SUARABMI.COM - Selama bulan Ramadhan Bidang Imigrasi KDEI Taipei telah memberikan pelayanan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) kepada sekitar 160 TKI Kaburan yang berada di rumah tahanan atau detensi Imigrasi Taiwan supaya bisa segera pulang. 

Jumlah tersebut belum termasuk Kaburan overstayer yang mengajukan SPLP setelah menyerahkan diri ke imigrasi Taiwan atau yang mengikuti layanan KDEI Sunday Service maupun KDEI Mobil Service.

"Kami terus berusaha memberikan upaya dalam perlindungan kepada WNI yang ada di detensi-detensi Imigrasi Taiwan dengan memberikan SPLP, agar sahabat WNI dapat segera kembali ke Indonesia/kampung halamannya, " tulis akun facebook Infokim Taipei.

Seperti halnya hari ini Kamis, (23/5/2019), pukul 11:30 hingga 14:28, tim Bidang Imigrasi KDEI Taipei telah melakukan perekaman data biometrik kepada 38 orang WNI yang ada di Detensi Imigrasi Yilan. 
[ads-post]
Mereka membantu proses untuk penerbitan SPLP gratisnya dari Pemerintah RI dalam rangka perlindungan bagi WNI yang berada di Luar Negeri dan akan segera dipulangkan ke Indonesia oleh Imigrasi Taiwan. 

Dengan harapan semoga WNI yang berada di detensi yang telah dibantu proses SPLPnya dapat segera kembali ke Indonesia serta berkumpul dengan keluarga pada Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Sebelumnya Bidang Imigrasi KDEI Taipei juga telah memberikan pelayanan penerbitan SPLP kepada 53 WNI di detensi Imigrasi I-lan pada 6 Mei 2019 lalu, serta 39 WNI yang berada di detensi Imigrasi Sanxia, New Taipei City pada Kamis (16/5/2019).

Bidang Imigrasi KDEI Taipei terus berusaha menjadi bagian solusi Pemerintah RI di Taiwan, dalam memberikan perlindungan bagi WNI yang berada di Luar Negeri. 

Diharapkan supaya tetap semangat pada jalur yang benar dan tepat. Jangan memilih jalan kabur atau menjadi swasta, melanggar aturan tinggal di Taiwan karena akan ada konsekwensi hukum bila melakukan pelanggaran.

liputanbmi

SUARABMI.COM - Punya pengalaman tak menyenangkan atau tak terlupakan soal pertanyaan 'kapan'? Kata 'kapan' memang bisa jadi kata yang cukup bikin hidup nggak tenang.

Benar, aku sudah berpisah rumah dengan suami aku selama hampir tiga tahun. Berat sekali beban yang harus aku tanggung ketika berpisah dari suami. 

Tidak mudah bagi aku mengambil keputusan untuk memutuskan berpisah. Berat sekali ujian dan deraan yang aku terima sebelum akhirnya aku memutuskan berpisah dari suami.

Hari-hari yang berat oleh tekanan psikologis yang selalu dilakukan suami membuat aku menderita lahir dan batin, ditambah dengan kekerasan yang aku terima hampir setiap minggu. 

Perjuangan aku dalam mencari nafkah dan membesarkan anak di rantau yang jauh dari keluarga , dinegeri orang membuat aku benar-benar harus menguatkan hati untuk tetap berpikir waras.

Benar, tidak ada seorang pun menyangka kalau aku akan mengalami nasib nahas seperti sekarang ini karena suami aku secara penampilan luar sangat lembut dan berasal dari keluarga berlatar belakang bagus. 

Namun harapan dan kenyataan itu selalu bertolak belakang. Justru keluarganya jua lah penambah kekisruhan rumah tangga.

Tidak sedikitpun ada keinginan untuk berpisah tetapi demi keselamatan jiwa dan psikis aku dan anak, akhirnya aku memutuskan untuk berpisah. 
[ads-post]
Aku sekarang berjuang untuk bangkit kembali setelah terpuruk hampir 10 tahun selama merajut rumah tangga dengannya. 

Aku tahu, aku belum bisa move-on dan melupakan dia sepenuhnya. Bagaimanapun ia adalah lelaki pertama dalam hidupku yang telah meninggalkan coretan dan noda hitam di hatiku. Ia jua ayah dari anakku yang akan selalu dirindui anakku.

Penat, lelah, dan stres sering menghantuiku akan konsekuensi dari keputusanku ini. Hari-hari yang berlalu masih berat dan berbatu karena ia selalu membayangi dalam setiap langkah yang kuayunkan. 

Entah sampai kapan aku masih berada dalam bayang kegagalan ini. Kadang ingin kubuang semua beban ini tetapi aku tidak mengetahui caranya. 

Aku telah berusaha sepenuhnya untuk berserah diri atas takdir-Nya namun kegelapan dan bayang-bayang itu masih menghantuiku sampai sekarang.

Hanya putri semata wayangku lah yang menjadi penyemangat dan penguat hatiku sampai hari ini, jadi jangan tanya sampai kapan aku terdiam di tempat, termangu menatap masa lalu. 

Aku sekarang hanya takut melangkah ke depan, bagaimana jika ia sama saja atau bahkan lebih buruk dari sebelumnya? Bagaimana jika ia tidak menyayangi putri kecilku yang sangat membantuku melewati hari-hari beratku?

Stop, jangan tanya bagaimana rasa percayaku sekarang kepada sosok lelaki itu, bukan hanya kepada dia, mungkin kepada semua lelaki di dunia ini. 

Sungguh semua telah ia hancurkan aku sampai ke titik nadir, hancur berkeping tanpa sisa. Hanya iman yang masih mampu membuatku bertahan hidup sampai hari ini. Doakan aku dan gadis kecilku untuk bisa saling menguatkan menghadapi deraan hidup.

SUARABMI.COM - Kontestasi pilpres 5 tahunan selalu ada kisah menarik diantara pendukungnya baik itu pro maupun oposisi dimana banyak pendukung yang saling berjanji jika jagoannya menang atau lawannya kalah.

Seperti yang dilakukan oleh TKW Singapura asal Majalengka ini, nadzarnya akan mencukur rambutnya habis jika Jokowi menang dan Prabowo kalah ia laksanakan.

Tepat tanggal 22 Mei kemarin Yati mencukur gundul rambutnya sebagai bukti atas ucapannya selama ini dimana ia serius dengan ucapannya dan tidak main - main.
[ads-post]
Kabar penggundulan rambutnya ini ia unggah melalui akun facebook pribadinya tanggal 22 Mei kemarin.

"Alhamdulillah Najar Nya Udah Di Tepati, Jadi Botak Hehehe. Semangat Demi Pa Jokowi Pasti Pas Di Hati" Tulis Yati.

Nah, bagaimana dengan yang lain? apakah siap menepati janjinya? belum jadi apa - apa saja sudah susah menepati janji apalagi jadi pemimpin pasti tukang bohong nantinya.
Powered by Blogger.
close