loading...
============

SUARABMI.COMKecelakaan KM Mutiara Sentosa Jumat (19/5)  lalu di perairan Masalembo menyisakan luka yang mendalam. 

Sebelumnya kawasan perairan ini juga beberapa kali terjadi kecelakaan. Sudah tahukah kamu seperti apa kehidupan di Masalembu?

Kecamatan Masalembu mempunyai luas total wilayah 40,85 Km 2 (1,95 % dari luas Kabupaten Sumenep). Jumlah Desa di Kecamatan Masalembu sebanyak 4 desa antara lain Masalima, Suka jeruk, Masakambing, dan Karamian. Kecamatan Masalembu dibatasi oleh laut Jawa pada semua sisinya.

Secara administratif Kecamatan Masalembu juga terdiri dari beberapa pulau. Jumlah pulau sebanyak 4 buah dengan komposisi 3 pulau berpenghuni antara lain Masalembu, Masakambing dan Karamian. 

Sedangkan 1 pulau lainnya tidak berpenghuni yaitu pulau Kambing. Luas pulau yang tidak berpenghuni 0,034 Km 2 (0,09% dari luas kecamatan Masalembu). 

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, jumlah penduduk kecamatan Masalembu secara keseluruhan berjumlah 22.599 jiwa (Bappeda Kab. Sumenep, 2003). Komposisi penduduk Kecamatan Masalembu terdiri dari laki-laki sebanyak 11.071 jiwa (48,99 %) dan perempuan 11.528 jiwa (51,01 %). Rasio jenis kelamin sebesar 96,04 % dengan kepadatan penduduk sebanyak 553,22 jiwa/Km 2.
[ads-post]
Menurut Dudi Nandika, seorang peneliti yang sudah hampir 10 tahun meneliti di kawasan Masalembu menjelaskan, perairan ini memiliki ikan yang melimpah. 

"Sebetulnya daerah itu pertemuan arus dari Selat Karimata sama arus Laut Jawa dari arah barat ke timur dari timur ke barat. Sebetulnya kalau dari segi keanekaragaman ikan justru malah lebih bagus karena pertemuan arus itu. Jadi ikannya lebih bervariasi," kata Dudi saat berbincang dengan kumparan (kumparan.com) melalui sambungan telepon, Senin (22/5).

Dudi menjelaskan, kebanyakan penduduk di tiga pulau yang ada di Masalembu adalah nelayan. Namun di antara mereka pun juga ada yang memilih pergi ke negeri seberang untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia.

"Di sana sebagian nelayan tapi untuk anak-anak mudanya jadi TKI ke Malaysia atau Singapura," ucap dia. 

Anak-anak muda di sana merasa menjadi nelayan tak punya penghasilan tetap. Jadi, pergi ke luar negeri adalah jalan terbaik.

"Di bulan bulan tertentu, mereka tak bisa melaut karena gelombang yang sangat tinggi.  Itu terjadi di bulan basah antaa November akhir sampai Februari. Kemudian masuk akhir Juli biasanya mulai tinggi ombak," tuturnya. kumparancom

Kecelakaan KM Mutiara Sentosa Jumat (19/5) lalu di perairan Masalembo menyisakan luka yang mendalam.

Powered by Blogger.
close