loading...

SUARABMI.COM - Kasus tewasnya Muhammad Zubir (30) akibat ditembak dua orang tak dikenal, kini mulai terkuak siapa dalangnya. 

Pria asal Lamno, Aceh Jaya yang merantau ke Malaysia itu diduga ditembak oleh dua orang suruhan seorang perempuan bernama Asmiatun yang tak lain adalah istri M Zubir. 

Malah salah satu dari eksekutor itu disebut-sebut sebagai selingkuhan Asmiatun. Karena dianggap mendalangi pembunuhan suaminya, Asmiatun (30) ditahan Polis Malaysia sejak 26 Oktober 2017 siang. 

Sebelum menikah dengan M Zubir, Asmiatun adalah janda empat anak. “Saat menikah, M Zubir masih berstatus lajang, sedangkan Asmiatun janda,” kata Presiden Komunitas Aceh di Malaysia, Datuk Mansyur bin Usman menjawab Serambi, Jumat (27/10) malam. 

Dari Datuk Mansyur pula Serambi mendapat informasi bahwa Asmiatun yang berstatus Tenaga Kerja Wanita (TKW) itu berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Perkenalannya dengan Zubir berujung ke pelaminan. Mereka menikah setahun lalu di Kuantan, Pahang, Malaysia. 

Namun, dalam pernikahan tersebut pasangan ini belum dikaruniai anak. Sumber-sumber Serambi di Malaysia maupun Aceh Jaya menyebutkan bahwa meski baru setahun berumah tangga, pasangan suami istri itu kerap bertengkar. 

Pemicunya karena Asmiatun sering pulang lewat tengah malam ke rumah. Apabila ditegur dan dinasihati suaminya, Asmiatun malah marah dan mereka bertengkar lagi. 

Keretakan rumah tangga pasangan ini kian parah saat Zubir memergoki sang istri jalan berduaan dengan pria lain. 

Pada malam sebelum Zubir ditembak pun, ia terlibat pertengkaran lagi dengan Asmiatun. Sempat terlontar ancaman akan saling bunuh. 

Selain itu, Zubir juga mengancam akan pulang ke Aceh dan sebelum pulang dia akan ceraikan Asmiatun. 

Setelah pertengkaran yang sengit itu, Zubir pun ke luar dari rumah dan memilih tidur di doorsmeer, tempat ia bekerja. 

Doorsmeer (tempat cuci kendaraan) itu terletak di Felda, Desa Keratong 2, Bandar Tun Razak, Tamping, Negeri Pahang, Malaysia. 

Jaraknya tak jauh dari kediaman Zubir dan Asmiatun. Saat tidur lelap di pondok doorsmeer itulah Zubir ditembak dua kali, masing-masing di kepala dan mukanya. 

Eksekusi itu terjadi sekitar pukul 00.20 waktu Malaysia pada 26 Oktober 2017. Beberapa saksi yang mengetahui kejadian itu langsung melarikan Zubir ke Rumah Sakit (Hospital) Muadzam Shah. 

Tapi karena lukanya parah dan kondisinya kritis, Zubir dirujuk ke Hospital Tengku Amfuan Afzan (HTAA) Kuantan. 

Justru di rumah sakit inilah Zubir mengembuskan napas terakhir. Setelah itu, polisi setempat menginterogasi adik kandung korban, Syahrul Ramadhan yang sama-sama merantau ke Malaysia dengan Zubir empat tahun silam. 

Dua bersaudara ini meninggalkan kampung halamannya, Desa Babah Ie, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya karena ingin mengubah peruntungan di Malaysia. 

Mereka tak ingin hidup miskin selamanya di Aceh, meski kerja Zubir di negeri jiran itu adalah tukang cuci mobil. 

Kepada penyidik, Syahrul Ramadhan membeberkan bahwa sebelum abangnya tewas ditembak, ia mendengar antara Zubir dan Asmiatun bertengkar. 

Gara-gara itu pula Zubir ke luar dari rumah dan memilih tidur di pondok doorsmeer tempatnya bekerja. Tapi justru ditempat itulah ia dieksekusi. 

Penyidik kemudian memanggil dan menginterogasi Asmiatun. Perempuan Lombok itu akhirnya mengaku bahwa dialah yang mendalangi pembunuhan Zubir, suaminya. 

Dari Aidil Azhar (23), adik kandung korban di Lamno, Serambi mendapat informasi penting kemarin sore bahwa dua lelaki yang diduga membunuh Zubir merupakan suruhan Asmiatun. 

Yang satu warga Jambi, teman satu kerja korban di doorsmer kawasan Felda Desa Keratong 2, Bandar Tun Razak, Pahang. 

Satu orang lagi adalah warrga Melayu. Dia inilah yang disebut-sebut sebagai selingkuhan Asmiatun. Tersangka pelaku, menurut Aidil Azhar, selain membunuh korban, juga membawa kabur uang korban sebanyak 2.000 RM (sekitar Rp 10 juta lebih). 
[ads-post]
“Pelaku juga melarikan paspor dan handphone Android milik korban,” kata Aidil Azhar didampingi abang sepupunya, Ismuhadi atau Ismu Malaka, salah satu penyanyi Aceh. 

Ismu Malaka malah menyebutkan bahwa antara Zubir dan Asmiatun sebetulnya sudah bercerai sebulan lalu. Zubir memutuskan untuk meninggalkan wanita itu guna menghindari pertengkaran yang dipicu oleh perselingkuhan sang istri. 

“Asmiatun pernah meminta abang (M Zubir) untuk kembali lagi. Namun, abang tak bersedia lagi berumah tangga dengannya dan memilih untuk kembali ke Aceh. Tapi sayang, sebelum pulang ke Aceh ia telah dibunuh di Malaysia dan kami tak tahu lebih rinci tentang identitas dan latar belakang Asmiatun. Yang kami tahu dia itu warga Lombok,” ujar Aidil Azhar. 

Ia mengaku, tahu banyak tentang tragedi kematian Zubir karena mendapat update informasi selalu dari warga Aceh kenalannya di Malaysia. 

Aidil Azhar merupakan adik kandung Zubir nomor tiga. Ia baru dua minggu pulang ke Aceh dari Malaysia. Sebelumnya, tiga bersaudara: M Zubir, Syahrul Ramadhan, dan Aidil Azhar sama-sama bekerja di negeri jiran itu. 

Sementara itu, Polis Malaysia dikabarkan terus berupaya mengorek keterangan dari Asmiatun pascakejadian itu untuk memperjelas motif utama mengapa ia tega membunuh pria yang pernah ia cintai dan mencintainya. 

Sementara itu, H Sudirman (Haji Uma), Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh kepada Serambi mengatakan, jenazah korban direncanakan akan dipulangkan ke Aceh pada Jumat kemarin, namun hal itu belum terwujud karena pihak kepolisian Malaysia masih melakukan penyelidikan kasus pembunuhan itu. 

Aidil Azhar selaku adik kandung korban menambahkan, untuk biaya pemulangan jenacah akan ditanggung oleh Pemerintah Aceh, dalam hal itu Dinas Sosial Aceh. 

“Kita telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak menyangkut dana pemulangan jenazah korban dari Malaysia ke tempat asalnya di Lamno, Aceh Jaya,” kata Sudirman. 

Ia tambahkan, sementara jenazah korban masih tertahan di rumah sakit Malaysia, karena pihak kepolisian Malaysia masih melakukan pemeriksaan dalam kasus penembakan tersebut. 

“Kita juga telah berkomunikasi dengan pihak Dinas Sosial Aceh dan telah direspons dengan baik soal pemulangan jenazah tersebut,” kata Haji Uma. 

Pihaknya meminta Pemerintah Malaysia mengusut kasus tersebut hingga tuntas, karena pelaku telah menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. 

“Kita tidak bisa terima aksi pembunuhan tersebut dan meminta Pemerintah Malaysia untuk mengusut masalah ini hingga tuntas,” harap Sudirman. | tribunnews

Kasus tewasnya Muhammad Zubir (30) akibat ditembak dua orang tak dikenal, kini mulai terkuak siapa dalangnya.

Powered by Blogger.
close