SUARABMI.COM - Hong Kong (15/10) - "Jangan pernah takut mencoba dalam berusaha" demikian kata Machmudi Hariono yang akrab disapa Yusuf kepada sekitar 100 peserta bincang bersama di KJRI Hong Kong Minggu, 15 Oktober 2017.

Yusuf yang memiliki usaha resto Dapoer Bistik Solo di Semarang dan Solo, sewa mobil dan laundry adalah sosok pria ulet dan pantang menyerah. 

Bapak dari tiga anak ini adalah seorang mantan teroris yang berperang di Moro Filipina Selatan tahun 2000 - 2002, dan pernah menjalani pidana penjara selama lebih dari 5 tahun di Nusa Kambangan dan Semarang.
[ads-post]
"Tidak mudah menjalankan bisnis sebagai mantan napi" ujar Yusuf menambahkan. Bagi saya restoran adalah bisnis yang cocok, karena restoran adalah tempat berkumpul banyak orang. Kalau dulu saya pegang senjata, sekarang saya pegang penggorengan.

Sesi bincang bersama pagi itu berlangsung di tengah badai typhon Khandun level 8, tetap tidak menyurutkan antusiasme BMI Hong Kong yang gencar menanyakan berbagai hal seputar bisnis dan kendala dalam berbinis. 

Salah seorang peserta, Ratnawati, menyampaikan dapat mengambil hikmah dari acara ini dan sudah memiliki angan-angan bisnis yang akan dijalankan sepulangnya ke Indonesia. | KJRI Hong Kong
[youtube src="ENgpftl3vHk"/]

Hong Kong (15/10) - "Jangan pernah takut mencoba dalam berusaha" demikian kata Machmudi Hariono yang akrab disapa Yusuf kepada sekitar 100 peserta bincang bersama di KJRI Hong Kong Minggu, 15 Oktober 2017.

loading...
Powered by Blogger.
close