rakyatnya", tegas Elviana seperti yang disampaikan pada Haji Uma.

tribunnews

SUARABMI.COM - RATUSAN bayi WNI terawat dengan baik di panti ini. Usia mereka beragam, ada yang dari usia 7 hari sampai 3 hingga 4 tahun.

Kalian kesusahan, ada assosiasi seperti ini yang bantuin sebaiknya kalian syukurin, jagalah kepercayaan satu sama lain dan demi penghuni baru lain kedepannya.

INI PENTING !!
BAGI YANG MENITIPKAN BAYI NYA DISINI.
SAYA HARAPKAN ANAKMU JANGAN DIBIARKAN TANPA DIJENGUK DAN JANGAN LUPA BERIKAN BIAYA SUSU DAN KEPERLUAAN ANAKMU SELAMA DITITIPKAN DISINI.
[post_ads]
INI TANGGUNG JAWAB KALIAN SEBAGAI ORANG TUA !
( KALAU TIDAK BISA JENGUK SETIDAKNYA TELPON VIDEO CALL LIHATIN MEREKA ). SANGAT DIHARAPKAN KESADARANNYA UNTUK HAL INI !

Yang ngaku hilang kontak panti, ini saya berikan kontak. Biar gak adalagi alasan kalian:
財團法人台灣關愛基金會
( Harmony Home Association )
Nicole Yang : 0922.444.536
Lia : 0960.575.042 (Bahasa Indo)
Fb : https://www.facebook.com/hhattw/

Yang mau berbagi rezeki silahkan lsg ke rek ini
財團法人台灣關愛基金會
台北富邦銀行 敦和分行
7421.2000.1074
[post_ads_2]
Yang mau bantu keperluan bayi, boleh kirim ke alamat dibawah.
關愛之家 Harmony Home
電話: 02-22393805
地址:台北市文山區興隆路三段247號1樓

JANGAN SAMPE KU TAU ADA YG NITIP ANAK DI PANTI INI, TRUS LANGSUNG MENGHILANG BAGAI DITELAN BUMI GK BS TERHUBUNGI.. KU TEMPELENG KALIAN NANTI !

Ditulis oleh Faisal Soh

SUARABMI - Menjadi kaburan itu terkadang memang jalan terakhir untuk menyelamatkan diri dari ancaman dan kekerasan dari majikan.

Seperti yang dialami oleh PMI Taiwan ini, sering akan diperk0sa majikannya, minta bantuan agensi malah slow respon, akhirnya ia memutuskan kabur dari majikannya. 

Dan kini ia menyerahkan diri melalui mbok Cikrak namun ia malah dilaporkan majikannya atas tuduhan mencuri celana majikannya.

"Untuk temen - temen yang swasta, kalian walaupun tidak mencuri barang, mengambil barang atau meninggalkan pasien, kalau majikan kalian nggak suka kalian kabur biasanya dilaporin ke Polisi. Contohnya mbak satu ini, dia selalu mau diperk0sa sama majikannya, makanya dia kabur. Setelah kabur, dia dikasusin mencuri celana majikannya. Dia harus berurusan dengan pengadilan sebelum pulang" Kata Mbok Cikrak.
[post_ads]
Selain itu, Mbak TKW ini sekarang juga mengidap penyakit kanker rahim dan sudah muntah darah berkali - kali dan harus dilakukan perawatan rumah sakit.

"Dia itu kena kanker rahim, udah muntah darah. Nah saya minta tolong sama imigrasi walaupun dia harus dikasusin mencuri celana majikan, padahal dia nggak mencuri, agar bisa berobat dulu dan dipenjara luar" ujar Mbok Cikrak.

Karena kasus ini, mbak ini harus menghadapi ke pengadilan dan tidak bisa pulang segera, "Padahal senin mau menyerahkan diri dan selasa atau rabu bisa pulang, namun karena begini dia harus menghadapi kepengadilan" Kata Mbok Cikrak.
[post_ads_2]
Mbaknya pun akan dibawa kerumah sakit oleh Mbok Cikrak untuk pemeriksaan dan meminta surat dokter atas penyakitnya untuk bukti kepada imigrasi. "Doain ya gaes bisa penjara luar" Pinta Mbok Cikrak.

Mbok juga berpesan agar semua BMI menjaga kesehatan apalagi bagi yang swasta karena tidak tercover askes sehingga jika ada penyakit berat, biayanya pun akan sangat mahal sekali. Berikut videonya.

SUARABMI - Tenaga kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong, Wartini, diputus bebas oleh pengadilan tinggi terkait tuduhan menjadi kurir narkoba.

Konsulat Jenderal RI di Hong Kong dalam keterangannya, Jumat (17/12/2020), menyatakan, Wartini dinyatakan tidak bersalah oleh juri lalu diputus bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Hong Kong pada Rabu (15/1/2020).

Dia ditangkap di Kantor Pos Hong Kong oleh petugas Bea dan Cukai setempat pada 28 Agustus 2018 saat mengambil paket milik temannya yang ternyata berisi 1.200 gram sabu-sabu.

Sejak itu, Wartini menjalani proses persidangan dan mengajukan banding pada 2019 karena tidak merasa bersalah.

"Paket itu bukan milik saya. Saya hanya membantu teman yang meminta tolong untuk diambilkan paket. Saya diberitahu teman bahwa isinya perhiasan dan baju," tutur Wartini.
[post_ads]
Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong Ricky Suhendar mengunjugi terdakwa di penjara setempat pada Desember 2019 untuk memberikan dukungan moril.

"Pendampingan merupakan salah satu bentuk perlindungan negara terhadap WNI. Oleh karena itu, Tim Perlindungan WNI secara aktif mendampingi hingga persidangan di Pengadilan Tinggi pada 6-15 Januari 2020," ujar Ricky.

Dia berharap kejadian serupa tidak terulang atau dialami pekerja migran di Hong Kong. Seluruh pekerja Indonesia diminta selalu berhati-hati dan waspada.

"Jangan pernah mengambilkan barang orang lain, meskipun itu teman sendiri yang sudah kita percaya. Jangan sampai WNI lainnya menjadi korban," kata Ricky.

Seusai putusan, Wartini merasa terharu dan mengucapkan terima kasihnya kepada pihak KJRI Hong Kong atas pendampingan dan bantuan selama menjalani masa sulit di penjara.
[post_ads_2]
Dia langsung dibawa ke rumah singgah KJRI Hong Kong sambil menunggu proses pemulangan ke Tanah Air.

Putusan bebas kasus narkoba melibatkan WNI merupakan yang pertama pada 2020. Sebelumnya ada dua WNI yang dibebaskan dalam kasus yang sama, yakni diperdaya sebagai kurir narkoba.

Seorang WNI bernama Diana Ulfa diputus bebas oleh pengadilan Hong Kong. Dia datang ke Hong Kong untuk tujuan wisata, namun ditangkap petugas Bea dan Cukai sesampainya di bandara setempat pada 24 Mei 2018 karena kedapatan membawa tas berisi sekitar 2.000 gram narkoba.

Seorang WNI berinisial RS juga diputus bebas oleh pengadilan setempat setelah ditangkap pada 27 Desember 2016 oleh aparat Bea dan Cukai. Dia kedapatan membawa sabu-sabu seberat 2,25 kilogram saat transit di bandara Hong Kong dalam perjalanan dari Addis Ababa, Ethiopia, menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

inews. suarabmi
Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini