============

SUARABMI.COM - Membuat keputusan untuk menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri adalah keputusan yang menurut mayoritas orang benar, dimana dengan hal itu ia bisa mendapatkan gaji yang besar, masa depan yang terjamin dan perekonomian yang membaik.

Tapi tunggu dulu, ada hal - hal yang tak pernah dipikirkan yang merupakan kesalahan yang tak disadarinya, hal - hal tersebut adalah:

TKI harus meninggalkan keluarganya dikampung halaman.
Sebagai TKI, keputusan terbesar dan terberat pertama adalah meninggalkan keluarga saat seorang TKI harus berangkat ke luar negeri demi masa depan yang lebih baik.

Meskipun menurut TKI ini adalah salah satu jenis pengorbanan, namun bila dilihat dari sisi yang lain ini adalah bentuk pengabaian terhadap keluarga dan bukan tanpa resiko.

Banyak kejadian yang tak diharapkan terjadi karena TKI harus berpisah dengan keluarganya dan anak - anaknya serta hidup dilingkungan baru yang pasti akan merubah pola pikirnya.

Secara tak sadar, telah merusak anak-anak kita
Banyak TKI yang memanjakan anak dengan harta saat orang tua mereka bekerja menjadi TKI. Memberikan anak-anak barang mewah, mahal yang tak ada di kampungnya bahkan tak ada di Indonesia. Ini adalah salah satu bentuk penanaman akhlak yang buruk kepada anak-anak. Mereka bisa tumbuh dengan egois, sombong, merasa mewah dan materialistik. Tak hayal banyak anak TKI yang tumbuh tidak sesuai dengan perkembangan anak semestinya, cenderung nakal dan lainnya yang hal itu sering tak disadari dan tak diketahui oleh orang tuanya.

Terlalu menguras tenaga dan otak
Tenaga dan otak kita hanya diperas oleh orang-orang dinegara penempatan tanpa adanya imbal balik di masa depan. Kita hanya dihargai dengan uang saja.

Sehingga apa yang dilakukan tidak banyak membantu pemerintah dimasa mendatang selain sebagai penghasil devisa saja.
[ads-post]
Bahkan pemerintah banyak kehilangan tenaga-tenaga handal untuk membangun negeri karena banyak yang lari menjadi TKI.

Pandangan dan Cara Berpikir Berubah
Setelah TKI meninggalkan kampung halamannya untuk menuju tempat yang baru, pandangan dan cara hdup mereka cenderung berubah drastis. 

Pengaruh budaya dan adat membuat mereka seperti terlahir kembali, bukan lagi sosok yang dulu pernah ada.

Bahkan pergaulan dan kebebasan diluar negeri sudah banyak yang membuat TKI hilang arah dan jauh dari budaya dan tradisi nenek moyangnya, walaupun tidak sedikit yang berubah menjadi baik.

Tak berkonribusi banyak bagi negara sendiri
Disadari atau tidak, ternyata menjadi TKI itu tidak berkontribusi banyak terhadap negara sendiri. Dimana kita bekerja untuk memajukan negara lain, kita membayar pajak untuk perkembangan negara lain, kita ikut asuransi untuk memajukan dunia kesehatan negara lain dantak bisa dinikmati di negeri sendiri.

Nah, lima hal itu adalah kesalahan yang tak disadari. namun pandangan ini subyektif dan tak perlu diambil pusing karena nyatanya negeri sendiri masih belum bisa memberikan lapangan pekerjaan yang hasilnya bisa membuat masa depan kita cerah dan terjamin, selain menjadi PNS yang harus membayar ratusan juta sebelum diterima. Ciayooo.....!

Membuat keputusan untuk menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri adalah keputusan yang menurut mayoritas orang benar, dimana dengan hal itu ia bisa mendapatkan gaji yang besar, masa depan yang terjamin dan perekonomian yang membaik.

loading...
Powered by Blogger.
close