loading...

SUARABMI.COM - Sindikat pemalsuan dokumen yang sudah beroperasi selama tiga tahun berakhir dengan tertangkapnya dalang utama warga Myanmar dikenal sebagai Dr Harun, 23 Maret lalu.

Direktur Jenderal Departemen Imigrasi, Datuk Seri Mustafar Ali mengatakan, penangkapan itu dilakukan setelah diselidiki selama hampir sebulan oleh Bagian Intelijen, Operasi Khusus dan Analisa departemen yang bersangkutan.

Dr Harun berusia 50-an membuat rumahnya di Bukit Jalil kuala lumpur sebagai kantor untuk memproses berbagai dokumen palsu termasuk paspor, pas kunjungan kerja sementara, pas khusus, E-Kad dan Kartu UNHCR.

“Berdasarkan informasi penyelidikan, kami menyerbu kios agen perjalanan yang beroperasi di restoran makanan Bangladesh di Jalan Silang, Kuala Lumpur pada 9 Maret lalu. Hasil penggeledahan kita menemukan pas kunjungan kerja sementara, pas khusus, memo memeriksa keluar, E-kartu, 15 kartu sertifikat CIDB, ​​SIM Malaysia dan Sertifikat SSM yang dipalsukan,” katanya pada jumpa pers media di sini, hari ini.
[ads-post]
Mustafar mengatakan, uang tunai sebesar RM5,745 telah disita.

Selain itu, komputer pribadi, mesin printer, mesin laminar dan USB drive yang berisi dokumen yang akan dipalsukan ikut di sita.

Direktur Jenderal Departemen Imigrasi, Datuk Seri Mustafar Ali mengatakan. Akan menindak tegas kepada imigran ilegal jika tertangkap menggunakan idenditas seperti paspor palsu,e-kad palsu dan juga Permit palsu.

Ancaman sebat/cambuk  bisa saja dilakukan jika imigran ilegal tetap nekat  mengurus idenditas palsu seperti tersebut.

Setelah itu, Mustafar juga meyampaikan, delapan anggota termasuk dalang berusia antara 30 sampai 50 tahun yang melibatkan enam warga Bangladesh, dan masing-masing satu Pakistan serta Myanmar ditahan secara terpisah sejak 9 sampai 23 Maret lalu.


“Mereka yang ditahan akan didakwa berdasarkan  akta  Imigresen 1959/63 dan Akta Paspor.

“Sindikat ini terpercaya beroperasi hampir tiga tahun lalu dan sudah meraup keuntungan bulanan yang diperkirakan antara RM8,000 hingga RM9,000,” katanya (Berita harian)

Pada 27 Maret lalu sudah dilaporkan setidaknya ada lima tempat yang menawarkan layanan menjual paspor palsu Bangladesh dan Myanmar di ibukota.

Dokumen palsu yang dijual mencapai RM3,000 setiap satu itu menjadi pilihan utama imigran ilegal yang sebagian besar berasal dari Bangladesh yang ingin bergerak bebas dan bekerja di negara ini.

Bahaya Pemalsuan Identitas dan Sanksi Cambuk Bagi TKI Sudah Mengancam di Depan Mata

Powered by Blogger.
close