SUARABMI.COM - Mayat Perempuan ditemukan dalam kondisi sudah mengeluarkan bau menyengat di Desa Babakan, Cirawada ,Losari , brebes.

Ramai diperbincangkan tentang penemuan mayat perempuan yang memakai Kaos warna Merah dengan bawahan mengenakan celana Hitam membuat gempar netizens.

Postingan yang pertama diunggah oleh seorang pengguna edia sosial dengan nama akun 'Wong Pengasinan' menyatakan jika ada penemuan mayat perempuan berusia sekitar 35-40 tahun di Desa Babakan,Cirawada,Losari , brebes pada hari Jum'at (22/2) .

Karena kondisinya yang sudah mengeluarkan bau menyengat , diperkirakan korban sudah meninggal sekitar 3 hari yang lalu.

"Lgu geger penemuan mayat perempuan umur sekitar 35-40 th .ning desa babakan cirawada kec losari brebes" tulis Wong pengasinan.
[ads-post]
Setelah viral dimedia sosial , barulah diketahui identitas korban yang sebelumnya sempat menjadi tanda tanya.

Korban diketahui bernama Sri Wariati , Seorang Buruh Migran Indonesia ( BMI) yang bekerja di Hong Kong.

Banyak pengguna media sosial yang kaget dan terkejut ketika mendapati kabar kematian yang mengenaskan dialami oleh temannya tersebut.

Dikutip dari keterangan salah seorang pengguna media sosial Babbye Keyy ,Sri diketahui merupakan BMI Hong Kong yang hendak pulang ke kampung halamannya di Dusun Balrjo,Desa purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo,Kabupaten  Malang.

menurut kabar yang beredar, Sri meninggal dunia akibat dibunuh oleh saminya sendiri , dan mayatnya dibuang ke Brebes.

Hal itu diperkuat dengan pernyataan Cindy, seorang teman Sri yang juga merupakan BMI Hong Kong.

Menurut Cindy , Suami Sri sudah menetap di Jakarta , dan kemungkinan sebelum pulang ke Malang , Sri pulang ke rumah suaminya terlebih dahulu.

"katanya. pulang dri hk ..di bunuh suaminya..,katanya uda netap di jkrt suamiya..mukin.plang dri hk ikut suaminya gtu kali.. britanya cumn di bunuh suami mayat di buang di jalan trus gara"suami trllu cemburu" tulis Cindy.

Sampai detik ini belum diketahui secara pasti motif sang suami membunuh Sri, namun dari rumor yang beredar ,pembunuhan itu dilatar belakangi oleh rasa cemburu.

Saat ini Jenazah Sri masih dalam proses pemulangan ke Kampung halamannya. "jenaza masih prjalanan pulang ke kampung"tambahnya.

Update: Seorang Pekerja Indonesia dan Philipina Dilaporkan Tewas Dalam Insiden Berdarah, 15 Lainnya Diselamatkan dan 6 Masih Hilang Dilaut
SUARABMI.COM - Seorang Filipina dan kru Indonesia terbunuh dalam insiden berdarah di kapal Wen Peng, sementara banyak yang dipaksa untuk melompat ke laut.

Kapal Wen Peng memiliki total 24 anggota awak - tiga warga Taiwan, 10 warga Filipina, dan 11 warga Indonesia.

FA mengatakan tersangka Filipina diduga menyerang anggota kru lainnya karena masalah yang berkaitan dengan disiplin. Akibat insiden ini semua kru lari dan menjatuhkan diri ke laut hingga tinggal tersangka yang ada di kapal hingga hari jum'at lalu.
[ads-post]
Pada pukul 3 Rabu pagi, FA mengatakan menerima laporan yang menginformasikan bahwa seorang TKA Filipina telah menyerang anggota awak lainnya dengan pisau di Wen Peng, yang beroperasi di laut terbuka sekitar 1.582 mil laut dari Mauritius. 

Hingga Jumat, sebanyak 15 anggota awak, termasuk kapten Taiwan dan dua warga negara Taiwan lainnya, telah diselamatkan dari kapal atau dari laut setelah mereka melompat ke laut untuk menghindari pelaku, kata FA.

Enam dari anggota kru yang melompat ke laut masih hilang, kata agensi. Semoga korban yang belum ditemukan segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Taiwanews, focustaiwan

SUARABMI.ID - Seorang dokter yang merupakan warga negara Taiwan telah dituduh melakukan pelecehan s*ksual terhadap seorang pasien yang dikabarkan adalah seorang pekerja migran.

Hal ini terjadi ketika pasien tersebut menjalani prosedur ab0rsi di kliniknya yang berada di Taoyuan, wilayah bagian utaraTaiwan, laporan Taiwannews.

Dilansir dari media Liberty Times menyebutkan bahwa sang dokter juga dicurigai telah melakukan pelecehan s*ksual lebih banyak selama bertahun-tahun kepada sejumlah pasien lainnya.

Lin Chin-jen, seorang dokter berusia 61 tahun dan pemilik Klinik Ginekologi dan Praktik Ab0rsi di Distrik Zhongli Taoyuan, telah dituduh menggunakan dosis anestesi yang berlebihan pada seorang wanita sebelum menjalani ab0rsi untuk melakukan serangan s*ksual pertama pada bulan April tahun lalu.

Istri Lin menangkap suaminya tengah berbuat c4bul kepada korban dengan bantuan kamera tersembunyi.

Setelah ditangkap oleh polisi, Lin mengaku melakukan kejahatan dan pada hari Kamis (21/02) didakwa dengan tuduhan melakukan pemaksaan hubungan s*ksual.

Istri Lin baru-baru ini mulai memperhatikan gerak-gerik yang mencurigakan dari suaminya. Istri Lin mengaku bahwa suaminya telah memberi pasiennya obat bius dalam jumlah yang berlebihan, jadi dia memutuskan untuk memasang kamera pengintai di ruang operasi untuk mengamati perilaku sang suami.
[ads-post]
Pada jam 11 pagi pada tanggal 28 April, Lin bersiap untuk melakukan praktik aborsi pada seorang pasien wanita berusia 30 tahun.

Dia tahu bahwa hanya 10CC anestesi yang diperlukan untuk membius pasien, tetapi dia menyuntiknya dengan dosis sebanyak 13CC.

Begitu korban kehilangan kesadaran, Lin memberi tahu putrinya, yang bekerja di klinik sebagai perawat, untuk meninggalkan ruang operasi.

Lin kemudian mulai memperk0sa wanita, sebelum benar-benar memulai prosedur ab0rsi. Setelah istri Lin memeriksa rekaman itu, dia terkejut menyaksikan tindakan bejat sang suami dan segera melaporkannya ke polisi.

Ketika korban diberitahu oleh jaksa bahwa dia telah mengalami pelecehan s*ksual, dia terkejut dan mengeluh bahwa Lin merupakan dokter yang tidak berkeprimanusiaan dan mencapnya pria hidung belang yang mengambil keuntungan dari orang lain dalam kondisi rentan, benar-benar jahat!

Setelah polisi menunjukkan rekaman kejahatan keji yang dilakukan Lin, dia mengakui bahwa dia benar-benar memberinya dosis anestesi 13CC yang berlebihan untuk memperpanjang masa operasi sehingga memungkinkan Lin untuk memperk0sa korban yang sedang tak sadarkan diri.

Kantor Kejaksaan distrik Taoyuan sekarang menuntutnya dengan tuduhan kasus pemaksaan hubungan s*ksual yang dapat berujung pidana serius dan kehancuran karir Lin sebagai dokter.

Ketika wartawan dari Apple Daily mengunjungi klinik Lin, tampak bahwa klinik tersebut sudah ditutup namun nama klinik dan jam beroperasi klinik tersebut masih terpampang di pintu depan.

Laporan sejumlah media lokal menyebutkan bahwa klinik tersebut kerap didatangi oleh sejumlah pekerja migra asing termasuk Indonesia yang hendak melakukan praktik ab0rsi.
[youtube src="psOpqZYJAXE"/] 
Taiwannews, Liberty Times, indogo, Apple Daily
Powered by Blogger.
close