loading...

SUARABMI.COM - Sekali lagi jangan pernah sekalipun memandang sebelah mata jasa Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Warga Indonesia yang bekerja di luarnegeri ini, sampai saat ini termasuk 10 besar penyumbang devisa pada negara.

Urutan pertama penyumbang terbesar adalah pada sektor industri sawit. Riau, sebagai daerah perkebunan sawit yang luas, tentu saja memberikan kontribusi yang besar.

Yang luar biasa pula adalah sektor pariwisata. Saat ini, pariwisata melonjak menduduk urutan kedua sebagai penyumbang devisa.

Berikut peringkat 10 besar penyumbang devisa terbesar di Indonesia berdasarkan data terakhir dari BPS dan Kementerian Perindustrian :
  1. Hasil ekspor kelapa sawit - Rp 239 T
  2. Jasa Pariwisata - Rp 190 T
  3. Ekspor Migas - Rp 170 T
  4. Ekspor Tekstil - Rp 159 T
  5. Ekspor Batubara - Rp 150 T
  6. Jasa TKI (Tenaga Kerja Indinesia)- Rp 140 T
  7. Ekspor Elektronik - Rp 80 T
  8. Ekspor Hasil Hutan Kayu - Rp 70 T
  9. Ekspor Karet - Rp 65 T
  10. Ekspor Sepatu dan Sandal - Rp 60 T

Menduduki urutan keenam, TKI kita di luar negeri memberikan kontribusi sangat besar untuk negeri ini.
[ads-post]
Pemerintah semestinya terus menerus meningkatkan perhatian dan perlindungan terhadap pahlawan devisa tsb.

Sementara itu, sektor pariwisata memang menjadi salah satu andalan Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla untuk meraup devisa.

Kini sektor tersebut sudah ada di posisi kedua sebagai sektor penghasil devisa terbesar nasional.

“Pariwisata diproyeksikan menjadi penghasil devisa tertinggi di 2019,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Kantor Kepala Staf Kepresidenan. Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Pada 2016, devisa pariwisata sudah mencapai 13,5 juta dollar AS per tahun.

Hanya kalah dari minyak sawit mentah (CPO) yang sebesar 15,9 juta dollar AS per tahun.

Pada tahun 2015, pariwisata masih ada di peringkat keempat sebagai sektor penyumbang devisa terbesar.

Akubat jatuhnya harga migas dan batu bara, konstelasi sektor penyumbang devisa berubah.

CPO menjadi raja dan pariwisata menyodok ke atas sektor migas dan batubara.

“Jadi kalau kita mendapatkan 10 juta wisman berarti kita akan peroleh 12 miliar dollar AS devisa. Sekarang kita hampir 14 miliar dollar AS,” kata Menpar.

Menjadi target sektor penyumbang devisa terbesar pada 2019, Menpar mengatakan bahwa tanda-tanda itu sudah mulai terlihat pada tahun ini.

Bahkan ia menuturkan, devisa pariwisata akan melonjak 25 persen pada tahun ini. Hal itu sejalan dengan meningkatnya jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia.

Sekali lagi jangan pernah sekalipun memandang sebelah mata jasa Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Powered by Blogger.
close