loading...
============

SUARABMI.COM - Kehamilan ALN, ibu beranak satu akibat Dihantam Belut Liar tetangganya membuat Perangkat Desa Kalibatur turun tangan. Baca berita terkait: Kembali...! BELUT LIAR Tetangga Makan Korban Istri TKI Malaysia Hingga Berbadan Dua

ALN yang ditinggal merantau ke negeri Jiran Malaysia, adalah warga dusun Banaran desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir Tulungagung merupakan istri dari SF yang asli Panggungkalak diralat oleh perangkat desa Kalibatur Kayani sebagai warga Sumberbendo Kecamatan Pucanglaban. 

"Awalnya mengaku desa Panggungkalak, tadi setelah kita antar kesana ternyata yang benar di Sumberbendo," kata Kayani Kaur Umum Kalibatur. 

Kayani mengaku jika SF adalah anak dari seorang perangkat desa Sumberbendo dan persoalan kehamilan yang memasuki lima bulan telah di selesaikan secara kekeluargaan dengan mertua ALN. 

"Kita dampingi, diterima dengan baik. Bahkan, suaminya yang di Malaysia (SF) di telpon langsung sama orang tuanya dan mengatakan jika menerima kenyataan ini serta segera di urus perceraian dan langsung dinaikkan ke proses pernikahan antara ALN dengan AG untuk pertanggungjawaban," ungkap Kayani. 

Didepan mertua ALN, menurut Kayani pelaku AG mengakui perbuatannya dan bersedia tanggungjawab atas kehamilan yang menimpa ALN. 

"Jadi pelaku sudah mengakui dan bersedia tanggungjawab atas perbuatannya, kita didampingi ketua RT nya juga," papar Kayani. 

Seperti di beritakan sebelumnya, wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kalibatur,Kardi menjelaskan pihak desa hanya akan melakukan pemantauan dan jika akhirnya damai (suami bisa menerima) maka kasus seperti itu akan hilang begitu saja. Jika akhirnya terjadi perceraian, karena sudah ada bayi dalam kandungan biasanya pelaku harus bertanggung jawab dengan menikahi perempuan yang di rusak pagar ayunya. 

"Jika suami terima ya akan baikan lagi, tapi jika akhirnya cerai ya pelakunya dituntut menikahi," lanjut Kardi 

Polsek Kalidawir mengaku belum menerima laporan resmi kejadian tersebut, namun Babinkamtibmas Kalibatur Aiptu Wahyudi Susanto mengaku telah menerima aduan dari orang yang mengaku orang tua dari pasangan ALN dan SF. 

"Kemarin memang sempat konsultasi pada saya selaku Babinkamtibmas, saya beri arahan jika tidak terima silakan SF selaku suami resmi melaporkan ke Polsek atas dugaan perzinahan dan itu bisa kita proses, masuk dalam delik aduan," papar Susanto 

Namun jika memang tidak saling menuntut (melapor) dan akan menyelesaikan secara kekeluargaan, polisi juga tidak bisa menghalangi. Mediasi bisa dilakukan di desa bersama perangkat desa Kalibatur. 
[ads-post]
"Jika memilih jalur kekeluargaan, monggo. Kami bisa bantu memediasi bersama perangkat desa setempat," kata Wahyudi Susanto. 

Kepala Desa Kalibatur, Asim membenarkan kejadian itu dan telah menerima pengaduan dari warganya. Menurut Asim, pelaku sudah mengakui perbuatannya yang mengakibatkan ALN hamil dan ketiga belah pihak akan melakukan langkah mediasi. 

"Sudah saling mengetahui, saya minta berkasnya dulu dan kita akan pertemukan mereka dan dibahas bagaimana pertanggungjawaban pelaku," kata Asim

Asim menjelaskan bahwa ALN dan suaminya sebenarnya telah pindah alamat ke Panggungkalak (ralat : Sumberbendo) Pucanglaban, namun semenjak ditinggal suaminya merantau kembali ke Malaysia, ALN tinggal dirumah orang tuanya di Banaran. 

"Makanya kita minta Surat-suratnya agar bisa di lakukan penyelesaian sesuai prosedurnya," pungkas Asim 

Saat hendak dikonfirmasi, rumah keluarga ALN yang berada di Banaran Kalibatur tampak sepi dan ditutup rapat. | tulungagung times

Kehamilan ALN, ibu beranak satu akibat Dihantam Belut Liar tetangganya membuat Perangkat Desa Kalibatur turun tangan

Powered by Blogger.
close