loading...

SUARABMI.COM - Tingkat berlebihan dari fipronil insektisida yang sangat beracun telah ditemukan pada telur yang diproduksi di peternakan di Taiwan kata Wakil Menteri Pertanian (COA) Chen Chi-chung (陳吉仲) Taiwan pada hari Selasa kemarin.

Sebelumnya media loka telah melansir bahwasannya beberapa peternakan di Taiwan telah tercemari oleh insektisida fipronil, Chen pun mengiyakan hal itu saat di konfirmasi menengenai kebenaran berita itu sebagaimana juga telah mewabah di korea dan Eropa.

Otoritas pertanian juga telah menguji sampel telur dari 45 peternakan di Taiwan dan menemukan bahwa dari tiga peternakan di Changhua positif terkontaminasi insektisida fipronil pada tingkat konsentrasi masing-masing 153 bagian per miliar (ppb), 22ppb, dan 5ppb, kata Chen. 

Kebun-kebun tersebut sekarang telah dikontrol ketat dan dilarang mengeluarkan atau mendistribusikan telur keluar peternakan.

Telur yang telah mereka kirim akan ditarik lagi dari penjual dan dimusnahkan, ayam-ayam di tiga peternakan yang terkontaminasi insektisida fipronil juga akan dimusnahkan, dan pihak berwenang akan terus melacak sumber insektisida tersebut.
[ads-post]
Pusat Pengendalian Penyakit Hewan Changhua mengatakan ada 34.000 telur dan 69.000 ayam di tiga peternakan tersebut terinfeksi insektisidan ini, sedangkan menurut COA ada 90.000 ayam telah terinfeksi dan mengatakan "puluhan ribu" telur yang sudah dipasarkan akan ditarik kembali.

Pada pukul 12.30 WIB kemarin, pusat Changhua belum menerima arahan untuk memusnahkan ayam di peternakan tersebut namun telah memerintahkan agar distribusi mereka dikendalikan, menurut direktur pusat Tung Meng-chih (董 孟 治).

Sementara itu, COA meluncurkan pemeriksaan 24 jam sekitar 2.000 peternakan ayam di sekitar Taiwan pada siang hari pada hari Senin, dan hasilnya diharapkan tersedia dalam tiga hari setelah pemeriksaan selesai. 

Uni Eropa telah menetapkan batas residu maksimum fipronil pada telur pada batas deteksi 5 ppb (atau 0,005 mg / kg), dan Taiwan mengikuti standar tersebut, namun penggunaan fipronil dalam memproduksi makanan untuk konsumsi manusia di Eropa adalah ilegal. 

Organisasi Kesehatan Dunia menganggap fipronil "sangat beracun" bagi manusia. Paparan jangka panjang terhadap Fipronil dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, hati dan kelenjar tiroid. Hal ini juga dapat menyebabkan "mual, muntah, sakit perut, pusing, dan serangan epilepsi."

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat telah mengklasifikasikan fipronil sebagai karsinogen manusia yang berdasarkan penelitian peningkatan tumor sel tiroid tiroid pada tikus. 

STOP TELUR PUTIH....! Tingkat Insektisida Berlebihan Ditemukan di Telur Putih di Taiwan, Ini Bahayanya

Powered by Blogger.
close