============

SUARABMI.COM - Bisnis pengiriman uang antar negara (remitansi) Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV tumbuh dua digit pada sepanjang semester pertama tahun ini. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan transaksi remitansi dari TKI di berbagai negara penempatan.

3 Bank besar telah mencatatkan nilai remitansi sepanjang Januari – Juli 2017 yang keseluruhannya sebesar US$ 33,68 juta. Ketiga bank tersebut bersaing ketat dalam memenangkan persaingan di pasar remitansi. Berbagai inovasi mereka lakukan untuk tak tersingkir dalam persaingan.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat, nilai remitansi sepanjang Januari-Juni mencapai US$33 miliar atau naik sekitar 18 persen secara tahunan (yoy). Adapun transaksi remitansi ritel mendominasi, yakni sebesar 65 persen dari total transaksi.

“Peningkatan remitansi tersebut terutama berasal dari transaksi inward remittance dari pekerja Indonesia di luar negeri,” tutur Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra, akhir pekan lalu.

Jan mengungkapkan, negara asal remitansi terbesar berasal dari TKI yang bekerja di Malaysia, Timur Tengah, dan Hong Kong. Sebagian besar remitansi tersebut dikirimkan ke Pulau Jawa.

Hingga akhir tahun, Jan menargetkan nilai transaksi remitansi tetap bisa tumbuh dua digit.

Pertumbuhan bisnis remitansi dua digit juga dicatatkan oleh PT Bank Mandiri Tbk. Wholesale remmitance Mandiri sepanjang enam bulan pertama tahun ini tumbuh 21,62 persen menjadi US$45 juta. Sementara itu, remitansi ritel tercatat tumbuh 25,71 persen menjadi US$14,3 juta.
[ads-post]
Head of Consumer Deposit Bank Mandiri Trilaksito Singgih Hudanendra mengungkapkan, kenaikan tersebut didorong olah upaya perluasan mitra di berbagai negara.

“Strateginya, kami melakukan perluasan partner di berbagai negara yaitu Hong Kong, Jepang, dan Malaysia,” jelas Singgih.

Senada dengan Jan, Singgih juga berharap perusahaan bisa mempertahankan pertumbuhan bisnis remitansi di level dua digit hingga akhir tahun.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Suprajarto mengungkapkan, jumlah transaksi remitansi perseroan pada sepanjang tahun ini tumbuh 15 persen menjadi 2,7 juta transaksi. Sayangnya, Suprajarto tidak menyebutkan nilai transaksi remitansi perseroan.

“Kami lebih serius menggali potensi TKI,” ujar Suprajarto.

Baru-baru ini, lanjut Suprajarto, perusahaan juga telah meluncurkan Kartu Pekerja Indonesia Malaysia (KPIM) untuk memberikan akses perbankan pada para TKI di Malaysia, negara asal pengiriman remitansi terbesar. Kartu ini bisa digunakan sebagai untuk transaksi pengiriman uang valas dan kartu debit.

Sepanjang tahun, Suprajarto berharap bisnis remitansi bisa tumbuh dua digit.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat, penerimaan remitansi dari TKI pada kuartal II 2017 mencapai US$2,16 miliar atau turun 3,1 persen dari periode yang sama tahun lalu, Us$2,23 miliar.

Dikutip dari laporan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Kuartal II 2017, Senin (14/8), penerimaan remitansi terbesar berasal dari TKI yang bekerja di kawasan Asia Pasifik dengan remitansi masuk sebesar US$1,3 miliar. Kemudian, TKI yang bekerja di kawasan Timur Tengah dan Afrika mengekor sebesar US$800 juta.

Sementara itu, pembayaran remitansi keluar mengalami penurunan tipis dari US$840 miliar pada kuartal II 2016 menjadi US$835 miliar.

Berdasarkan data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), TKI yang bekerja di luar negeri pada akhir kuartal II 2017 mencapai 3,5 juta orang. Sebesar 67,8 persen diantaranya bekerja di wilayah Asia Pasifik dengan porsi terbesar Malaysia, Taiwan, Hongkong, dan Singapura. Sementara, 31,6 persen sisanya bekerja di wilayah Timur Tengah dan Afrika, terutama di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania.

Bisnis pengiriman uang antar negara (remitansi) Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV tumbuh dua digit pada sepanjang semester pertama tahun ini. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan transaksi remitansi dari TKI di berbagai negara penempatan.

loading...
Powered by Blogger.
close